Monthly Archives: February 2009

Luxor – Hari Kedua di Egypt

Setelah hilang pegal pegal karena perjalanan jauh ke Aswan dan sekitarnya, pada hari kedua ini kita cukup di Luxor dan sekitarnya saja. Karena saking banyaknya obyek wisata yang harus kita kunjungi dalam sehari pada hari kedua ini, maka kita dengan cepat memutuskan untuk ikut paket wisata dari salah satu operator tour travel yang kita jumpai di Hotel. Pagi pagi sekali kita sudah harus nunggu jemputan di lobby hotel. Nggak ada kesempatan untuk dandan di kamar karena kelelahan pada hari pertama sehingga tidurnya nyenyak sekali dan hampir bangun kesiangan. Lihat gambar disamping, kayak rombongan penari Ronggeng yang siap tampil kan ?
Tujuan pertama adalah ke obyek wisata di West Bank, agak jauh dibagian barat Sungai Nil dan jarak antar obyek wisata di West Bank ini tidak bisa dijangkau kalau hanya dengan jalan kaki saja, harus ikut bus pariwisata atau sewa mobil kembali. Tetapi kita memilih Tez Tour bersama sama dengan turis mancanegara lain. Obyek wisata di West Bank sungai Nil ini hampir seluruhnya sangat terkenal dan sering kita lihat di TV, majalah atau media apapun sehingga ketika guidenya nyerocos cerita sejarahnya, kita bisa melanjutkan tidur yang belum selesai atau paling tidak sambil ngantuk dan sayup sayup mendengarkan. Obyek wisata di West Bank diantaranya adalah :
  • Valley of the Kings
  • Valley of the Queens
  • Valley of the Nobles
  • Hatshepsut Temple at Deir El-Bahri
  • Medinat Habu Temple of Ramses III
  • The Colossi of Memnon
  • The Ramesseum
  • Temple of Esna
Jam 3 siang kita sudah selesai mengunjungi seluruh West Bank dan dikembalikan lagi ke Hotel yaitu di East Bank. Di daerah ini juga banyak candi peninggalan sejarah yang juga tidak kalah ngetopnya. Cukup jalan kaki beberapa ratus meter saja atau naik kereta kuda kita sudah bisa menikmati seluruh peninggalan sejarah di East Bank. Awas, kereta andong di Luxor ini menawarkan harga yang sangat luar biasa mahal dan tidak masuk akal kita, untuk keliling seluruh kota, tanyakan dengan benar berapa harga sebenarnya untuk keliling kota saja.
Rata rata semua orang di Luxor sudah terbiasa ‘menipu ‘ turis. Kita sempat ribut dulu dengan pak kusir yang sebenarnya pada awalnya sangat ramah dan baik tetapi pada saat kita turun dari andongnya dan mau bayar langsung pak kusir ngambek minta dibayar lebih dari 5 kali lipat dari tarip yang telah disepakati sebelumnya. Pakai ngomel bahasa Arab pula untuk mengundang perhatian kawan kawannya sesama kusir. Akhirnya, setelah mengucap Astaghfirullah, muslim muslim ! berkali kali agar dia sadar apa yang dilakukan tidak benar akhirnya dia mau menerima sedikit tambahan dari kita.
Diantaranya obyek wisata di Luxor – East Bank adalah :
  • Luxor Temple
  • Karnak Temple
  • The Museum of Luxor
  • The Mummification Museum

Cerita lengkap perjalanan hari kedua adalah sebagai berikut :

 

