Monthly Archives: January 2009

Pempek Enginering

Seperti apa bentuk dan rasanya kalau Pempek Palembang dibuat oleh para Engineer kelas kakap yang sudah malang melintang di segala sudut dunia ? Nah ini terjadi di Kuwait, para engineer ngumpul bersama bukan untuk mendesign sesuatu barang yang musykila tetapi untuk acara masak bersama. Acara seperti ini bukan untuk yang pertama kalinya diadakan di rumah kita di Mangaf, tetapi yang pertama kali bisa mengumpulkan para engineer dengan jumlah banyak, paling tidak lebih dari 15 orang engineer tumplek bleg di dapur.

Rasanya sebagai pemilik blog yang selalu dibaca oleh keluarga rekan rekan engineer yang belum membawa keluarganya ke Kuwait, ada rasa ikut bertanggung jawab untuk menjaga para bapak bapak  agar tidak keluyuran tidak tentu arah di Kuwait ini, yaitu selalu mengajak  kumpul bersama, menghibur agar tidak bersedih jauh dari keluarga dan sejenak melupakan rutinitas kerja di lingkungan baru Kuwait. Hasilnya menurut saya tidak begitu mengecewakan, paling tidak saat saat kritis hari week end bisa kita isi dengan acara yang positif, positif bagi rekan rekan  dan positif juga bagi kita karena tidak perlu memasak.
Ada beberapa kelompok ‘tidak resmi’ yang secara natural terbentuk dengan sendirinya di dapur rumah kita. Kelompok kelompok ini sesuai dengan keahlian ekstrakurikuler diluar kerja seperti nyuci piring, mbuang sampah dan lain lain, anggap saja Team :
  • Pempek Engineering Team yang dimotori oleh pak Diswan yang memang asli Palembang dan sudah cukup piawai dalam membuat Pempek Palembang. Pempek ‘Lenjer’ dan ‘Kapal Selam’ dibuat dengan sedikit inovasi sesuai dengan ke’engineeringan’ pembuatnya dan ukuran dibuat sesuai ukuran  pemesan. Pak Irfan paling jelas sekali, ukuran pempek ‘Lenjer’nya kecil sekali karena beliau tidak percaya dengan mak Erot.
  • Sambal goreng Udang team. Dimotori oleh Pak Imam. Dengan rasa pedasnya  minta ampun. Tetapi cukup uenak juga. Terbukti ludes dimakan.
  • Ikan Rica Rica Team . Dengan komandan Pak Rafiq. Dibantu oleh Pak Wahyu, Pak Ade serta semuanya ikut menambahkan bumbu2 ke masakan . Dengan hasil akhir  bukan yang dimaksud Rica Rica tetapi jadi Opor Ikan fillet .  
  • Team Basah, team ini kerja ditempat paling basah yaitu nyuci piring dan perkakas lainnya di wastafel. Karena kerjanya paling berat akibatnya makannya juga paling banyak. Dan karena piring dan sendok semua dibawah kendali dan kontrolnya maka team ini paling bebas memilih piring yang paling besar sendiri. Rajin juga buang sampah dan membersihkan meja.
  • Team Sholat . Maksudnya selalu mengingatkan waktu saatnya Sholat wajib datang. Ketua team ini paling repotnya bukan main. Selalu memandangi Jam tangan. ” Kurang lima menit”  kata-kata itu yang sering keluar.  Tiba saatnya adzan harus bubar semua dan berangkat sholat ke masjid di dekat rumah kami.
  • Team Ngakak, nah ini yang paling banyak anggotanya tugasnya juga tidak ringan, membuat cerita cerita segar dan lucu untuk jadi bahan tertawa bersama. Tugas lainnya adalah mencoba makan dan motonya ‘Saya coba dulu, ikuti kemudian’. Selain guyonan juga menghibur dengan nyanyi, bermain musik dan tentu saja joget dangdut. Dari lagu Rhoma Irama sampai Inul Daratista bahkan sampai lahu cicak Rowo…..wis pokok top.  Team Riang Ria komandannya Pak Rudi.
Tidak pernah ketinggalan seperti biasanya pada acara kumpul kumpul dirumah kita selalu dihibur oleh beberapa artis artis dan pemain musik kagetan yang biasanya lebih dekat dengan urusan teknis daripada nyanyi dan bermain musik, sebut saja Iskandar yang langsung turun pegang keyboard. Akibatnya yang nyanyi ke utara dan yang bermain musik ke selatan. Tetapi lumayan juga, ada beberapa yang sangat berbakat jadi vokalis dan bisa direkrut untuk masa depan “TKIKOC Band”. Hebatnya lagi pak Ustad Arif tidak cuma merdu melafazkan Al Qur’an tetapi bisa juga menyanyi dengan lagu lagu berat.
Bakat bakat terpendam juga muncul, misal Fahrizal yang sudah lama tidak pernah bermain guitar tetapi begitu pegang electric guitar langsung saja nge’rock’ sehingga penyanyinya pak Rudi Zamrud harus teriak teriak karena keteteran ngikuti. Lebih berantakan lagi ketika dimunculkan lagu lagu dangdut, kacau tetapi goyang teruussss.

