Luxor – Aswan, Hari Pertama – Siang & Malam


Keputusan sudah mantap, hari pertama di Mesir kita akan jelajahi semua candi dan obyek wisata yang jauh dahulu yaitu yang di daerah Aswan dan sekitarnya. Jarak Aswan – Luxor sekitar 214 Km (sekitar 3 jam dengan mobil sewaan). Agar semua obyek wisata bisa kita singgahi semua dalam sehari saja maka pilihan hanya sewa mobil saja yang paling menarik, naik angkutan umum seperti bus, kereta api atau angkot jelas tidak mungkin karena anak anak terlalu sensitif terhadap bau bauan terutama bau badan orang mesir kalau harus ikut ikutan berjubel diatas angkutan umum. Naik angkutan umum memang murah, tapi perjuangan mengatasi bau keringat penumpang lain harus dipertimbangkan benar. Banyak turis ‘backpacker’ yang berjiwa adventure naik angkot ini dengan alasan bisa dekat dengan masyarakat, tetapi bagi kita dan mengingat waktu yang sangat terbatas maka lebih baik sewa mobil saja EGP 750 per hari, lumayan mahal karena sewa mobilnya di hotel.

Perjalanan dari Luxor ke Aswan tidak ada bedanya dengan perjalanan di daerah Delanggu Klaten. Jalannya bisa dikatakan sempit kalau dibandingkan dengan jalan raya Delanggu Klaten. Persamaannya hanyalah pada suasana dikiri dan kanan jalan yang penuh dengan padi, tebu dan juga tanaman tanaman buah dan sayur. Sepanjang sungai Nile ini memang subur sekali, tetapi hanya berjarak sekitar 100 meter saja di sebelah kiri jalan sudah berubah jadi padang tandus. Rasanya bersyukur sekali Indonesia yang dikaruniai alam yang hijau dan subur.
Yang berbeda dengan Delanggu Klaten adalah banyaknya keledai disepanjang jalan. Keledai keledai ini layaknya sepeda motor kalau di Indonesia, saya perhatikan penduduk setempat selalu naik keledai kalau bepergian ke pasar, tetangga atau hanya sekedar jalan jalan. Kalau di Indonesia jalan macet karena penuh sepeda motor dan becak adalah hal biasa, di Mesir kita terpaksa harus turun mengatur lalu lintas keledai dan bahkan meminggirkan keledai keledai tersebut kalau ingin mobil kita terus melaju sampai Aswan
Obyek Wisata Aswan
  • Temple Of Kom Ombo
  • The Temple Of Edfu
  • Philae Temple
  • The Unfinished Obelisk
  • The High Dam
  • Tomb Chapels Of The Nobles.
  • Elephantine Island, The Botanical Island.
  • Abu Simbel Temples
Temple Of Kom Ombo
Hanya sekitar 50 km sebelah utara Aswan atau kalau dari Luxor berarti menjelang masuk kota Aswan, daerah ini lumayan kering dan gersang. Untungnya bukan musim panas pada saat kita datang jadi masih cukup kuat menahan terik sinar matahari. Candi ini merupakan candi tempat pemujaan dewa Mesir Horus dan Sobek (kok mirip patung buaya ya). Detailnya sejarahnya nggak tahu, abis nggak pakai guide jadi nggak ada yang bisa njelaskan sejarahnya. Yang jelas ada relief Cleopatra, entah Cleopatra versi II atau VII yang jelas saya cuma ngerti Cleopatra itu terkenal cantik jelita.
Pemandangan dari candi ini sangat indah sekali, terutama perahu perahu layar yang lalu lalang di sungai Nile dan juga kapal kapal wisata yang melintas. Di bagian bawah candi ada semacam cafe atau restoran tetapi tampaknya buka hanya malam hari saja. Melihat bentuknya seperti cafe remang remang untuk pacaran orang Mesir.
The Temple Of Edfu
Candi ini berjarak sekitar 60 Km sebelah Utara Aswan. Banyak sekali turis yang datang disini dibandingkan dengan Kom Ombo. Tetapi anak anak bosen lihat candi batu yang monoton warna coklat tanah. Bentuk arsitekturnya campuran antara Mesir dan Romawi, dikenal juga sebagai Temple Of Horus dan banyak terdapat relief dewa mesir kuno seperti Horus, Behdet, Hathor dan anaknya Hor Sama Tawy. Hah, siapa pula mereka…. nggak perlu dibahas disini.
Yang menarik dari candi ini adalah adanya patung burung merpati disetiap kiri dan kanan pintu masuk, ada yang mengatakan burung falcon tetapi ada juga yang mengatakan bukan burung tetapi jelmaan dewa. Konon disamping sebagai penjaga pintu masuk juga sebagai lambang kesuksesan, kebahagiaan dan murah rejeki. Waktu saya tanyakan kenapa ada patung anak kecil diantara kaki burung. Eh yang ditanya dengan seenaknya njawab ‘anda bisa minta banyak momongan ke burung itu’. Hah turis aneh apa pula ini …., dua anak saja capeknya bukan main kok bisa bisanya nyuruh saya minta momongan ke patung burung sampai ke Mesir.