LUXOR – WEST BANK
Valley Of The King

Ini adalah komplek pemakaman raja raja, sesuai dengan namanya letaknya di lembah yang dikelilingi oleh bukit bukit yang kering kerontang. Untuk menuju kuburan dari gate tempat kita beli tiket masuk cukup jauh sehingga kita harus rela ngantri naik ‘kereta kelinci’ yang jalan mondar mandir setiap saat. Itupun kita masih harus rela jalan kaki juga naik turun bukit beberapa ratus meter karena keretanya nggak boleh masuk diantara kuburan kuburan.
Setiap kuburan diberi nomor mulai KV1, KV2 dan sampai KV64. Artinya ada 64 kuburan di daerah ini, tidak semuanya kuburan raja, ada juga kuburan binatang. Dari sekian banyak kuburan disini, ada yang hanya terdiri dari satu ruangan saja tetapi ada juga yang sampai 121 ruangan, yaitu KV5 (kuburan anaknya Ramses II). Semua dinding kuburan penuh dengan ornamen dan tulisan mesir kuno yang sangat indah. Sayang didalam kuburan tidak boleh mengambil photo.

 
Yang jadi favorit kita adalah kuburan sbb :
KV6 : Kuburan Ramses IX – Relief dinding dan langit langit setiap kamar sangat bagus

KV8 : Kuburan Mernpatah – Kuburan terbesar di lembah ini
KV9 : Kuburan Ramses VI
KV35 : Kuburan Amenhotep II
KV34 : Kuburan Thutmose
KV1 : Kuburan Ramses VII
KV16 : Kuburan Ramses 1
KV15 : Kuburan Seti II atau KV17 : Kuburan Seti I – ornamen dinding sangat cerah dan masih bagus sekali

 

Valley Of The Queen

Sama saja, kuburan para ratu ini juga di lembah yang kering dan tandus. Kurang begitu bagus karena sudah banyak lukisan didindingnya yang rusak karena rembesan garam dan kristal kristal garamnya. Banyak kuburan yang ditutup untuk dipugar atau menghindari kerusakan yang lebih parah lagi.Yang menurut kita masih cukup bagus dan layak dilihat adalah Kuburan 55 (putra mahkota Amon Khopsef – anak laki laki dari Ramses III). Si Amon ini meninggal waktu masih muda, nggak jelas munkin kecelakaan lalu lintas waktu ngebut naik onta.

 
Kuburan 44 juga putra mahkota yang bernama Khaem Waset, anak laki laki dari Ramses III. Dinding kuburannya sangat bagus sekali dan terdiri dari 2 koridor dan 2 buah kamar besar. Entah kenapa si Ramses III ini kok anak laki lakinya mati muda semua. Untuk menuju kuburan kuburan ratu ini jalan kakinya cukup jauh dan menanjak. Sepanjang jalan nggak ada yang jualan air minum jadi cukup melelahkan juga.

 

Hatshepsut Temple

Hatshepsut adalah sorang wanita, tetapi pernah menjadi raja yang memimpin mesir. Satu satunya wanita yang dikuburkan di Valley Of The King. Namanya mengingatkan kita akan soup enak yang saat ini banyak buka cabang di mall kota kota besar, yaitu ‘Hartz Chicken Soup’. Lokasi candinya ada didaerah yang bernama Deir El Bahri dan semua orang pasti sudah pernah melihat candi ini karena berkali kali muncul di gedung bioskop sebagai lokasi shooting film Indiana Jones. Gambar disamping adalah tempat Indiana Jones berdiri saat menghadapi musuhnya, gaya Indiana Jones diperagakan dengan baik oleh kawan satu bus dari Italia, namanya Gerardo.

 
The Colossi Of Memnon
Ini adalah dua patung raksasa raja Amenhotep III sedang duduk di singgasananya, lokasi berada ditengah tengah lapangan terbuka tetapi aslinya berada didepan candinya yang saat ini sudah tidak tampak lagi. Konon kedua patung ini sudah dipindahkan dari tempat aslinya di Gabal El Silselah. Tingginya sekitar 21 meter dan sudah banyak yang runtuh terutama terkena gempa bumi pada tahun 27 Sebelum Masehi. Banyak bekas oret oretan orang Romawi yang berisi puisi, atau gambar gambar nggak karuan karena jaman romawi dulu patung ini berada di taman publik.

