Kesasar Di Russia, Ah Biasaaaa ….


Satu kebiasaan yang tidak bisa kita hilangkan kalau kita bepergian ke segala penjuru sudut dunia, yaitu ‘sengaja’ untuk kesasar. Kalau benar benar sudah kesasar, semua ngomel dan si Ayah yang jadi komandan selalu jadi sasaran ngedumel seluruh anggota ‘Trio Kwek Kwek’. Alkisah kejadiannya tanggal 9 April 2009, kita berempat mencoba naik bus aneh khas Russia. Kami anggap aneh karena bentuknya seperti tram listrik tetapi rodanya ternyata roda bus, bukan roda besi yang berjalan diatas rel. Satu jam kita duduk duduk dihalte dengan lagak ‘sok ngerti’ sambil menyelidiki bagaimana cara naik dan bagaimana cara bayarnya.

Karena bus ini digerakkan oleh listrik, sudah tentu diatapnya dipasangi suatu alat yang selalu terikat dengan kabel listrik dan saking banyaknya bus listrik seperti ini di St Petersburg dan Moscow, akibatnya pemandangan kota jadi centang perentang dipenuhi oleh kabel listrik, terutama di Moscow. Karena bus tidak berjalan diatas rel, kemungkinan kabel listrik diatasnya putus tertarik bus rasanya sangat mungkin sekali karena jalanan semrawut campur aduk antara bus listrik dan kendaraan pribadi. Tetapi kata orang Russia katanya nggak pernah terjadi kabel putus tertarik bus yang ngeloyor keluar jalur. Apa ya iya ?

Kita semua langsung saja naik dengan tujuan nggak jelas pokok bisa melihat kota Moscow. Peta dan buku petunjuk tour terbitan Lonely Planet tidak pernah terlepas dari tangan. Celakanya buku petunjuknya bahasa Inggris dan semua tulisan didalam bus maupun ditempat pemberhentian semuanya huruf terbalik Russia (Cyrillic). Ya jelas saja kesasar jauuuhhhh sekaleee.
Cara bayar bus ternyata cukup menyerahkan uang ke sopir. Karena nggak ngerti tarifnya saya beri uang Rubbel pecahan agak besar dan si sopir nyerocos pakai bahasa Russia yang nggak kita ketahui. Bus nggak jalan jalan karena si sopir nyerocos pakai bahasa Russia, saya kira duitnya kurang ketika saya tambahi lagi ternyata malah dikembalikan semua. Untung penumpang dibelakang baik hati, langsung kita dibayari hanya dengan RUB 100 (per orang RUB 25) dan diajari tata cara naik dan turun bus pakai bahasa Tarzan. Terbukti lagi, orang Russia ternyata banyak yang baik hati tidak seperti yang digambarkan dalam film film Amerika.
Kesasar Lagi Kesasar Lagi
Ini kesasar jilid dua yang luar biasa parah. Hampir tiga jam kita berada dibawah tanah nggak tahu jalan pulang. Biasa, ngikuti si Ayah naik Metro, kereta api bawah tanah Moscow yang melihat peta jalur kereta apinya saja bisa bikin mumet, apalagi tulisannya pakai huruf Russia yang tidak kita mengerti. Peta disamping sangat jelas dalam bahasa Inggris, tetapi di stasiun, ya jelas pakai huruf Russia semua. Puyeng deh…
Stasiun kereta api yang paling dekat dengan hotel kita namanya Delavoy Center tetapi karena semua petunjuk tidak ada yang berbahasa Inggris maka nama tersebut kalau ditulis dalam bahasa Russia kira kira kalau dieja menjadi Aeknobon UeHotp. Lain sekali kan ?, pantas saja kalau kesasar dibawah tanah sampai hampir 3 jam.
Susah mau bertanya di stasiun Metro bawah tanah ini, semua orangnya kalau jalan cepat sekali dan ngertinya ‘Russia Good ?’,’Yes Train’ dan ‘Welcome To Moscow’ saja. Lagipula kebanyakan tidak bicara didalam metro semua mikir dirinya sendiri, hal ini khas kota besar, cuek bebek dengan sekitarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s