Monthly Archives: June 2009

Senja Di Pantai Kuwait

Sunyi Sepi Sendiri
Sejak Kau Tinggal Pergi
…………………..
……..

Untuk pertama kalinya yang tidak pernah kita bayangkan terjadi dalam kehidupan kami, yaitu menyadari bahwa usia kita setiap hari, bulan dan tahun selalu bertambah. Kami benar benar tersadar setelah merasakan di Kuwait berdua saja dengan mas Ardi. Tanggal 20 Juni 2009 yang lalu, anak kami Ayu dan Dinda berangkat duluan pulang ke Indonesia untuk menghabiskan liburan musim panas.Dan kita berpisah satu bulan. Kita akan menyusul ke Jakarta di bulan Juli.  Selama ini kemana mana kami selalu berempat, tetapi sejak anak anak berangkat remaja, mereka sudah berani kemana mana berdua saja, termasuk pulang ke Indonesia maupun ke UK untuk ngisi waktu ngikutin acara Summer Camp. Libur Summer di Kuwait lama kali, 3 bulan penuh….

Sedih memang sedih, tetapi aktifitas sehari hari untuk melupakan kesedihan di Kuwait harus tetap jalan terus. Hampir setiap sore kita berdua jalan jalan keseluruh penjuru Kuwait. Tempat yang berkali kali kita kunjungi pada saat sore hari adalah pantai. Sengaja saya pilih pantai karena disepanjang pantai Kuwait ini kita bisa berolah raga. Pantainya sangat bersih dan ada track untuk jogging. Jalan jalan sore di pantai juga bisa mengingatkan kita waktu masih pacaran dulu, waktu itu dengan gaya ‘slow motion’ kita berdua berkejar kejaran di pantai, kadang di Pangandaran, kadang pula di Parangtritis dan kadang pula di pantai Kenjeran.Kadang di Ancol. Ha..memang lucu ..kalau mengingat masa pacaran dulu.

Setiap sore kita berpindah dari Pantai Fahaheel, Marina Beach, pantai di Scientific Center dan sepanjang pantai Arabian Gulf Street yang kira kira menarik langsung berhenti. Karena kita sedang ‘jogging’ sudah tentu kita berdua lari lari kecil sambil bergaya ‘slow motion’ seperti layaknya bintang film India atau sinetron di Indonesia :). Yang menyedihkan lagi, kita berdua photo photoan sendiri, kalau saya yang pegang tustel maka obyeknya mas Ardi atau pemandangan pantai dan sebaliknya. Kalau mas Ardi jalannya terlalu cepat, saya ketinggalan dibelakang sendiri dan nggak GR nih, banyak orang Arab yang masih melirik, artinya saya belum tua tua amat 🙂

Hingar Bingar Pemilu Kuwait

Hari ini tanggal 25 June 2009 ada acara Pemilu Kuwait. Expatriate cuma ikut nonton doang karena jelas bahwa pesta demokrasi ini hanya untuk Kuwaitis. Dua bulan lalu juga ada pesta demokrasi semacam ini di Kuwait tetapi untuk pemilihan parlemen pusat dan tahun ini muncul sejarah baru di Kuwait yaitu untuk yang pertama kalinya ada wanita berhasil masuk dalam parlemen, nggak tanggung tanggung langsung 4 orang wanita. Kali ini adalah pemilu untuk pemilihan parlemen daerah.

Di Kuwait, cara kampanye sangat berbeda dengan di Indonesia dan menurut saya sangat bersahaja sekali. Tidak ada arak arakan sepeda motor yang bikin sibuk dan susah polisi, tidak ada suara klakson kendaraan yang bisa bikin kuntilanak terbangun dari tidurnya dan juga tidak ada jor joran umbul umbul atau bendera partai di jalan jalan besar atau jalan kampung. Yang ada adalah tenda tenda besar dengan photo calon anggota parlemen yang dipampang besar didepan tenda.

Didepan tenda tersedia tempat duduk untuk ‘jagongan’ pada sore dan malam hari. Saya nggak tahu kalau pas sedang jagongan seperti itu membicarakan politik atau asal kumpul kumpul saya. Yang jelas tampak gayeng dan akrab sekali. Tenda sebelahnya bisa jadi ditempati oleh kandidat dari partai lain, tetapi disini sangat rukun sekali dan sesekali saya lihat mereka saling mengunjungi. Kalau di Indonesia ada dua kubu yang bersebellahan seperti ini bisa jadi akan lempar lemparan sandal, sepatu dan mungkin juga batu :).

Yang menarik, disamping tenda biasanya diletakkan beberapa ekor onta.. Saya nggak tahu maksudnya, apakah sebagai maskot keberuntungan agar bisa menang pemilu atau akan disembelih untuk santapan bersama pada malam harinya. Yang jelas saya perhatikan untuk acara makan makannya mondar mandir mobil catering keluar masuk, berarti onta tersebut tidak untuk dikonsumsi pada acara pesta demokrasi ini.

Lukisan Mural & Graffiti Ala Kuwait

Jangan dikira di Kuwait tidak ada corat coret tembok atau lukisan lukisan warna warni yang umumnya banyak kita lihat distasiun bawah tanah, kereta api atau dinding jembatan layang. Pokoknya ada tembok nganggur dan bersih biasanya tidak akan tahan lama karena segera saja anak anak remaja corat coret dengan cat warna warni terkadang corat coret lukisannya sangat bagus dan terkadang pula lukisan yang sudah bagus ditindih lagi dengan lukisan baru yang membuat tembok tampak kotor dan jorok.

Bedanya dengan di Indonesia atau di negara lain, lukisan Mural atau Grafiti ala Kuwait ada unsur dakwahnya, misal ajakan untuk selalu sholat, tentang Islam atau terkadang malah kaligrafi. Memang ada juga yang kacau nggak ada maksudnya, tapi banyak juga yang baik. Semula saya kira lukisan tersebut dibuat oleh pemerintah setempat atau oleh pengurus masjid yang ada disekitarnya, tetapi ternyata pihak masjid tidak tahu siapa yang membuat, malah katanya sering kebagian tugas menghapus saja kalau sudah tumpang tindih nggak karuan. Saya juga investigasi ke toko toko yang ada disekitarnya, semua sama saja jawabnya nggak tahu, ngecatnya malam hari katanya.

Tembok tembok yang sering dijadikan tempat corat coret umumnya terletak ditempat strategis, misal di dinding rumah di perempatan jalan atau digardu listrik. Dan jelas cara membuatnya juga harus gerilya, malam hari. Pembuatnya terkadang kurang profesional, hanya ingin menyampaikan dakwahnya saja tetapi tidak memiliki rasa seni sama sekali. Pokoknya nulis, nggambar dan corat coret. Hasilnya terkadang cukup belepotan.

Gambar diatas hanya yang terlihat di Mangaf dan Fahaheel saja. Di Kuwait City lebih banyak lagi tetapi umumnya sudah tumpang tindih nggak karu karuan sehingga nampak kumuh dan tidak menarik. Yang paling heboh adalah dibawah jembatan layang perempatan antara Jalan 6 dan Jalan 30. Tulisannya besar sekali dan hanya satu kata yang bisa bikin kita tersenyum, yaitu ‘BANGLADESH’.