 

Temple Of Esna, The Ramesseum, Medinat Habu Temple of Ramses III
Males nyatat ceritanya, sudah kesel jalan kaki terus biar guidenya ngoceh sendiri saja. Kehabisan air minum lagi.

 

LUXOR – EAST BANK
Luxor Temple

Nah, baru semangat lagi. Setelah acara tour di West Bank selesai kita diturunkan kembali ke Hotel Mercure dan secepatnya mendinginkan badan yang penuh keringat dan makan dulu baru jalan lagi. Dari hotel Mercure kita cukup jalan kaki saja sekitar 100 meter menuju Luxor Temple. Disini acaranya lebih banyak sosialnya daripada wisata karena ketemu dengan rombongan anak anak panti asuhan Mesir. Karena candinya ditengah kota, maka gampang sekali mencari makanan kecil, mainan atau minuman untuk dibagikan kepada anak anak panti asuhan tersebut. Paling senang ndengarkan anak anak tersebut nyanyi dan mengucapkan ‘terima kasih’ dalam bahasa Indonesia yang cukup bagus, dan tentu amplop untuk pengasuh panti asuhan yang baik, ramah dan sangat memperhatikan anak anak tersebut tidak lupa.
Luxor Temple ini dibangun oleh raja Amenhotep III dan Ramses II menyempurnakannya dengan menambahkan bangunan dan patung di bagian depan. Raja Merenpetah, Seti I, Ramses III, Ramses IV dan Ramses VI juga ikut ikutan menambahkan bagian bagian kecil lainnya hingga bentuknya seperti saat ini. Raja Nektanebo juga meletakkan kepala Sphink dibagian depan yang menambah keagungan bangunan candi.

 

Karnak Temple

Karnak Temple ini sebenarnya juga nggak begitu jauh dari Luxor Temple atau hotel Mercure. Kalau mau jalan kakipun sebenarnya bisa tetapi kita lebih memilih naik kereta kuda (andong/dokar). Celakanya, pak kusir mengajak mampir ke pasar dulu dan ini benar benar susah nolaknya. Setelah dari pasar juga ngajak ke toko souvenir dan juga lebih susah nolaknya karena memang belum punya oleh oleh dari Luxor.
Akibatnya cukup fatal, begitu sampai di Karnak Temple langsung diusir petugas karena sudah tutup dan semua pengunjung diharuskan keluar dari lingkungan candi, duduk duduk sebentarpun juga nggak boleh. Sempat terheran heran juga, kenapa ngantri didepan loket bisa langsung didepan sendiri padahal di Candi yang lain penuh sesak, eh ternyata loketnya sudah tutup nggak ada petugasnya lagi.

Baca Juga :
Advertisements

Cari Pete Untuk Kawan Dari Mesir Dan India

Bingung juga kalau tiba tiba diberitahu akan kedatangan tamu dari Mesir dan India. Nggak banyak sih, hanya sekitar 3-5 orang saja kawan kawan mas Ardi sekantor. Entah kenapa rumah kita di Kuwait ini banyak sekali kedatangan tamu dan rasanya semarak sekali berbagai macam bangsa pernah mampir ke rumah kita di Kuwait. Kalau tamunya sesama dari Indonesia sih rasanya biasa saja karena menu apapun yang kita sajikan pasti cocok, tetapi kalau tamunya orang asing, kemungkinan tidak cocok dengan masakan Indonesia besar sekali tetapi mereka harus mencoba biar nanti bisa cerita di negara mereka masing masing.
Hari Jumat pagi, sengaja kami sudah berangkat ke Kuwait City, tujuannya jelas mau ngerjain tamu tamu tersebut dengan masakan Indonesia yang cukup terkenal, yaitu Gulai Pete khas Padang dan Sambal Jengkol. Untuk mencari Pete dan Jengkol sudah tidak jadi masalah serius di Kuwait, karena di Kuwait sudah sejak bertahun tahun lalu ada sebuah toko khusus yang menjual rupa rupa makanan Indonesia.

