Monthly Archives: December 2008

Pemegang Pasport Indonesia, Bisa Kemana Saja ?

 Kuwait Airport
Gambar Artis – Sedang Dibangun

 

Bagi pemegang passport Indonesia, sudah jelas bahwa kita bebas pergi keluar masuk ke negara negara Asean tanpa Visa. Tetapi ada juga beberapa negara lain diluar Asean yang membebaskan kita dari urusan Visa ini dan ada juga yang memberlakukan Visa On Arrival. Sangat mudah sekali, kita tinggal beli tiket pesawat saja dan sampai di tujuan tinggal bayar Visa On Arrival. Sayangnya, kalau kita berangkat dari Indonesia ada tambahan persyaratan dan biaya lagi yang kemungkinan harus kita keluarkan. Contohnya disuruh mbayar fiskal bagi yang tidak memiliki NPWP, harus punya KTKLN (Kartu Tanda Kerja Luar Negeri) bagi yang kerjanya diluar negeri, Sumbangan PMI, Asuransi Penerbangan, Pajak Bandara dan lain lain persyaratan mustahik.
 Kuwait Airport
Gambar Artis – Belum Jadi Jugam Proyekbya Ngadat
Mungkin Indonesia adalah satu satunya negara yang menerapkan aturan fiskal bagi warga negaranya sejak puluhan tahun yang lalu. Selama saya mondar mandir ke negara manapun juga di dunia ini, belum pernah saya diminta bayar fiskal atau mungkin saja saya yang belum pernah mengunjungi negara yang punya aturan fiskal seperti Indonesia. Yang unik lagi dari negeri kita tercinta Indonesia adalah adanya  pajak bandara. Kemana larinya uang yang terkumpul dari pajak bandara dan fiskal ini ?. Nggak usah ikutan pusing melacak sampai dimana uang uang tersebut, anda malah akan ketinggalan pesawat yang juga sudah anda bayar pajaknya pada saat membeli tiket pesawat anda.

NOTE : Untungnya sejak awal 2015 airport international di Indonesia sudah berbenah dan jauh lebih baik. Sekarang nyaris sama dengan negara lain. Sudah hilang kutipan pajak bandara, fiskal, KTKLN, asuransi penerbangan, sumbangan PMI, jualan tiket di bandara, calo tiket dll) – 21 Nov 2015.

Negara-negara yang membebaskan visa masuk bagi pemegang Paspor Indonesia diantaranya adalah :

Update : 14 Apr 2018


  • FREE VISA
    • Andorra – Passport + Schengen Visa : Tidak perlu Visa untuk masuk Andorra, tetapi harus punya multiple entry visa Schengen (France atau Spain) untuk pulang pergi menuju Andorra. Masuk Andora berarti keluar dari Schengen Country karena negara ini bukan Schengen, tanpa airport dan kejepit diantara Perancis dan Spanyol. Sumbernya baca di Link Emirates ini.
    • Brunei – Passport doang : 14 days. Sumbernya baca di Link Emirates ini.
    • Cambodia – Passport doang : 30 days, USD 20. Bawa 1 lembar photo 4 x 6. Kalau tidak bawa dikenakan biaya USD 1.   Minimum harus ada satu halaman kosong dalam passportBaca : Peraturan Presiden 43/2011 atau link Emirates ini. Ragu ragu dan punya banyak duit untuk bayar juga bisa apply eVisa melalui eVisa Kingdom of Cambodia
    • Chili – Passport doang : 60 days. Baca Link Emirates ini.
    • Colombia – Passport doang : 90 days dan dapat diperpanjang sampai 180 days per tahun. Pastikan pasport anda punya barcode yang bisa dibaca mesin. Baca Link Emirates ini
    • Cook Islands – Passport doang : 31 days. Baca sumbernya dari  Link Emirates ini.
    • Dominica – Passport doang : 21 days. Baca persyaratannya dari sumbernya langsung Link Emirates ini
    • Ecuador – Passport doang : 90 days. Baca detailnya melalui Link Emirates ini
    • Fiji – Passport doang : 4 months dan bisa diperpanjang 2 bulan (max 6 bulan. Baca Link Emirates ini.
    • Gambia – Passport + Entry Clearance : 90 days. Harus punya entry clearance dari Gambian Immigration sebelum travelling. Baca link Emirates ini.
    • Guyana – Passport doang : 30 days. Baca link Emirates ini.
    • Haiti – Passport doang : 3 month. Baca Link Emirates ini.
    • Japan – Passport doang : 15 Days, Hanya untuk pemegang passport elektronik saja. Sumber beritanya Link Emirates ini.
    • Kosovo – Passport doang : 90 days. Tujuan turis harus menunjukkan bukti booking hotel, reservasi, voucher atau dokumen lain, sedangkan untuk tujuan bisnis harus ada surat dari sponsor atau undangan dari perusahaan.

