Monthly Archives: January 2009

Urusan Visa Egypt

Nah. Disini saya akan memulai bercerita mengenai perjalanan kita ke Egypt di saat anak- anak libur sekolah, 22 Desember – 29 Desember 08 yang lalu. Seperti biasa sebelum masuk ke negara tetangga urusan pertama yaitu Visa. Tidaklah sulit untuk mendapatkan Visa Egypt. Cukup dengan waktu 2 hari kerja saja selesai . Jangan membayangkan kedutaan Egypt yang terletak di Rawda Block 5 No 1 sama dengan kedutaan Turki atau kedutaan yang lainnya.

Sebelum memasuki kedutaan terpasang pintu detector. Tetapi tidak berfungsi sepenuhnya. Penjaga hanya bertanya ” From Philipino”, “No. Indonesia”, jawabku singkat. ” Good….good…” Setelah masuk ruangan administrasi sedikit membingungkan. Semua tulisan maupun pengumuman yang ditempet di dinding semua menggunakan bahasa Arab. Satu-satunya counter yang ada tulisan bahasa Inggris dan langsung kita mengerti adalah counter Visa. Hanya tertulis satu kata saja Visa. Pengumumam – pengumuman yang lainnya juga menggunakan bahasa Arab.


Syarat – Syarat mendapatkan Visa Egypt :
– Ambil formulir Visa di kedutaan dan Isi ( Formulir gratis )
– Pas Photo 1 lembar, latar belakang tidak ditentukan.
– Passport Asli
– Surat keterangan dari Perusahaan
– Biaya KD 10 per passport

Advertisements

Susahnya Piara Binatang Di Kuwait

Piara binatang bukan hal sepele disini, kita harus mengikuti aturan yang ada dan lumayan bingung waktu pertama kali mengetahui prosesnya berbelit belit. Di Kuwait tidak pernah kita menjumpai ada binatang yang berkeliaran diluar rumah kecuali onta. Berawal dari keinginan kita untuk memiliki Kucing seperti yang telah kita lakukan bertahun tahun di Indonesia. Semula kita mencari kucing di pasar hewan di dekat Pasar Jumat (Friday Market) tetapi kita amati kucing kucing yang dijual ini tidak jelas pernah imunisasi rabies atau tidak dan harganya sangat mahal sekali. Lagipula, sepintas kucing yang dijual di pasar hewan ini dekil dan loyo mungkin karena sudah berhari hari dikerangkeng dalam kandang dengan makanan yang sangat terbatas dan kedinginan pula..

Di Kuwait,  saya pernah lihat ada rumah baru yang dilengkapi dengan kandang besar lengkap dengan isinya ayam dan bebek. Tetapi hanya sebulan saya lewat kembali didepannya, ayam dan bebek tersebut sudah hilang. Mungkin mati kena udara panas Kuwait atau mungkin sudah digoreng atau dipanggang jadi santapan yang lezat.

Setelah menunggu hampir setengah bulan. Akhirnya kita ditelpon dan disuruh datang ke Wfra untuk melihat kucing yang diinginkan.  Dan berhasillah Dinda dan Ayu membawa pulang satu kucing. Untuk mendapatkan binatang piaraan seperti kucing, anjing, hamster dll, prosesnya adalah sebagai berikut :

  • Isi formulir permohonan adopsi binatang peliharaan.
    Dalam formulir ini ditanyakan detail apakah kita pernah memelihara binatang atau tidak, bagaimana keadaan binatang tsb saat ini, berapa lama binatang akan kita tinggal sendiri dalam sehari, kalau kita meninggalkan Kuwait untuk cuti atau berlibur siapa yang akan merawat dirumah, Rumah tempat tinggal kita cukup luas atau tidak untuk binatang peliharaan.
  • Wawancara
    Setelah formulir diisi lengkap dan kita tanda tangani (ada pernyataan bahwa kita tidak bohong dan akan dilaporkan polisi kalau berbohong), maka kita masih harus menunggu sekitar seminggu setelah itu kita akan ditilpun untuk diwawancara segala sesuatu tentang pengtahuan ke’binatang’an.
  • Nunggu Peta Shelter
    Selesai wawancara, kita masih harus menunggu lagi satu atau dua hari dan harus setiap saat buka e-mail karena katanya  peta tempat penampungan binatang akan dikirim melalui e-mail. Apabila peta sudah kita terima, kita harus mencari dimana letak shelter penampungan berada. Dan, tahapan ini yang paling menarik karena ternyata shelternya berada jauh di ujung dunia yaitu Wafra. Untuk menuju ke shelter ini kita harus melalui gurun pasir dan kebun kebun pertanian yang canggih lengkap dengan green housenya.
  • Terima Paket Adopsi
    Paket Adopsi ini berisi surat surat tentang Kucing seperti imunisasi, akte kelahiran kucing lengkap dengan nama bapak dan emaknya, tata cara memelihara kucing, makanan apa yang disukai, mainan apa yang digemari, kebiasaan sehari hari dan alamat alamat penting seperti klinik hewan, rumah sakit pusat hewan, salon kucing dan juga perusahaan jasa eksport kucing seandainya kita nanti pulang ke Indonesia.
  • Memilih Binatang Piaraan
    Apabila surat surat adopsi dan perjanjian sudah kita tanda tangani dan terima barulah kita bisa memilih dan membawa pulang Kucing yang kita inginkan. Kita harus memilih satu diantara puluhan kucing yang smuanya bagus dan manis manis.
  • Bayar Biaya Adopsi KD 30 dan selesai.
    Sesampai dirumah kita harus secepatnya menelpon salon kecantikan kucing untuk Grooming (cuci, potong kuku (menicure – pedicure kucing) dan potong rambut model paling mutakhir dikalangan kucing. Harus secepatnya karena pemilik kucing akan ngontrol kucingnya dipelihara bener atau tidak dari seberapa sering kita memanggil tukang salon. Kandang kecil semacam tas untuk bawa kucing sengaja dititipkan ke kita dengan tujuan suatu waktu akan datang kerumah kita untuk ngontrol apakah kucing yang telah kita beli masih dipelihara dengan benar atau tidak.