Nama toko tersebut adalah Jakarta Grocery, terletak di Fahad Al Salem Street, tepatnya di Ground Floor Shop No 13 – Souk Al Kabeer. Tetapi sering tertulis juga nama Kuwait Indonesian Foodstuff Co di lembaran kertas brosur atau barang dagangan di toko tersebut. Yang punya toko sangat ramah sekali, namanya pak Baraja, dengan rajin dan ramah juga mengajarkan ke kita cara membuat Gulai Pete dan Sambal Jengkol yang katanya cukup bersahabat di lidah orang Mesir dan India. Gulai Petenya pakai daging tetelan dan cara mengiris jengkol jangan terlalu besar dan jangan terlalu banyak biar rasa sambalnya lebih terasa.

Toko pak Baraja ini memang sangat lengkap sekali rupa rupa makanan Indonesianya untuk ukuran Kuwait dan menurut saya tidak ada yang bisa menandingi kelengkapannya diseluruh penjuru Kuwait, ada ikan asin, pete, jengkol, indo mie, kangkung, taoge, emping belinjo, kerupuk, tikar, salonpas, jamu, balpirik – balsem kerokan, minyak cap kampak, konidin sampai petis udang. Hebatnya lagi, kita bisa pesan barang langka apapun dan kalau pesanan sudah datang kita ditilpun langsung oleh direkturnya, pak Baraja.

Hari Sabtu, benar juga yang datang 5 orang dari Mesir 2 orang, India 2 orang dan Lebanon seorang. Makan siang bersama cukup sukses dan meriah. Efek samping makan pete dan jengkol tidak disampaikan secara langsung cukup memberitahu ‘The smell of your apartment toilet and bathroom will be different tomorrow…’ saja. Celakanya, selesai makan mereka tidak langsung pulang tapi pipis dulu di kamar mandi rumah kita. Dan akibatnya, kita juga yang akhirnya nanggung bau pete dan jengkol di kamar mandi depan. Bakalan 3 hari deh ngilangin bau pakai karbol…..

Kalau Sial Ketangkep Pak Polisi Kuwait

Alhamdullilah sampai hari ini belum punya record ditangkap polisi, artinya belum pernah nyumbang denda lalu lintas ke pemerintah Kuwait. Di Kuwait sini pak Polisi sangat kebal terhadap sogokan mungkin karena sudah dibayar dan diberi tunjangan negara yang sangat besar sekali atau mungkin juga sangat taat terhadap agama dan takut sekali dengan dosa. Menurut penilaian saya sih kedua alasan tersebut yang menyebabkan kebal sogokan.
Apabila kita punya mobil di Kuwait dan sering jalan jalan, resiko harus bayar denda lalu lintas disini sangat tinggi sekali apabila dibandingkan dengan di Indonesia. Sangat tinggi karena kemungkinan bisa karena ulah kita sendiri, ulah orang lain yang nyruduk mobil kita dari belakang atau lagi apes saja ketahuan sedang pegang HP. Semuanya serba mungkin terjadi kalau keadaannya seperti dibawah ini.
  • Banyak sekali kamera dimana mana, terutama sepanjang jalan besar atau jalan utama, tetapi ada juga yang kameranya masih manual, maksudnya polisinya ngumpet didalam mobil yang diparkir dipinggir jalan. Nah kalau ketangkap atau kejepret kamera ini, tahu tahu record kita ada list pelanggarannya, kalau dalam satu kali jalan kejepret 5 kali berarti siap saja bangkrut.
  • Parkir kendaraan disini sangat kacau karena tidak ada tukang parkir. Seandainya saja salah parkir di daerah yang dilarang parkir karena nggak tahu ngikuti mobil  lain (nggak ada tanda cuma trotoar dicat hitam kuning artinya dilarang parkir) tahu tahu roda mobil digrendel dan kaca mobil ditempeli kertas tilang.
  • Cara orang mengemudi disini sangat sembrono sekali dan ugal ugalan, meskipun kita mengemudi dengan benar dan kalau sampai disenggol mobil lain bisa jadi kita tetap jadi pihak yang ikut salah, misal dikira sedang makan didalam mobil karena ditemukan kulit kacang dimobil.