      Free Visa ditanda tangani di Yogya tanggal 17 Jan 2011.
      Traveller yang memiliki Schengen Multiple Entry Visa juga bisa masuk Kosovo. Baca juga
      Link Emirates ini.
    • Laos – Passport doang : 30 days. Baca : Peraturan Presiden 43/2011 dan Link Emirates ini.

 

  • eVISA Atau VISA ON ARRIVAL (VOA)
    • Albania – VOA : 6 month. Hanya untuk pengunjung yang telah memiliki ‘Letter Issued By the Albanian Ministry Of Interior‘ atau yang punya schengen visa type C, UK Visa atau USA Visa. Baca sumbernya melalui link Emirates ini.
    • Angola – eVisa, 90 Days. Pengunjung yang disetujui evisanya secara online akan dikeluarkan Visa On Arrivalnya di Luanda International Airport. Ngurus eVisanya Klik link disini.
    • Antigua And Berbuda – eVisa. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini. Ngurus eVisanya Klik Antigua And Berbuda eVisa Application
    • Armenia – eVisa / VOA : 120 days. Syaratnya disini Ministry Of Foreign Affairs Of Armenia. Ngurus eVisanya Klik  Armenia eVisa Application
    • Azerbaijan – eVisa / VOA : 120 days. Baca link Emirates ini. Ngurus eVisanya klik Republik Of Azerbaijan Official eVisa Portal
    • Bahrain – eVisa, berlaku mulai October 2014. Ngurus e-Visanya Klik disini
    • Belarus  – VOA : 5 days. Silahkan klik Ministry Of Foreign Affairs Republic Of Belarus

      Masuk hanya lewat Minsk Airport saja dan harus membeli Health Insurance (Bisa dibeli / dibayar di Minsk Airport). Tidak dalam penerbangan transit dari Russia.