Philae Temple & Unfinished Obelisk

Dua tempat ini tidak sempat kita kunjungi karena perut sudah keroncongan dan jam sudah menunjukkan jam 14:30. ‘Paling sama saja dengan candi yang lain, batu dan dinding coklat doang’, anak anak sudah mulai protes. Akhirnya kita yang ngalah dan cari tempat makan yang layak letaknya ditengah tengah Pasar Aswan yang ramai dan restoran restoran di tengah pasar ini ternyata adalah restoran para turis.

Membaca menu makanannya saja langsung puyeng, namanya aneh dan tidak tahu sama sekali apa yang tertulis dalam menu dan juga semua bahasa Arab.  Tetapi karena perut sudah begitu laparnya akhirnya kita pilih makanan yang tidak ada dalam menu yaitu ‘Same’. Maksudnya sama dengan yang dimakan turis lain yang lebih duluan datang dari kita. Herannya juga, banyak turis lain yang ikut ikutan, begitu ditanya waitrees langsung jawabnya ‘same’ sambil ngakak.

Aswan Souk (Pasar Aswan)

Pasar Aswan ini yang bikin acara tour di Aswan berantakan semua. Sebenarnya masih ada beberapa tujuan lagi yang bisa kita kunjungi sebelum maghrib tetapi ternyata tidak terasa kita membuang waktu ber jam jam didalam pasar. Akibatnya Tomb Chapels Of The Nobles dan Elephantine Island, The Botanical Island tidak jadi kita kunjungi. Kuil Abu Simbel terlalu jauh dari Aswan (sekitar 325 Km dari Aswan atau 4 jam perjalanan) dan kalau mau kesana harus nginap dulu di Aswan.
Di Pasar Aswan ini, kita dikerjain pedagang pasar. Nggak tanggung tanggung, kalau menawarkan barang dagangan mahalnya bukan main membuat kita ragu ragu untuk menawar. Bayangkan saja sebuah hiasan papyrus tidak terlalu besar ditawarkan EGP 500 tetapi ketika iseng iseng saya tawar EGP 100 langsung diberikan dengan harga EGP 125, turun 75 %. Catatan : setelah sampai di Cairo kita baru tahu bahwa papyrus ini adalah palsu, terbuat dari batang pisang bukan daun papyrus.

The High Dam Of Aswan

The High Dam kita pilih sebagai kunjungan terakhir karena matahari sudah pelan pelan tenggelam dan perjalanan pulang ke Luxor masih memerlukan waktu 3 jam lagi. Dam ini sangat terkenal di Mesir dan negara sekitarnya karena tiada duanya, tetapi kalau bagi orang Indonesia, mungkin heran dam kayak gini kok dijadikan tempat wisata. Kita sudah terbiasa melihat dam di Indonesia karena sungai di Indonesia sangat banyak sekali yang di dam sedangkan disini hanya sungai Nile saja yang bisa di dam, yang lainnya cuma selokan. Malahan dam di Indonesia bisa untuk mancing atau sekedar naik perahu keliling danau. Di Aswan kita cuma melihat air dari atas saja. Banyak turis yang negaranya banyak sungai cemberut nggak ada yang bisa ditonton didam ini.
Catatan :

Perjalanan malam hari dari Aswan ke Luxor sangat membuat kita deg degan. Semua kendaraan tidak ada yang menyalakan lampu sama sekali. Hanya dari cahaya bulan saja kita bisa melihat ada mobil didepan atau tidak. Semula saya heran dengan hal ini, tetapi setelah terbiasa mata kita akan bisa melihat lebih jelas mobil didepan kalau lampu tidak ada yang dinyalakan sama sekali. Kalau semua mobil tidak menyalakan lampu, mata kita akan bebas dari silau dan ternyata bisa melihat lebih jelas di kegelapan hanya dengan cahaya bulan. Nggak percaya ? Coba saja jalan malam Aswan – Luxor malam hari. Nggak usah kuatir ditangkap polisi kalau lampu tidak dinyalakan, disini banyak Polisi Tidur dalam arti tidur beneran seperti gambar disamping.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s