Monthly Archives: April 2009

Menyusur JejakĀ Scorpion

I follow the Moskva
Down to Gorky Park
Listening to the wind of change
An August summer night
Soldiers passing by
Listening to the wind of change
The world closing in
Did you ever think
That we could be so close,like brothers
The future’s in the air
I can feel it everywhere
Blowing with the wind of change

Pernah dengar lagu ngetop dari Scorpion diatas ?, ya benar sekali judulnya Wind Of Change, lagu ini sering sekali dinyanyikan mas Ardi dari dulu sampai sekarang terutama saat mas Ardi masih kepincut saya 16 tahun lalu . Petikan dan sound guitarnya itu lho yang bikin hati bergetar dan langsung nyandar dibahu mas Ardi, he he.

 

Karena lagu ini pula maka kita bertekad untuk napak tilas perjalanan Scorpion di Moscow, apalagi kalau tidak ingin melihat dengan mata kepala sendiri sebuah taman kota di Moscow yang langsung ikut populer setelah tertulis dalam lirik lagu Scorpion ini. Ternyata, Gorky Park yang sangat terkenal tersebut hanyalah sebuah taman bermain anak anak ditepi sungai Moscow, kira kira 10 menit jalan kaki dari Red Square area. Pintu gerbangnya saja yang sangat besar, tetapi sarana bermain didalamnya tidaklah semegah namanya. Hanya beberapa permainan anak anak saja seperti roller coaster kecil dan komidi putar, kereta api kanak kanak dan lain lain. Kira kira kalau di Kuwait setara dengan Kuwait Magic atau kalau dibandingkan dengan Taman Ria Jaya Ancol, kira kira separuhnya atau mungkin lebih kecil lagi. Boro boro kepingin masuk, melihat isinya dan suasananya kosong saja langsung kita keluar lagi. Mending di Ancol …..

Kesasar Di Russia, Ah Biasaaaa ā€¦.

Satu kebiasaan yang tidak bisa kita hilangkan kalau kita bepergian ke segala penjuru sudut dunia, yaitu ‘sengaja’ untuk kesasar. Kalau benar benar sudah kesasar, semua ngomel dan si Ayah yang jadi komandan selalu jadi sasaran ngedumel seluruh anggota ‘Trio Kwek Kwek’. Alkisah kejadiannya tanggal 9 April 2009, kita berempat mencoba naik bus aneh khas Russia. Kami anggap aneh karena bentuknya seperti tram listrik tetapi rodanya ternyata roda bus, bukan roda besi yang berjalan diatas rel. Satu jam kita duduk duduk dihalte dengan lagak ‘sok ngerti’ sambil menyelidiki bagaimana cara naik dan bagaimana cara bayarnya.

Karena bus ini digerakkan oleh listrik, sudah tentu diatapnya dipasangi suatu alat yang selalu terikat dengan kabel listrik dan saking banyaknya bus listrik seperti ini di St Petersburg dan Moscow, akibatnya pemandangan kota jadi centang perentang dipenuhi oleh kabel listrik, terutama di Moscow. Karena bus tidak berjalan diatas rel, kemungkinan kabel listrik diatasnya putus tertarik bus rasanya sangat mungkin sekali karena jalanan semrawut campur aduk antara bus listrik dan kendaraan pribadi. Tetapi kata orang Russia katanya nggak pernah terjadi kabel putus tertarik bus yang ngeloyor keluar jalur. Apa ya iya ?

Kita semua langsung saja naik dengan tujuan nggak jelas pokok bisa melihat kota Moscow. Peta dan buku petunjuk tour terbitan Lonely Planet tidak pernah terlepas dari tangan. Celakanya buku petunjuknya bahasa Inggris dan semua tulisan didalam bus maupun ditempat pemberhentian semuanya huruf terbalik Russia (Cyrillic). Ya jelas saja kesasar jauuuhhhh sekaleee.
Cara bayar bus ternyata cukup menyerahkan uang ke sopir. Karena nggak ngerti tarifnya saya beri uang Rubbel pecahan agak besar dan si sopir nyerocos pakai bahasa Russia yang nggak kita ketahui. Bus nggak jalan jalan karena si sopir nyerocos pakai bahasa Russia, saya kira duitnya kurang ketika saya tambahi lagi ternyata malah dikembalikan semua. Untung penumpang dibelakang baik hati, langsung kita dibayari hanya dengan RUB 100 (per orang RUB 25) dan diajari tata cara naik dan turun bus pakai bahasa Tarzan. Terbukti lagi, orang Russia ternyata banyak yang baik hati tidak seperti yang digambarkan dalam film film Amerika.
Kesasar Lagi Kesasar Lagi
Ini kesasar jilid dua yang luar biasa parah. Hampir tiga jam kita berada dibawah tanah nggak tahu jalan pulang. Biasa, ngikuti si Ayah naik Metro, kereta api bawah tanah Moscow yang melihat peta jalur kereta apinya saja bisa bikin mumet, apalagi tulisannya pakai huruf Russia yang tidak kita mengerti. Peta disamping sangat jelas dalam bahasa Inggris, tetapi di stasiun, ya jelas pakai huruf Russia semua. Puyeng deh…
Stasiun kereta api yang paling dekat dengan hotel kita namanya Delavoy Center tetapi karena semua petunjuk tidak ada yang berbahasa Inggris maka nama tersebut kalau ditulis dalam bahasa Russia kira kira kalau dieja menjadi Aeknobon UeHotp. Lain sekali kan ?, pantas saja kalau kesasar dibawah tanah sampai hampir 3 jam.
Susah mau bertanya di stasiun Metro bawah tanah ini, semua orangnya kalau jalan cepat sekali dan ngertinya ‘Russia Good ?’,’Yes Train’ dan ‘Welcome To Moscow’ saja. Lagipula kebanyakan tidak bicara didalam metro semua mikir dirinya sendiri, hal ini khas kota besar, cuek bebek dengan sekitarnya.