    • Benin  – VOA : 8 Days. Baca sumbernya melalui Republic Benin Ministry Of Interior Of Public Safety And Worship. Ingat, harus membawa International Vaccination Certificate
    • Bhutan – VOA : 15 Days, Baca syaratnya melalui link Emirates ini.
    • Burundi – VOA : 1 months – Harus punya Entry Authorization Letter dari the Authorities Of Burundi. Baca syaratnya melalui link Emirates ini.
    • Cambodia – eVisa : 30 days. Masuk Cambodia gratis cukup bawa passport doang karena sesama negara ASEAN. Tapi kalau ragu ragu dan punya banyak duit bisa juga apply eVisa melalui eVisa Kingdom of Cambodia
    • Cape Verde – VOA : ?? days. – EUR 25
    • China – VOA ; Hanya Group Tour (lebih dari 5 orang) ke Hainan Province dengan masa tinggal tidak lebih dari 30 days masuk melalui Sanya International Airport (SYX),  15 days masuk melalui Haikou Airport (HAK) atau 6 Days masuk melalui Guillin (KWL). Harus diorganisir oleh Travel Services yang diakui oleh National Tourism Administration Of China dan terdaftar di Hainan Province. Baca detailnya melalui Link Emirates ini.
    • Comoros – VOA : 45 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Cote D’Ivoyre – eVisa : ?? days. Hanya di Port Boute Airport saja. Baca juga informasi dari link Emirates ini. Ngurus e-Visanya Klik disini
    • Djibouti – eVisa / VOA : 1 months. Baca link Emirates ini. Ngurus eVisa Djibouti bisa melalui ????. Websitenya masih ngadat, cari sendiri di mbah google.
    • Egypt – VOA : ??? days. Hanya untuk orang Indonesia yang bersuami orang Egypt dan anak atau keluarganya. Baca Link Emirates ini.
    • Ethiopia – VOA : Hanya untuk tamu undangan seminar, exhibition dari African Union dan harus mempunyai invitation letter  (Addis Ababa International Airport).  Baca Link Emirates ini
    • Gabon – eVisa : ?? days. Hanya Libreville International Airport. Ngurus e-Visanya Klik disini
    • Georgia – eVisa : 3 Months. Ngurus e-Visanya Klik disini
    • Guinea Bissau – eVisa / VOA : 90 Days – XOF 55,000 atau EUR 85
    • Hong Kong – VOA : 30 days. Baca Link Emirates ini.
    • India – eVisa : 30 days dan 2 kali dalam setahun. Ngurus eVisanya Klik disini.
    • Iran – VOA : 30 days
    • Irak – VOA : ? Days – hanya untuk tujuan bisnis dan religous saja. Selalu lihat link Emirates dibawah karena masih selalu berubah. Mulai Jul 2014, dengan alasan keamanan pemerintah Republik Indonesia menyarankan untuk tidak bepergian ke Iraq dengan alasan apapun.  Baca Link Emirates ini.
    • Jordan – VOA : 1 month. Biaya 10 JOD per passport
    • Kenya – eVisa / VOA : 3 months. Ngurus e-Visanya Klik disini.
    • Kyrgistan – eVisa / VOA : 30 Days. Hanya bisa di Manas Airport, Bishkek. Ngurus eVisa bisa melalui homepage Kyrgistan eVisa
    • Lesotho – eVisa : ?? days. Ngurus eVisanya melalui link eVisa Lesotho
    • Macau – VOA : 30 days. Baca Link Emirates ini.
    • Malawi – VOA : 30 days. Sumbernya disini
    • Marshal Island – VOA : 90 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Mauritania – VOA : ?? days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Mauritius – VOA : 60 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Moldova – eVisa : 90 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini. Ngurus e-Visanya melalui eVisa Moldova
    • Montserrat – eVisa : 90 Days. Bisa apply eVisa online Montserrat Immigration
    • Mozambique – VOA : 30 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Nepal – VOA : 90 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Niue – VOA : 30 days.  Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Nicaragua – VOA : 90 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Oman – eVisa : 1 month. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini. Ngurus eVisanya melalui homepage Royal Oman Police
    • Pakistan – VOA : 30 Days. Hanya untuk perjalanan business saja. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Palau – VOA : 30 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Rwanda – eVisa : 90 days. Free Visa untuk ke Rwanda tetapi bisa juga ngurus e-Visanya kalau kebanyakan duit.  Homepage Rwanda Immigration
    • Saint Kits And Nevis – eVisa : 30 days. Ngurus eVisa melalui homepage Government of St Kitts And Nevis.
    • Samoa – VOA : 60 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Sao Tome And Principe – eVisa : 15 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.  Ngurus e-Visanya Klik disini
    • Seychelles – VOA : 30 days.  Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Somalia – VOA : 30 Days. Hanya di Bosaso, Galcaio dan Mogadishu International  Airport. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Sri Lanka – eVisa : 30 days. Apply eVisa melalui Klik disini.
    • Suriname – VOA : 90 days Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Tajikistan – eVisa : 45 Days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini. Apply eVisa Tajikistan melalui Tajikistan Visa. Baca syaratnya disini
    • Tanzania – VOA : 3 months. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Timor Leste – VOA : 30 Days. Visa On Arrival Bagi warga negara Indonesian yang dekat atau diperbatasan East Timor dikecualikan untuk urusan Visa ini apabila akan masuk East Timor.
    • Togo – VOA : 7 Days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Turki – eVisa / VOA : 30 days. Visa On Arrival untuk warga Indonesia ditanda tangani pada 29 Juni 2010. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini. Apply eVisa melalui Turkey eVisa Application System
    • Tuvalu – VOA : 30 Days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini.
    • Uganda – eVisa / VOA : ? Days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini. Ngurus eVisanya melalui Uganda e-Immigration System
    • Ukraine – eVisa / VOA : 15 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini. Ngurus eVisanya melalui Homepage Ministry Of Foreign Affairs Ukraine
    • United Arab Emirates – eVisa : ?? days. Apply Visa bisa melalui website airline, misal Emirates, Etihad, Fly Dubai atau airline UAE yang lain. Ada juga travel local yang menyediakan jasa evisa online melalui websitenya. Silahkan googling saja mbah Google.
    • Zambia – eVisa / VOA : 30 days. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini. Ngurus e-Visanya melalui link Zambia Immigration
    • Zimbabwe – eVisa / VOA : 3 months. Baca selengkapnya melalui Link Emirates ini. Apply eVisa melalui link eVisa Zimbabwe
Jangan lupa ‘Double Check’ juga supaya lebih yakin melalui Website Emirates.

