Luxor – Hari Kedua di Egypt


Setelah hilang pegal pegal karena perjalanan jauh ke Aswan dan sekitarnya, pada hari kedua ini kita cukup di Luxor dan sekitarnya saja. Karena saking banyaknya obyek wisata yang harus kita kunjungi dalam sehari pada hari kedua ini, maka kita dengan cepat memutuskan untuk ikut paket wisata dari salah satu operator tour travel yang kita jumpai di Hotel. Pagi pagi sekali kita sudah harus nunggu jemputan di lobby hotel. Nggak ada kesempatan untuk dandan di kamar karena kelelahan pada hari pertama sehingga tidurnya nyenyak sekali dan hampir bangun kesiangan. Lihat gambar disamping, kayak rombongan penari Ronggeng yang siap tampil kan ?
Tujuan pertama adalah ke obyek wisata di West Bank, agak jauh dibagian barat Sungai Nil dan jarak antar obyek wisata di West Bank ini tidak bisa dijangkau kalau hanya dengan jalan kaki saja, harus ikut bus pariwisata atau sewa mobil kembali. Tetapi kita memilih Tez Tour bersama sama dengan turis mancanegara lain. Obyek wisata di West Bank sungai Nil ini hampir seluruhnya sangat terkenal dan sering kita lihat di TV, majalah atau media apapun sehingga ketika guidenya nyerocos cerita sejarahnya, kita bisa melanjutkan tidur yang belum selesai atau paling tidak sambil ngantuk dan sayup sayup mendengarkan. Obyek wisata di West Bank diantaranya adalah :
  • Valley of the Kings
  • Valley of the Queens
  • Valley of the Nobles
  • Hatshepsut Temple at Deir El-Bahri
  • Medinat Habu Temple of Ramses III
  • The Colossi of Memnon
  • The Ramesseum
  • Temple of Esna
Jam 3 siang kita sudah selesai mengunjungi seluruh West Bank dan dikembalikan lagi ke Hotel yaitu di East Bank. Di daerah ini juga banyak candi peninggalan sejarah yang juga tidak kalah ngetopnya. Cukup jalan kaki beberapa ratus meter saja atau naik kereta kuda kita sudah bisa menikmati seluruh peninggalan sejarah di East Bank. Awas, kereta andong di Luxor ini menawarkan harga yang sangat luar biasa mahal dan tidak masuk akal kita, untuk keliling seluruh kota, tanyakan dengan benar berapa harga sebenarnya untuk keliling kota saja.
Rata rata semua orang di Luxor sudah terbiasa ‘menipu ‘ turis. Kita sempat ribut dulu dengan pak kusir yang sebenarnya pada awalnya sangat ramah dan baik tetapi pada saat kita turun dari andongnya dan mau bayar langsung pak kusir ngambek minta dibayar lebih dari 5 kali lipat dari tarip yang telah disepakati sebelumnya. Pakai ngomel bahasa Arab pula untuk mengundang perhatian kawan kawannya sesama kusir. Akhirnya, setelah mengucap Astaghfirullah, muslim muslim ! berkali kali agar dia sadar apa yang dilakukan tidak benar akhirnya dia mau menerima sedikit tambahan dari kita.
Diantaranya obyek wisata di Luxor – East Bank adalah :
  • Luxor Temple
  • Karnak Temple
  • The Museum of Luxor
  • The Mummification Museum

Cerita lengkap perjalanan hari kedua adalah sebagai berikut :

 

LUXOR – WEST BANK
Valley Of The King

Ini adalah komplek pemakaman raja raja, sesuai dengan namanya letaknya di lembah yang dikelilingi oleh bukit bukit yang kering kerontang. Untuk menuju kuburan dari gate tempat kita beli tiket masuk cukup jauh sehingga kita harus rela ngantri naik ‘kereta kelinci’ yang jalan mondar mandir setiap saat. Itupun kita masih harus rela jalan kaki juga naik turun bukit beberapa ratus meter karena keretanya nggak boleh masuk diantara kuburan kuburan.
Setiap kuburan diberi nomor mulai KV1, KV2 dan sampai KV64. Artinya ada 64 kuburan di daerah ini, tidak semuanya kuburan raja, ada juga kuburan binatang. Dari sekian banyak kuburan disini, ada yang hanya terdiri dari satu ruangan saja tetapi ada juga yang sampai 121 ruangan, yaitu KV5 (kuburan anaknya Ramses II). Semua dinding kuburan penuh dengan ornamen dan tulisan mesir kuno yang sangat indah. Sayang didalam kuburan tidak boleh mengambil photo.

 
Yang jadi favorit kita adalah kuburan sbb :
KV6 : Kuburan Ramses IX – Relief dinding dan langit langit setiap kamar sangat bagus

KV8 : Kuburan Mernpatah – Kuburan terbesar di lembah ini
KV9 : Kuburan Ramses VI
KV35 : Kuburan Amenhotep II
KV34 : Kuburan Thutmose
KV1 : Kuburan Ramses VII
KV16 : Kuburan Ramses 1
KV15 : Kuburan Seti II atau KV17 : Kuburan Seti I – ornamen dinding sangat cerah dan masih bagus sekali

 

Valley Of The Queen

Sama saja, kuburan para ratu ini juga di lembah yang kering dan tandus. Kurang begitu bagus karena sudah banyak lukisan didindingnya yang rusak karena rembesan garam dan kristal kristal garamnya. Banyak kuburan yang ditutup untuk dipugar atau menghindari kerusakan yang lebih parah lagi.Yang menurut kita masih cukup bagus dan layak dilihat adalah Kuburan 55 (putra mahkota Amon Khopsef – anak laki laki dari Ramses III). Si Amon ini meninggal waktu masih muda, nggak jelas munkin kecelakaan lalu lintas waktu ngebut naik onta.