Oyee – Dapat Shodaqoh Kodok Kuwait

Siapa bilang orang Kuwait pelit dan tidak ‘welcome’ terhadap orang asing. Yang saya kenal selama ini mereka adalah baik baik semua dan dermawan terhadap siapapun. Mereka mudah diajak berteman meskipun jarang tersenyum atau tertawa ngakak selucu apapun kita guyonan.  Kodok pada gambar disamping adalah salah satu contoh kedermawanan orang Kuwait terhadap saudaranya sesama muslim yang menurutnya termasuk dhuafa.

Seperti biasa, setiap hari libur weekend (jumat dan sabtu) kita serumah selalu keliling kota blusak blusuk kemanapun juga. Nah tanggal 23 dan 24 Jan 09 ini sebenarnya tujuan utama ke pasar loak didaerah sekitar Al Rai-Pasar Jumat dan Shuwaikh Port. Tetapi entah kenapa daerah jelajah kita perluas sampai ke Andalus karena sebelumnya kita melihat di internet ada penggemar VW disana. Karena kita  penasaran pingin melihat koleksi VW orang tersebut dan juga ingin tahu jalan darat kearah Saudi Arabia dan Irak  yang katanya melalui Andalus. Kanan kiri sepanjang jalan menuju daerah Andalus banyak terdapat pasar jual beli mobil bekas terutama didaerah Al Rai-Friday Market dan Suwaikh Port. Kita tidak berencana untuk mencari mobil kesitu. Hanya tujuan utama meluangkan hari Libur jalan-jalan dengan anak dan suami saja. Tibalah saatnya  waktu sholat Ashar,  maka kita istirahat dan  Mas Ardi melakukan sholat di masjid kecil di Andalus.

Nah disinilah awal cerita dimulai.  Setelah  keluar dari masjid, disamping masjid kita semua tertawa  melihat ada mobil VW New Beetle dengan roda depan gembos dan sedikit berdebu. Warna mobil merah menyala mengingatkan saya akan VW Kodok tercintanya Mas Ardi di Indonesia. Kita berempat tengah mengamat amati  dan mengelilingi VW Kodok tersebut, tiba-tiba Mas Ardi didatangi seorang Arab Kuwait yang ternyata garim masjid. Namanya Ali.  Dengan sapaan ”kamu suka dengan mobil itu,”. Ternyata VW Kodok merah tersebut dititipkan seseorang ke Garim masjid  agar diopeni dan dijual kalau bisa. Si Garim sudah punya mobil sendiri Volvo sehingga si Kodok jadi terlantar kepanasan dan garimnya sendiri lupa tugas dan amanat untuk menjualnya. Panjang lebar Mas Ardi   cerita tentang kegilaannya terhadap VW Kodok di Indonesia termasuk nunjukin photo photo kodok yang di Indonesia dan  kebetulan masih di simpan dalam camera yang kita  bawa. Tak disangka dan tak dinyana Mas Ardi  dikenalkan dengan si pemilik VW New Beetle yang kata si Ali juga penggemar berat VW. Cocoklah sudah, bisa ketemu sesama penggemar berat VW.

Dari ngomong ngomong ini ternyata ketahuan bahwa sebenarnya si pemilik VW bersimpati terhadap Ali karena rajin dan bersemangat dalam mengurus masjid sehingga ia ingin memberi sesuatu kepadanya. Ternyata Garim itu diberi VW New Beetle  dan  nggak dipakai karena mungkin terlalu canggih, diberi amanat untuk menjual juga setengah hati melaksanakannya. Entah mimpi apa semalam tiba tiba saja si pemilik VW langsung minta Mas Ardi untuk  ngopeni VW New Beetlenya, dia nggak tega sebenarnya melepas dan tidak rela VW New Beetlenya kalau sampai jatuh ditangan orang yang tidak mencintainya, menurutnya  Mas Ardi  adalah orang yang paling cocok untuk ngopeni VW Kodok. ” Tolong beri Garim  uang sesuai dengan perkiraan harga mobil itu  dan kamu boleh bawa VW New Beetlenya”.  “Bagi Ali mungkin akan lebih senang kalau menerima uang saja daripada harus memelihara  VW”, pesan si Kuwaiti terhadap Mas Ardi.