Ada beberapa tempat jual beli binatang peliharaan diantaranya adalah :

  • Pasar Jumat
    Ini adalah pasar terbesar di Kuwait, ada yang khusus barang loak, karpet, furniture dan juga pasar hewan. Untuk hewan peliharaan bukannya lebih murah ditempat ini tetapi malah bisa berpuluh puluh kali lebih mahal.
  • www.paws-kuwait.org/
    Kita ditolak karena pada saat wawancara mengatakan pernah pelihara dua ekor kucing dan keduanya sudah mati di Indonesia. Mereka kaget kucing tersebut mati setelah 3 tahun kita pelihara. Kenapa muda sekali sudah mati, kenapa tidak dibawa kerumah sakit, dan berbagai macam kenapa.
  •  http://www.animalfriendskuwait.org/
    Kucing kita dapat dari Animal Friends League dan namanya sangat Arabic sekali yaitu HABIBIE yang berarti kawan, sahabat, teman.

Cari Hangat Di Musim Dingin

Musim dingin di Kuwait sudah mendekati puncaknya pada awal January 2009 ini. Tanggal 4 Jan 2009 temperatur diluar sudah menunjukkan angka 0 Derajat Celcius dan berdasarkan radio yang kita dengar tiap hari, dibeberapa tempat sudah banyak yang mencapai – 5 Derajat Celcius yang berarti beberapa hari mendatang temperatur akan bertahan diskitar 0 Derajat Celcius atau malahan turun lebih rendah lagi. Sarung, selimut, jaket, sweater, sleeping bag, topi hangat, sarung tangan dan penutup telinga sudah dikeluarkan semua, jadinya bukan malah hangat tapi malah kedodoran nggak karu karuan dan dipandang tidak sedap.

Anak anak, Ayu dan Dinda yang biasanya tidur sendiri juga sudah menyerah dan minta tidur berdesak desakan satu tempat tidur berempat agar lebih hangat. Heater pemanas ruangan juga langsung diset maksimum, tetapi tetap saja tidak dapat menghangatkan ruangan yang jadi terasa terlalu besar dan dingin. Menginjak lantai rasanya seperti sedang berdiri di bongkahan es batu sehingga kemana mana sandal tidak pernah terlepas sedikitpun.
Usaha untuk menghangatkan badan tidak berhenti begitu saja, Dinda menelusup masuk kedalam baju ayahnya untuk mengurangi angin dingin yang entah masuk k ruangan dari mana. Segala macam ide dan cara yang lebih ampuh lagi agar masih bisa tetap hangat didalam ruangan.harus dicoba, diantaranya adalah mengelilingi heater pemanas ruangan dan tidak lupa agar betah jongkok didepan heater sediakan juga chest nut untuk dipanggang diatas heater pemanas atau jagung. Kalau punya daging mentah,bisa juga dipanggang diatas heater pemanas ruangan untuk dijadikan steak yang lezat, sudah tentu heater harus dikorbankan. Tetapi hati hati, cara seperti ini pasti tidak dianjurkan pabrik pembuat heater.

Biar lebih hangat lagi, kita masih harus berjuang lagi yaitu masak masakan. Nggak peduli nggak ada yang bisa masak dan hasil masakannya gosong yang penting semua terlibat dan ngumpul didepan kompor atau panggangan steak/sate. Yang pingin bikin sate atau steak mau nggak mau ya harus buat sendiri meskipun daging yang dipanggang hanya sepotong kecil , manggangnya harus selama mungkin biar udara lebih hangat, gosong nggak apa apa bau gosongnya yang kemana mana bisa mengurangi hawa dingin juga dan perut tambah lapar.

Kekenyangan langsung tidur berdempet dempetan lagi.

Minta bantuan Mbah Google

Setelah urusan Visa Mesir selesai, giliran ngurus hotel atau penginapan selama kita di Mesir. Segala macam pertanyaan yang ingin kita ketahui tentang Hotel, lokasi dan harga cukup kita tanyakan kepada mbah Google. Hanya dalam hitungan detik saja berratus ratus informasi yang kita butuhkan dengan mudah dijawab oleh mbah Google. Setelah cocok baru kita booking Online tetapi sebelum memutuskan hotel mana yang tepat untuk tempat kita tinggal nanti sudah tentu harus kita pilah pilah mana yang website hotel beneran dan mana yang websitenya hotel broker.