Kalau ketangkap kamera atau dapat ‘surat cinta’ dari pak polisi, mbayar dendanya cukup mudah karena mesin untuk bayar denda banyak bertebaran di mall mall, contohnya di Marina Mall atau di City Center. Dan dapat juga bayar lewat internet. Jadi nggak ada kesempatan sedikitpun pak polisi ngajak transaksi dibalik gardu seperti di Indonesia karena tempat mbayar denda sangat banyak dan mudah. Dan juga nggak ada disini STNK dan SIM dibawa kabur polisi dan kita disuruh ngikuti dari belakang karena kalau hal ini terjadi ya biarkan saja dibawa kabur, kita tinggal mencatat nomor mobil yang mbawa kabur dan besok tinggal buat laporan dan dicetak ulang karena sistemnya sudah online semua dan selama kita bisa menunjukkan civil id maka dengan mudah diketahui kendaraan kita atau bukan dan pelanggaran apa saja yang pernah kita lakukan selama di Kuwait.

Untuk mengetahui ulah kita selama di Kuwait termasuk jenis apapun pelanggaran kita bisa dilihat di webnya Ministry Of Interior

Kategori Pelanggaran Dan Jumlah Denda Dalam KD (Kuwaiti Dinar)
Catatan : 1 KD sekitar Rp 40.000

  1. Parkir bukan pada tempatnya 30 KD
  2. Tidak memakai seat belt pada saat mengemudi 50 KD
  3. Menggunakan Selular phone pada saat mengemudi 50 KD
  4. Makan, minum, merokok….dll saat mengemudi 50 KD
  5. Bayi duduk dibangku depan 50 KD
  6. Tidak berhenti sempurna di tanda STOP 50 KD
  7. Mengemudikan kendaraan Jordan dengan driving liscence asing 150 KD Plus 1- 4 minggu penjara atau keduanya
  8. Hit and Run 250 KD Plus 1-3 bulan penjara atau keduanya 
  9. Melanggar lampu merah 250 KD Plus 1-3 bulan penjara atau keduanya
  10. Mengemudi melawan arah di jalan satu arah 250 KD Plus 1–3 bulan penjara atau keduanya
  11. Mengemudi dengan pengaruh ALCOHOL 500 KD 3 –6 bulan penjara atau keduanya
  12. Mengemudi tanpa license 500 KD 3 – 6 bulan penjara atau keduanya
  13. Melebihi batas kecepatan diatas 1-10 Km per jam 50 KD
  14. Melebihi batas kecepatan diatas  10 – 20 Km per jam 100 KD
  15. Melebihi batas kecepatan diatas  20 -30 Km per jam 150 KD Plus 1 – 3 bulan penjara atau keduanya
  16. Melebihi batas kecepatan diatas 30 – 40 Km per jam 200 KD Plus 1 – 3 bulan penjara atau keduanya
  17. Melebihi batas kecepatan diatas  40 Km per hour 250 KD Plus 3 – 6 bulan penjara dan dicabut driving licensee, keduanya atau seluruhnya.

Awas, kalau sampai ngemplang atau nggak bayar denda, di bandara pada saat mau pulang ke Indonesia atau pergi keluar Kuwait anda bisa dapat masalah. Mujur kalau disuruh bayar dendanya saja, lha kalau disuruh nginep di penjara dulu gimana ?

Di Indonesia lebih luwes kan ? Meskipun dendanya tertulis jutaan, tetap saja bayarnya nggak sampai Rp 50.000 ke pak Polisi.