Melihat Bangunan Indah St Petersburg II

Hermitage Museum – St Petersburg
Masih mengenai Hermitage Museum, museum ini sangat besar dan megah dan tercatat sebagai salah satu museum terbesar dan tertua didunia. Jumlah koleksi barang yang ada di museum ini kata brosurnya mencapai 3 juta lebih, termasuk koleksi lukisan terbesar di dunia ada di museum ini. Ada juga koleksi Porcelein yang indah dari segala penjuru dunia. Sempat terheran heran juga, kenapa banyak sekali barang barang yang non Russia ada semua didalam museum ini. Sebagai contoh lukisan lukisan Van Gogh, Rembrand, Leonardo Da Vinci dan pelukis terkenal lain yang semuanya bukan orang Russia. Emas juga tersebar dimana mana, mulai kursi lapis emas, jam emas, langit langit bangunan dan pintu berlapis emas, singgasana Tsar emas dan semuanya serba emas. Kalah deh orang Madura.
Yang lebih mencengangkan lain adalah koleksi barang barang Mesir, semua patung, perhiasan dan harta kekayaan raja raja Mesir yang ditemukan didalam kuburan atau pyramid tumplek bleg menempati satu lantai dasar sendiri. Belum lagi relief relief kuno dari Mesopotamia (Irak) dan peninggalan raja Nimrod. Sempat kita bertanya tanya, ini barang jarahan atau bukan, kenapa bisa sampai ke Russia ?. Belum lagi koleksi Vas Bunga raksasa yang terbuat dari batu Zamrud hijau yang mahal dari China. Apalagi potongan patung kepala Budha, kasihan juga badannya masih tertinggal di Borobudur. Langsung saja saya berkesimpulan, semua barang yang ada disini didapat dengan cara tidak halal.
Smolny Convent
Sering juga disebut Smolny Convent Of The Resurrection (Voskresensky) terletak dekat dengan sungai Neva. Bangunan warna biru putih ini hasil karya arsitek Italia Franscesco Barolomeo Rasstrelli yang juga mendesain Winter Palace. Itulah sebabnya kedua bangunan tersebut berwarna sama biru putih. Dibangun pada tahun 1748 – 1764 dan semula digunakan sebagai Cathedral tetapi saat ini berfungsi sebagai Concert Hall dan banyak dikunjungi para pejabat pemerintah karena kebetulan disekitarnya memang kebanyakan kantor pemerintah.
Nevsky Prospect

Ini adalah jalan utama kota St Petersburg tempat orang jalan jalan, belanja, cari tempat makan atau sekedar melihat arsitektur bangunan tua kota St Petersburg. Jalan ini membentang mulai Admirality sampai Stasiun kereta api. Bangunan bangunan indah yang ada di jalan ini diantaranya adalah bangunan Neo Klasik Kazan Cathedral, Rastrelliesque Stroganov Palace, Toko Buku bergaya Art Noveau (Dom Knigi), Monumen Catherine The Great, Shopping Mall kuno Abad 18 yang merupakan cikal bakal shopping mall modern yang kita kenal sekarang, Russian National Library dan Pertokoan dengan arsitektur pertengahan abad 19.
St Petersburg – Kota Sejuta Patung
Segala macam patung semuanya ada di kota ini, mulai patung yang telanjang bulat, Tsar Rusia, pendiri kota St Petersburg Peter The Great sampai patungnya Colonel Sanders (KFC) dan patung badut warna kuning dari Mc Donald. Patung patung dikota ini ada yang terbuat dari logam dan banyak pula yang berlapis emas. Tandanya kalau banyak kamera berarti patung emas beneran, tetapi patung emas yang paling banyak ada di Peterhof, kira kira satu jam dipinggiran kota St Petersburg, tepatnya dipinggir teluk Finland. Saya sarankan kalau mau ke Peterhof pada saat musim panas saja, musim dingin seperti sekarang ini air mancurnya beku dan jadi es batu.
Saking banyaknya patung yang kita jumpai dan catat akibatnya malah bingung sendiri apalagi catatan nggak sinkron dengan jepretan kamera. Sebut saja patung pak Brewok disamping, entah siapa namanya.
Atau patung kuda disamping ini.
Ada juga patung tukang photo seperti disamping ini.

Atau Patung Satria Berkuda didepan hotel Moscow ini. Belum lagi patung patung yang berada didalam gedung seperti pertokoan dan mall, restaurant atau taman taman kota. Wah buanyaknya bukan main, barangkali setiap penduduk yang mati dipatungkan semua.