Karena ke mesir bersama dengan anak anak yang masih ABG dan cewek semua tentu kita tidak bisa memilih hotel ‘bagpacker’ yang umumnya kelas melati dan letaknya di tengah perkampungan. Kita masih takut seandainya hotel melati tersebut juga digunakan sebagai hotel ‘tiga jaman’ seperti yang terjadi di hotel hotel melati di Bandung, Puncak atau kawasan berhawa dingin lainnya di Indonesia.

Setelah mantap dengan jawaban mbah Google, kita langsung memutuskan untuk booking sebagai berikut :

  • Di Luxor : Mercure Hotel – dapat EUR 44 per kamar per malam
  • Di Cairo : Wisma Nusantara – Cairo – dapat USD 35 per kamar per malam

Mercure Hotel – Luxor

Hotel ini terletak didepan sungai nil dan di tengah-tengah pusat keramaian kota Luxor. Hotel ini tidak bisa disamakan dengan hotel Mercure di Indonesia atau di tempat lain yang megah, meskipun klasifikasi bintangnya sama, yaitu bintang 4, Mercure Hotel Cairo tampak kusam dan tidak terawat dengan bagus, tetapi jangan ditanya turis mancangara penuh memadati hotel itu. Hotel yang sama kalau di Indonesia jelas jauh lebih bagus dibanding di Mesir. Atau bisa dilirik disini http://www.mercure.com/ tarif yang kita pilih EUR 44 per malam.
Tapi hotel ini atau mungkin resepsionisnya ‘mbeling’, ternyata malam pertama saya ditagih EUR 155 dengan alasan tarip yang EUR 44 baru berlaku keesokan harinya (Kita tiba di hotel sekitar jam 4 pagi dan langsung ditembak EUR 155). Note : setelah berhari hari di Mesir kita baru tahu bahwa yang ‘mbeling’ itu ternyata bukan staff resepsionis Mercure saja tetapi seluruh orang mesir, attitudenya nggak bener semua dan sering kali memeras turis.

Wisma Nusantara Cairo

Di Cairo kita bermalam di Wisma Nusantara. Penginapan ini dibawah naungan KBRI Cairo. Entah bagaimana tiba-tiba kita cocok dengan promosinya. Dan kembali ke Mbah Google yang selalu setia memberi petunjuk apapun yang kita butuhkan. Bisa dilihat ke http://www.wismamesir.com/ . Sempat terkejut juga begitu tiba dihotel ini karena websitenya kurang begitu meyakinkan, bayangan saya adalah sebuah hotel hotelan yang kusam dan suram seperti kebanyakan hotel yang dikelola pemerintah atau pemda. Hotel Wisma Nusantara Cairo ternyata sangat bagus sekali dengan kebersihan kamar dan pelayanan terhadap tamu yang sangat memuaskan.

Dengan harga sewa per kamar USD 35, jelas sangat wajar apalagi sudah disertai dengan pelayanan yang bagus dan jaringan internet 24 jam gratis, sudah jelas breakfast dengan masakan Indonesia juga termasuk dalam room rate diatas. Fasilitas isi kamar boleh dikatakan tidak kalah dengan hotel bintang 5 yaitu TV dengan siaran satelit dari berbagai macam channel. Disamping itu kalau cuma sekedar kopi, teh, wedang jahe, atau roti tawar tersedia setiap saat dan anda bebas buat sendiri atau minta tolong dibuatkan. Selama kita tinggal di Wisma Nusantara Cairo, kita juga menggunakan jasa layanan yang lain, diantaranya adalah :
  • Sewa Mobil
  • Paket Tour dan Guide
Wis. Pokok serasa tinggal di kampung halaman sendiri. Tarip sewa mobil dan paket tournya juga sangat wajar. Yang menarik adalah semua staff hotel dan tour guide adalah mahasiswa Al Azhar yang masih aktif. Jadi, para mahasiswa yang ingin ngobyek jadi guide atau sopir terpaksa harus giliran tergantung ada atau tidaknya kuliah dan banyak atau sedikitnya tugas yang sedang diembannya. Suasana didalam Hotel sangat santai dan kekeluargaan khas Indonesia.
Jangan segan segan untuk pesan masakan Indonesia apapun, dengan senang hati kita akan dipesankan atau diantar ke restoran Indonesia yang banyak bertebaran di Cairo terutama ditempat tempat konsentrasi mahasiswa Indonesia.

Tips :

  • Jumlah kamar di Wisma Nusantara cuma 9 kamar saja, tetapi di Cairo banyak Penginapan penginapan lain yang juga dikelola oleh para mahasiswa Al Azhar seperti Griya Jatim, Griya Betawi dan lain lain. Tetapi yang terbesar adalah Wisma Nusantara, jadi silahkan booking jauh hari sebelum kedatangan anda agar bisa mendapatkan salah satu dari 9 kamar yang tersedia.

Baca Juga :