Monthly Archives: December 2008

Berangkat Ke Istanbul

Setelah persiapan Visa masuk ke Turkye beres semua bulan Oktober 2008 yang lalu, akhirnya berangkat juga ke Istanbul. Tepatnya tanggal 5 Dec 2008, pesawat Jazeera Airways yang telah kita booking dua bulan sebelumnya akhirnya lepas landas jam 7:15 pagi. Sengaja booking dua bulan sebelumnya agar dapat tiket murah. Tinggal landasnya memang jam 7:15 pagi, tetapi jam 3 pagi sudah bangun mempersiapkan perjalanan buat kita semua.
Karena di Kuwait sedang masuk musim dingin, ketika bangun jam 3 pagi jelas langsung kedinginan, temperatur udara Kuwait pagi itu sudah mencapai 12 derajat Celcius. Tanpa mandi dan tanpa gosok gigi, eh gosok gigi ding…., kita semua berempat berangkat ke bandara Kuwait International. Mobil kita parkir dibandara karena di bandara ini ada fasilitas Long Term Parking dengan biaya KD 0.5/12 jam. Jam 05:00 pagi ternyata kedinginan juga di bandara, jaket tebal ternyata tembus juga sehingga akhirnya selimutpun dikeluarkan untuk mengurangi hawa dingin yang mulai menembus sampai ke tulang tulang.

Wajah cantik, dandanan modis, penampilan anggun semua rusak berantakan gara gara kedinginan di bandara. Sambil menunggu ‘boarding’, kaki dilipat dan dinaikkan ke kursi, selimut ditutupkan ke kaki, celakanya sejam nunggu rasanya lama sekali, mata masih ngantuk dan rambut sedikit acak acakan, wuah benar benar mirip ‘Bu Bariah’. Anak anak dan suami ikut ikutan ngejek pula…..

Tips :

  • Untuk mencegah kedinginan, jangan cuma badan saja yang diberi jaket tebal. kakipun perlu dipikirkan agar tidak kedinginan.
  • Kalau dirasa perlu, bawa wedang ronde, serbat atau wedang jahe dari rumah. Di bandara Kuwait nggak ada yang jual minuman penghangat badan seperti ini.
  • Dandan secantik apapun, penampilan seanggun apapun bisa seketika berantakan gara gara kaki kedinginan.

Baca Juga :

