Tom Yam Rasa Kebab


Kegiatan lain para TKIwan KOC di Kuwait pada saat kumpul kumpul selain guyonan, adalah mencari rumah makan enak yang tentu saja informasinya kita gali dari berbagai sumber yang cukup kredibel dalam memberi penilaian enak atau tidak enak. Sumber informasi bisa dari siapapun baik dari kawan kawan Indonesia yang tinggal di Kuwait City maupun dari kawan kawan India.
Nah kali ini kita sengaja berangkat dari Mangaf menuju Dasman beriringan dengan 3 buah mobil dan jumlah penumpang yang rata rata semua perutnya sudah kelaparan sekitar 12 orang. Tujuan utama adalah mencari Tom Yam Kung, masakan thailand yang pedas kecut yang membayangkan saja sudah bisa membuat perut semakin keroncongan. Dibawah ini adalah profil restoran yang menurut kita layak dicoba.
Oriental Cuisine Restaurant
Lokasi restoran ini adalah di Dasman, kalau kita jalan dari Arabian Gulf Road kira kira 50 meter dari pertigaan atau tepatnya sebelum istana negara yang rusak belok kanan sekitar 200-300 meter. Restoran ini sangat kecil dan hanya terdiri dari 4 meja atau sekitar 12 pengunjung saja maksimum. Kalau mau makan disini harus booking dulu dan jangan kaget kalau ternyata kita dapat giliran jam 10 malam. Memang selalu penuh dan sangat susah untuk dapat meja di restoran ini. Menu favorit restoran ini diantaranya adalah Tom Yam Kung.

Celakanya, acara ke restoran ini spontanitas saja dan kita nggak booking sebelumnya sehingga akibatnya jelas kita harus nunggu diluar restoran dan tidak bisa duduk dan tidak bisa makan juga apalagi kita rombongan besar 12 orang, mana cukup …… Tapi daripada bengong nungguin, kita minta daftar menu dan selama berjam jam nunggu kita semua sudah hapal semua nama makanan dan minuman yang tertulis didalam daftar menu. Karena nggak dipanggil masuk juga setelah berjam jam nunggu akhirnya kita semua menyerah daripada kelaparan dan harus pindah ke tempat makan / restoran lain, yaitu Mubarakeeyah Food Court.

Mubarakeeyah Food Court

Kita tiba di food court ini sudah mendekati jam 9 malam, sudah tentu perut kelaparan semua. Letak Food Court ditengah tengah pasar Mubarakeeyah yang ramai dan penuh pengunjung. Tetapi meskipun ramai tetap saja bisa menampung rombongan besar 12 orang seperti kita, lha wong ditempat terbuka tinggal gesar geser meja dan kursi saja. Letak food court ini sebenarnya tidak begitu jauh dari Oriental Cuisine Restaurant, tetapi karena ditengah pasar perlu perjuangan sendiri untuk sampai ditempat ini, yaitu loncat tembok pembatas jalan yang membuat kita semua bertambah lapar.

Menu utama Food Court ini semua adalah masakan Arab yaitu Kebab. Daging sapi dan ayam dipotong potong lalu ditusuk dan dibakar seperti sate dan disajikan dalam piring besar dimana satu piring dikeroyok rame rame beberapa orang. Cara makannya bukan dengan nasi tetapi dengan qobus, roti khas arab dari gandum yang dioven dalam tungku tanah tradisional rasanya tawar dan untuk menelannya perlu perjuangan yang tidak ringan. Sayurannya mentah dan disajikan terpisah dan cara makannya seperti layaknya makan lalapan. Entah daun apa ini, rasanya kasar di lidah. Bawang merahnya besar sekali, tetapi lumayan lebih mudah menelan bawang merah daripada dedaunan yang kasar tadi.
Terakhir, meskipun kita semua karyawan Perusahaan Minyak Cap Manuk kelas dunia, untuk mbayar makanan dan minuman yang telah kita makan bersama tetap saja harus urunan. Cara urunanpun cukup unik, berapapun yang keluar dari dompet itulah yang dikumpulkan bersama dan hasilnya jumlah uang urunan yang terkumpul jauh lebih banyak dari harga kebab yang kita makan. Yang beruntung adalah Ayu, langsung dibawa lari uang kelebihan urunan tadi … La la la….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s