Tom Yam Rasa Kebab

Kegiatan lain para TKIwan KOC di Kuwait pada saat kumpul kumpul selain guyonan, adalah mencari rumah makan enak yang tentu saja informasinya kita gali dari berbagai sumber yang cukup kredibel dalam memberi penilaian enak atau tidak enak. Sumber informasi bisa dari siapapun baik dari kawan kawan Indonesia yang tinggal di Kuwait City maupun dari kawan kawan India.
Nah kali ini kita sengaja berangkat dari Mangaf menuju Dasman beriringan dengan 3 buah mobil dan jumlah penumpang yang rata rata semua perutnya sudah kelaparan sekitar 12 orang. Tujuan utama adalah mencari Tom Yam Kung, masakan thailand yang pedas kecut yang membayangkan saja sudah bisa membuat perut semakin keroncongan. Dibawah ini adalah profil restoran yang menurut kita layak dicoba.
Oriental Cuisine Restaurant
Lokasi restoran ini adalah di Dasman, kalau kita jalan dari Arabian Gulf Road kira kira 50 meter dari pertigaan atau tepatnya sebelum istana negara yang rusak belok kanan sekitar 200-300 meter. Restoran ini sangat kecil dan hanya terdiri dari 4 meja atau sekitar 12 pengunjung saja maksimum. Kalau mau makan disini harus booking dulu dan jangan kaget kalau ternyata kita dapat giliran jam 10 malam. Memang selalu penuh dan sangat susah untuk dapat meja di restoran ini. Menu favorit restoran ini diantaranya adalah Tom Yam Kung.

Celakanya, acara ke restoran ini spontanitas saja dan kita nggak booking sebelumnya sehingga akibatnya jelas kita harus nunggu diluar restoran dan tidak bisa duduk dan tidak bisa makan juga apalagi kita rombongan besar 12 orang, mana cukup …… Tapi daripada bengong nungguin, kita minta daftar menu dan selama berjam jam nunggu kita semua sudah hapal semua nama makanan dan minuman yang tertulis didalam daftar menu. Karena nggak dipanggil masuk juga setelah berjam jam nunggu akhirnya kita semua menyerah daripada kelaparan dan harus pindah ke tempat makan / restoran lain, yaitu Mubarakeeyah Food Court.

Mubarakeeyah Food Court

Kita tiba di food court ini sudah mendekati jam 9 malam, sudah tentu perut kelaparan semua. Letak Food Court ditengah tengah pasar Mubarakeeyah yang ramai dan penuh pengunjung. Tetapi meskipun ramai tetap saja bisa menampung rombongan besar 12 orang seperti kita, lha wong ditempat terbuka tinggal gesar geser meja dan kursi saja. Letak food court ini sebenarnya tidak begitu jauh dari Oriental Cuisine Restaurant, tetapi karena ditengah pasar perlu perjuangan sendiri untuk sampai ditempat ini, yaitu loncat tembok pembatas jalan yang membuat kita semua bertambah lapar.

Menu utama Food Court ini semua adalah masakan Arab yaitu Kebab. Daging sapi dan ayam dipotong potong lalu ditusuk dan dibakar seperti sate dan disajikan dalam piring besar dimana satu piring dikeroyok rame rame beberapa orang. Cara makannya bukan dengan nasi tetapi dengan qobus, roti khas arab dari gandum yang dioven dalam tungku tanah tradisional rasanya tawar dan untuk menelannya perlu perjuangan yang tidak ringan. Sayurannya mentah dan disajikan terpisah dan cara makannya seperti layaknya makan lalapan. Entah daun apa ini, rasanya kasar di lidah. Bawang merahnya besar sekali, tetapi lumayan lebih mudah menelan bawang merah daripada dedaunan yang kasar tadi.
Terakhir, meskipun kita semua karyawan Perusahaan Minyak Cap Manuk kelas dunia, untuk mbayar makanan dan minuman yang telah kita makan bersama tetap saja harus urunan. Cara urunanpun cukup unik, berapapun yang keluar dari dompet itulah yang dikumpulkan bersama dan hasilnya jumlah uang urunan yang terkumpul jauh lebih banyak dari harga kebab yang kita makan. Yang beruntung adalah Ayu, langsung dibawa lari uang kelebihan urunan tadi … La la la….