Akhirnya, kita beri garim tersebut uang ‘jual beli’ yang kalau dihitung hitung sangat jauh dibawah harga pasaran mobil VW New Beetle. Dan untuk membawa pulang mobil tersebut, kita minta bantuan seorang Sr Reservoir Engineer yang barangkali kalau minta bayaran akan jauh lebih mahal dari harga VW tadi. Dicoba kecepatan 100 km/jam di highway 30 tidak ada masalah, mesinnya masih senyap dan tidak terdengar suara aneh atau klitik klitik apapun. Begitu sampai dirumah, Harris (penjaga rumah) langsung kita kerahkan untuk mencuci agar lebih kinclong lagi.
Nah, inilah cerita paling top bulan ini yang bikin kita simpati berat terhadap keramahan khas Kuwait. Keramahan suatu negara yang kaya raya tetapi tidak lupa yang ‘diatas’ dan lingkungannya, termasuk shodaqoh VW New Beetle ke kita…he…..he.

Restoran Ngetop Para Engineer Baru Perusahaan Minyak Cap Manuk

Kalau ada restoran yang ngetop dikalangan engineer baru KOC tentu jawabnya adalah Hubara Restaurant, Mughal Restaurant dan One Minuite Restaurant. Kalau sampai ada engineer baru KOC datang ke Kuwait tetapi nggak ngerti juga ketiga restaurant tersebut, pasti ada yang janggal, bisa jadi si engineer baru kuper, bisa jadi selama di Kuwait restaurant tersebut tutup.

Hubara Restaurant

Ini adalah restaurant KOC yang terletak didalam komplek perumahan dan perkantoran KOC di Ahmadi. Jarak dari guest house (tempat dimana para engineer baru KOC untuk pertama kali diinapkan) hanya sekitar 200 meter saja, biasanya para engineer baru KOC berombongan jalan kaki ke restaurant ini untuk makan malam. Makan pagi atau siang tidak disediakan oleh restaurant ini alias tutup. Menu yang tersedia umumnya adalah soup, steak dan beberapa makanan arab yang umumnya serba daging. Harga sangat murah karena disubsidi KOC tetapi untuk bisa masuk ke restoran ini harus menunjukkan badge KOC, paling tidak penanggung jawabnya harus punya badge KOC, kecuali engineer baru yang belum punya badge masih bisa dimaafkan.
Mughal Style Restaurant
Restaurant ini terletak didalam komplek perumahan Ahmadi juga tetapi cukup jauh kalau dari guest house KOC. Tepatnya terletak di Shopping Center, kira kira dua km dari guest house atau bachelor quarter. Cukup telpon saja dari guest house, makanan yang kita pesan akan diantar. Dan jangan lupa anda harus datang ke restoran ini dulu untuk ngambil menu makanan seandainya tidak anda jumpai di guest house atau bachelor quarter.
Masakan yang bisa disiapkan di restoran ini sangat banyak sekali, lebih dari 80 jenis makanan di menunya. Kebanyakan masakan India dan Chinese, tetapi harus diingat chinese Food direstoran ini rasa Indianya kental sekali dan menurut saya sama sekali bukan Chinese Food.
One Minuite Restaurant
Maksudnya restoran satu menit, tetapi nulisnya sangat Arabish (Arab Indian English) sekali. Letaknya ditengah pasar Fahaheel, persis didepan pangkalan bongkar muat truk sayur dan juga pangkalan taxi. Sangat ramai sekali kita bisa makan berbaur dengan sopir taxi, kuli angkut dan para tenaga kerja di pasar Fahaheel. Yang makan direstaurant ini sangat majemuk sekali dari berbagai bangsa yang ada di pasar Fahaheel dan sekitarnya. Sayang pengunjungnya nggak ada yang perempuan.
Sangat terkenal dikalangan TKIwan KOC karena harganya yang murah sekali, yaitu hanya 600 fills saja sekali makan. Hebatnya lagi, bebas nambah nasi maupun lauknya, malahan kalau kita makan sedikit, tanpa AIU langsung piring kita diisi nasi lagi, pokoknya sampai sekenyangnya. Harga 600 fills hanya berlaku untuk nasi dan lauk kare ayam, daging atau ikan. Kalau kita pesan yang lain, misal teh manis jelas harus nambah beberapa fills lagi. Disamping rasa masakannya enak dan murah, kepuasan perut untuk menampung sebanyak banyaknya makanan yang jadi pertimbangan utama mengunjungi restoran ini. Sekali makan saja hari Jumat bisa untuk bertahan sampai masuk kerja kembali hari minggu.