 
Kuburan 44 juga putra mahkota yang bernama Khaem Waset, anak laki laki dari Ramses III. Dinding kuburannya sangat bagus sekali dan terdiri dari 2 koridor dan 2 buah kamar besar. Entah kenapa si Ramses III ini kok anak laki lakinya mati muda semua. Untuk menuju kuburan kuburan ratu ini jalan kakinya cukup jauh dan menanjak. Sepanjang jalan nggak ada yang jualan air minum jadi cukup melelahkan juga.

 

Hatshepsut Temple

Hatshepsut adalah sorang wanita, tetapi pernah menjadi raja yang memimpin mesir. Satu satunya wanita yang dikuburkan di Valley Of The King. Namanya mengingatkan kita akan soup enak yang saat ini banyak buka cabang di mall kota kota besar, yaitu ‘Hartz Chicken Soup’. Lokasi candinya ada didaerah yang bernama Deir El Bahri dan semua orang pasti sudah pernah melihat candi ini karena berkali kali muncul di gedung bioskop sebagai lokasi shooting film Indiana Jones. Gambar disamping adalah tempat Indiana Jones berdiri saat menghadapi musuhnya, gaya Indiana Jones diperagakan dengan baik oleh kawan satu bus dari Italia, namanya Gerardo.

 
The Colossi Of Memnon
Ini adalah dua patung raksasa raja Amenhotep III sedang duduk di singgasananya, lokasi berada ditengah tengah lapangan terbuka tetapi aslinya berada didepan candinya yang saat ini sudah tidak tampak lagi. Konon kedua patung ini sudah dipindahkan dari tempat aslinya di Gabal El Silselah. Tingginya sekitar 21 meter dan sudah banyak yang runtuh terutama terkena gempa bumi pada tahun 27 Sebelum Masehi. Banyak bekas oret oretan orang Romawi yang berisi puisi, atau gambar gambar nggak karuan karena jaman romawi dulu patung ini berada di taman publik.

 

Temple Of Esna, The Ramesseum, Medinat Habu Temple of Ramses III
Males nyatat ceritanya, sudah kesel jalan kaki terus biar guidenya ngoceh sendiri saja. Kehabisan air minum lagi.

 

LUXOR – EAST BANK
Luxor Temple

Nah, baru semangat lagi. Setelah acara tour di West Bank selesai kita diturunkan kembali ke Hotel Mercure dan secepatnya mendinginkan badan yang penuh keringat dan makan dulu baru jalan lagi. Dari hotel Mercure kita cukup jalan kaki saja sekitar 100 meter menuju Luxor Temple. Disini acaranya lebih banyak sosialnya daripada wisata karena ketemu dengan rombongan anak anak panti asuhan Mesir. Karena candinya ditengah kota, maka gampang sekali mencari makanan kecil, mainan atau minuman untuk dibagikan kepada anak anak panti asuhan tersebut. Paling senang ndengarkan anak anak tersebut nyanyi dan mengucapkan ‘terima kasih’ dalam bahasa Indonesia yang cukup bagus, dan tentu amplop untuk pengasuh panti asuhan yang baik, ramah dan sangat memperhatikan anak anak tersebut tidak lupa.
Luxor Temple ini dibangun oleh raja Amenhotep III dan Ramses II menyempurnakannya dengan menambahkan bangunan dan patung di bagian depan. Raja Merenpetah, Seti I, Ramses III, Ramses IV dan Ramses VI juga ikut ikutan menambahkan bagian bagian kecil lainnya hingga bentuknya seperti saat ini. Raja Nektanebo juga meletakkan kepala Sphink dibagian depan yang menambah keagungan bangunan candi.

 

Karnak Temple

Karnak Temple ini sebenarnya juga nggak begitu jauh dari Luxor Temple atau hotel Mercure. Kalau mau jalan kakipun sebenarnya bisa tetapi kita lebih memilih naik kereta kuda (andong/dokar). Celakanya, pak kusir mengajak mampir ke pasar dulu dan ini benar benar susah nolaknya. Setelah dari pasar juga ngajak ke toko souvenir dan juga lebih susah nolaknya karena memang belum punya oleh oleh dari Luxor.
Akibatnya cukup fatal, begitu sampai di Karnak Temple langsung diusir petugas karena sudah tutup dan semua pengunjung diharuskan keluar dari lingkungan candi, duduk duduk sebentarpun juga nggak boleh. Sempat terheran heran juga, kenapa ngantri didepan loket bisa langsung didepan sendiri padahal di Candi yang lain penuh sesak, eh ternyata loketnya sudah tutup nggak ada petugasnya lagi.

Baca Juga :
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s