Advertisements

Ulang Tahun Ke 17 Usia Pernikahan

Tanggal 21 October 2008 adalah genap 17 tahun pernikahan kami. Tidak terasa sudah selama ini kami berumah tangga, rasanya baru beberapa tahun saja kami menikah. Banyak hal hal yang telah kita lalui bersama baik suka dan duka, dan alhamdullilah segala kesulitan bisa kita atasi bersama. Dua anak yang dititipkan Allah kepada kami juga turut tumbuh dewasa bersama kami tanpa kekurangan yang berarti. Mengingat hal ini, tentu hanya doa dan syukur saja yang bisa kami sampaikan kepada Allah.
Kalau kita runut ke belakang, sebenarnya sudah 27 tahun pertemuan kami sejak pertama kali ada tanda tanda ‘nyetrum’. Bukan waktu yang singkat untuk bisa menjalankan biduk rumah tangga. Banyak tahapan ‘tahapan kehidupan’ yang telah kita lalui dan akan kita lalui  dimasa yang akan datang. Diantara ‘tahapan kehidupan’ tersebut adalah sebagai berikut :
  • Dambaan Hidup
    Punya suami/Istri adalah dambaan hidup. Tahap paling awal dimana kita berdua masih ‘jomblo’ dan masih berusaha keras mencari dambaan hidup. Karena masing masing hanya mendambakan saja dan masih malu malu kucing, ya jelas diantara kami berdua belum tahu apa arti ‘hidup’ dan apa ‘hidup’ itu sendiri.
  • Pandangan Hidup.
    Suami/istri adalah pandangan hidup. Ini adalah tahapan awal kami 27 tahun lalu saat mulai sering bertemu dan mulai sedikit mengerti tanda tanda ‘hidup’, masing masing masih berusaha menjajaki siapakah kiranya nanti yang akan cocok menjadi calon pendamping hidup, Kami sering saling memandang dan belum mengenal benar satu sama lain. Anehnya, hanya dengan memandang saja, mas Ardi bisa langsung ‘hidup’
  • Pendamping Hidup
    Suami/istri adalah pendamping hidup. Kami sudah benar benar saling mengenal dan telah sepakat untuk menikah dan seia sekata akan  selalu bersama. Kemana mana kita selalu berdua, bergandengan dan jalan bersama. Tepatnya tanggal 21 October 1991 kami sepakat duduk dipelaminan. Anehnya, baru didampingi saja, mas Ardi bisa langsung ‘hidup’, dipepet lebih ‘hidup’ lagi.
  • Gairah Hidup
    Suami/istri adalah gairah hidup. Setelah menikah rasanya semua serba bergairah, apalagi belum dikaruniai anak. Saking bergairahnya, baik pagi, siang malam selalu saja mas Ardi ‘hidup’ dan bergairah.
  • Pegangan Hidup
    Suami/istri adalah pegangan hidup. Tahapan yang cukup sulit bagi kita, kami telah dikaruniai dua orang anak yang lucu dan cantik.Usia pernikahan masih cukup muda dan akar masih belum kokoh, banyak perbedaan perbedaan muncul dan menyebakan terjadinya pertengkaran kecil. Celakanya pada saat genting seperti ini, semuanya jadi serba susah. Kita berdua sering mau menang sendiri, akibatnya selalu harus dipegang pegang dulu biar ‘hidup’. Kemanapun mas Ardi pergi  saya harus ikut karena beliau juga mengatakan nggak akan bisa tidur nyenyak kalau nggak ada pegangan yang bisa ‘hidup’.
  • Perjuangan Hidup
    Suami/istri adalah perjuangan hidup. Dari usia bisa dikatakan kita sudah melewati jam 12 siang, baik stamina maupun performance juga sudah mulai menurun, anak anak sudah menginjak remaja dan pergi sendiri dengan kawan kawannya bahkan tidak mau lagi didampingi orang tuanya seperti dulu lagi, dan kita sebagai orang tua jadinya dirumah saja menunggu kedatangan anak anak dari bermain. Nah jadinya, nggak ada aktifitas lain selain menunggu. Celakanya kita berdua harus berjuang dulu agar bisa segera ‘hidup’.

Superman Kuwait

Superman terbang diatas mobil mobil dan kota adalah hal biasa dan sering kita saksikan di film film. Tetapi kalau mobilnya yang terbang dan Supermannya duduk didalamnya, nah ini adanya cuma di Kuwait. Masalah mobil terbang sangat sering kita saksikan disini. Kejadiannya tanggal 27 Nov 2008 di Highway 30, jalan raya menuju Kuwait City, tepatnya masih disekitaran Mangaf juga. Jalan ini lurus dan lebar 4 jalur dan kendaraan bisa dikebut sekencang kencangnya kalau berani. Nggak ada polisi dan nggak ada pula polisi tidur yang bisa mengurangi kecepatan mobil para ‘superman’ tadi.

Jam masih menunjukkan jam 8 pagi ketika kita sedang jalan menuju ke Kuwait City, tiba tiba saja ada mobil sejenis jeep agak tua dengan kecepatan sangat tinggi mendahului kita, biasanya jenis mobil semacam ini adalah mobil para bedouin, atau penduduk asli padang pasir yang memang sudah cukup terkenal bandel dan ‘tidak takut mati’. Mobil kita saja sudah bunyi alarm kecepatannya, berarti kecepatan mobil sedikit diatas 120 Km/jam. Langsung saja kita bisa mengira ngira kecepatan jeep yang mendahului tadi diatas 160 Km/jam.

