Toserba Beken Bernama Friday Market


Namanya Pasar Jumat kalau dalam bahasa Indonesia, tetapi para expatriate di Kuwait lebih suka memakai nama Friday Market. Pasar ini bisa dikatakan sebagai toserba paling besar yang pernah saya ketahui yang menjual berbagai macam barang baru dan bekas, low end sampai high end dan juga barang murahan sampai barang mewah. Semacam pasar traditional tetapi barang yang dijual berbagai macam mulai dari yang traditional sampai modern.

Pasar ini hanya buka hari Kamis, Jumat dan Sabtu saja mulai jam 9 pagi sampai jam 10 malam. Masih diwilayah pasar Jumat juga, banyak sekali  kios kios penjual furniture buka 7 hari penuh dari pagi sampai tengah malam. Setiap hari Rabu sore, pasar ini sudah mulai ramai dengan pedagang yang memasukkan barangnya untuk diperdagangkan keesokan harinya, dan hari minggu malam juga gaduhnya minta ampun karena para pedagang memindahkan barangnya entah dibawa kemana.

Coba perhatikan gambar gambar diatas, anda akan bisa melihat kesibukan pasar ini. Ada calon pembeli yaitu pak Yanto dan pak Bogi yang sedang mencoba mebel ‘luar angkasa’, ada juga yang sibuk memanggul pc dan monitornya, ada yang beli kulkas dan masih banyak lagi. Tempat parkir selalu penuh baik oleh mobil yang parkir sembarangan maupun oleh para kuli angkut yang mondar mandir membawa barang yang telah dibeli kedalam mobil.
Tetapi yang paling banyak adalah yang cuma jalan jalan sambil melihat cewek cewek Lebanon yang memang terkenal cantik dan jauh lebih ‘semlohe’ dibanding dengan Ayu dan Sarah Azhari di Indonesia. Lihat saja pandangan mata pak Yanto, Fahrizal, Bogi dan Iskandar pada photo yang berhasil kita jepret ini.

Porter atau kuli angkut banyak tersedia ditempat ini dan kebanyakan dari Bangladesh. Apabila kita masuk ke pasar ini, mereka langsung ngikuti kita dari belakang kemanapun kita pergi dan dengan sigap akan mengangkut barang yang kita beli kedalam kereta dorongnya. Kuli angkut ini resmi dan berseragam biru dengan nama dan nomor besar di saku depannya. Ongkos angkut sangat tergantung dari berapa lama ia mengikuti anda berputar putar keliling pasar.
Jalanan disekitar pasar ini selalu saja macet, tahu kenapa ? karena di Kuwait sini nggak ada yang namanya tata tertib berlalu lintas. Mobil dengan seenaknya berhenti ditengah jalan. Sopirnya bisa jadi sedang ngobrol dengan kawannya yang juga menghentikan mobilnya ditengah jalan. Kalau ngobrol, kedua sopir tadi sama sama turun dari mobil dan ngobrolnya sangat ‘gayeng’ nggak peduli jalanan macet. Lalu kendaraan yang lain gimana ? Nah ini yang patut ditiru oleh semua sopir yang ada di Indonesia, kendaraan yang lain semua dengan sabar menunggu kedua orang tadi selesai ngobrol, nggak ada yang ndongkol apalagi teriak marah marah. Kalau berhenti ditengah jalan menaikkan barang 15 menit itu adalah hal biasa yang luar biasa adalah kita harus sabar nunggu mereka selesai menaikkan barang.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s