Toserba Beken Bernama Friday Market

Namanya Pasar Jumat kalau dalam bahasa Indonesia, tetapi para expatriate di Kuwait lebih suka memakai nama Friday Market. Pasar ini bisa dikatakan sebagai toserba paling besar yang pernah saya ketahui yang menjual berbagai macam barang baru dan bekas, low end sampai high end dan juga barang murahan sampai barang mewah. Semacam pasar traditional tetapi barang yang dijual berbagai macam mulai dari yang traditional sampai modern.

Pasar ini hanya buka hari Kamis, Jumat dan Sabtu saja mulai jam 9 pagi sampai jam 10 malam. Masih diwilayah pasar Jumat juga, banyak sekali  kios kios penjual furniture buka 7 hari penuh dari pagi sampai tengah malam. Setiap hari Rabu sore, pasar ini sudah mulai ramai dengan pedagang yang memasukkan barangnya untuk diperdagangkan keesokan harinya, dan hari minggu malam juga gaduhnya minta ampun karena para pedagang memindahkan barangnya entah dibawa kemana.

Coba perhatikan gambar gambar diatas, anda akan bisa melihat kesibukan pasar ini. Ada calon pembeli yaitu pak Yanto dan pak Bogi yang sedang mencoba mebel ‘luar angkasa’, ada juga yang sibuk memanggul pc dan monitornya, ada yang beli kulkas dan masih banyak lagi. Tempat parkir selalu penuh baik oleh mobil yang parkir sembarangan maupun oleh para kuli angkut yang mondar mandir membawa barang yang telah dibeli kedalam mobil.
Tetapi yang paling banyak adalah yang cuma jalan jalan sambil melihat cewek cewek Lebanon yang memang terkenal cantik dan jauh lebih ‘semlohe’ dibanding dengan Ayu dan Sarah Azhari di Indonesia. Lihat saja pandangan mata pak Yanto, Fahrizal, Bogi dan Iskandar pada photo yang berhasil kita jepret ini.

Porter atau kuli angkut banyak tersedia ditempat ini dan kebanyakan dari Bangladesh. Apabila kita masuk ke pasar ini, mereka langsung ngikuti kita dari belakang kemanapun kita pergi dan dengan sigap akan mengangkut barang yang kita beli kedalam kereta dorongnya. Kuli angkut ini resmi dan berseragam biru dengan nama dan nomor besar di saku depannya. Ongkos angkut sangat tergantung dari berapa lama ia mengikuti anda berputar putar keliling pasar.
Jalanan disekitar pasar ini selalu saja macet, tahu kenapa ? karena di Kuwait sini nggak ada yang namanya tata tertib berlalu lintas. Mobil dengan seenaknya berhenti ditengah jalan. Sopirnya bisa jadi sedang ngobrol dengan kawannya yang juga menghentikan mobilnya ditengah jalan. Kalau ngobrol, kedua sopir tadi sama sama turun dari mobil dan ngobrolnya sangat ‘gayeng’ nggak peduli jalanan macet. Lalu kendaraan yang lain gimana ? Nah ini yang patut ditiru oleh semua sopir yang ada di Indonesia, kendaraan yang lain semua dengan sabar menunggu kedua orang tadi selesai ngobrol, nggak ada yang ndongkol apalagi teriak marah marah. Kalau berhenti ditengah jalan menaikkan barang 15 menit itu adalah hal biasa yang luar biasa adalah kita harus sabar nunggu mereka selesai menaikkan barang.