Benar saja, tiba tiba mobil tersebut tidak bisa dikendalikan dan langsung terbang dari kejauhan tampak mobil tersebut seolah olah meloncati mobil lain yang didahuluinya. Mendaratnya lumayan empuk karena berguling guling di pasir dan nyangkut di pagar kawat. Hebatnya, begitu debu pasir mereda, sang ‘superman’ keluar dari mobil sambil meringis dan duduk di pasir sambil berkali kali ngucapin ‘alhamdullilah’. Kali ini masih selamat dan keluar dari mobil hanya sedikit pucat pasi saja, untungnya nggak ada penumpang lain. Dan Superman tadi, ternyata sudah gaek sekali dan benar dari cara berpakaiannya memang orang bedouin, umurnya mungkin diatas 60 tahun, pantes nggak takut mati.

Baca Juga :

Parent Consultation Cambridge English School

Menjelang akhir triwulan, seperti biasanya orang tua murid dikumpulkan dalam acara “Cambridge English School : Parent Consultation’. Seperti judulnya, sebenarnya hanyalah forum konsultasi antara orangtua dan guru. Sedikit berbeda dengan sekolah sekolah di Indonesia yang pernah kita ketahui, di Cambridge English School Kuwait, konsultasi tidak dengan wali kelas saja, tetapi dengan guru semua mata pelajaran. Caranya tidak beda jauh dengan cara interview cari kerjaan, bedanya hanya kita saja yang harus aktif meng’interview’ sang guru kalau pingin tahu banyak kelakuan anak kita di sekolah.
Kalau setiap guru perlu kita interview 10 menit, berarti waktu yang kita perlukan minimum bisa sampai dua jam dan bahkan lebih. Kenapa, karena sambil menunggu guru lain kosong dan kita dipersilahkan masuk, kita bisa jalan jalan dulu, istilahnya ‘gallery walk’ melihat hasil karya anak anak kita, baik berupa gambar, prakarya, puisi, cerpen atau photo photo aktifitas anak kita di sekolah. Dan, tidak Cuma itu saja, kita juga bisa ngemil makanan ringan khas Arab karena sepanjang koridor dan hall penuh dengan makanan ringan Arab yang menggugah selera. Bisa dibayangkan kan, aku kalau lihat makanan pasti pingin mencicipi, apalagi makanan yang jarang kita temui dan masih terasa aneh dimata. Pantes gendut kan …

Pameran buku juga ada di hall sekolah, dan hal ini yang paling disukai anak anak kita karena biasanya langsung kesempatan emas bagi mereka untuk minta dibelikan buku. Dan bukunya bagus bagus sekali dan didatangkan dari berbagai macam negara. Menurut saya sih cukup mahal kalau dibandingkan dengan buku terbitan Indonesia, tetapi kualitas covernya bagus sekali. Dan kalau belinya di Indonesia tentu akan lebih mahal lagi.

Ada bagusnya juga ketemu dengan semua guru, kita jadi tahu kelakuan anak kita di sekolah dengan detail. Misalnya Ayu pernah dihukum karena nendang tas sekolah kawannya, Dinda menganggap enteng pelajaran matematika sehingga di kelas selalu ngganggu temannya, ada juga pada saat pelajaran agama dan Arabic ngumpet di library sehingga dicari cari gurunya dan lain lain kelakuan anak anak di sekolah yang terkadang lucu dan mengingatkan kenakalan kita pada waktu sekolah dulu. Baik Ayu dan Dinda kenakalan di sekolahannya sih masih biasa biasa saja, saya dulu wah seringkali mbolos kalau nggak ngerjakan PR dan kalau disuruh maju ke papan tulis harus tarik tarikan dulu dengan gurunya. Orang tua saya saja sampai kewalahan lihat ulah saya waktu kecil. Untung nggak nurun ke anak anak saya he he …