Catatan : Irlandia dan Uzbekistan juga Gratis biaya pengurusan Visa tetapi harus diurus di embassy terdekat (tidak bisa On Arrival).

Kuwait Airport
Untuk yang passportnya sudah ada sticker dan stamp Visa Residence GCC (Kuwait, Bahrain, Oman, Qatar, Uni Emirate Arab, Saudi Arabia), ada tambahan kemudahan lagi yaitu masuk ke seluruh negara GCC kecuali ke Saudi Arabia. Dengan catatan, bukan untuk pemegang visa article 20 (Domestic Worker). Domestic worker seperti pekerja rumah tangga, office boy (OB), janitor dll harus ada sponsor yang menanggungnya.
Jangan lupa, dokumen yang sering ditanyakan saat mengajukan Visa On Arival biasanya adalah :
  • Tiket pesawat pulang pergi
  • Bukti reservasi hotel
  • Ada juga yang menanyakan travel insurance tetapi banyak yang tidak
  • Ada juga yang minta pasphoto tetapi kebanyakan diphoto langsung didepan counter visa on arival.
  • Ada juga yang menanyakan bawa uang berapa selama tinggal di negara tujuan. Maksudnya jangan sampai nggak bisa hidup dan wisata.
Baca Juga :

 

Advertisements

Istanbul, Hari Kelima

Hari kelima adalah hari terakhir wisata Istanbul karena besok jam 09:00 pagi sudah harus kembali ke Kuwait. Hari terakhir ini jauh lebih seru daripada hari sebelumnya karena acaranya kebanyakan adalah belanja untuk mencari oleh oleh. Dan juga, orang bilang belum ke Turkiye kalau belum mencoba Donner Kebab Turkiye yang tersohor dimana mana, memang lezat dan banyak restaurant yang menjual Donner Kebab ini tetapi pilihan kita adalah Gelic Restaurant di Bakaroy, dekat dengan hotel tempat kita menginap.

Topkapi Palace (Topkapi Sarayi)
Untuk memasuki Topkapi Palace ini, antrian sangat panjang dan lama karena disamping harus ngantri, penjagaannya sangat ketat sekali. Yang njaga tentara, mungkin karena banyaknya perhiasan intan permata didalam museum. Kita menggunakan jasa tour dari ITS (International Travel Services) untuk acara wisata di Topkapi Palace ini dengan alasan ngantrinya lama dan ingin dijelaskan sejarahnya. Waktu kita sangat pendek, daripada terbuang untuk ngantri seperti gambar disamping lebih baik digunakan untuk acara yang lain.
Biaya Tour adalah sebagai berikut :
1. Ottoman Splendours – EUR 35/orang
2. Bosporus Cruise – EUR 30/orang
Waktu yang diperlukan untuk kedua tour tersebut ‘Full Day’ mulai jam 08:00 pagi sampai jam 17:00 petang.
Topkapi Palace adalah istana kesultanan Uthmaniyah (Ottoman) yang ditempati antara tahun 1465-1853. Letaknya masih dikawasan Sultan Ahmet juga, hanya beberapa puluh meter dari Grand Mosque, Hagia Sophia dan Grand Bazaar. Sangat luas sekali karena konon dihuni oleh lebih dari 4000 orang. Pagar bentengnya sebagian besar masih utuh dan yang nyeberang jalan raya dan ditepi laut sudah sebagian roboh karena harus ngalah dengan jalan raya modern.
Dapurnya luar biasa besar, cerobong asap raksasanya kira kira ada sekitar 10 buah dan ruangan didalamnya kemungkinan dulu dipakai sebagai dapur masak sekaligus ruang makan untuk ribuan orang penghuninya. Karena saat ini dipakai sebagai museum, maka yang bisa kita lihat adalah berbagai macam keramik dan pecah belah kuno yang sebagian besar nampak jelas gosong pantatnya. Bisa dibayangkan, betapa gaduhnya dapur ini kalau beribu ribu orang makan bersamaan didalamnya.
Topkapi Palace ini terdiri dari banyak sekali ruangan besar dan saat ini setiap ruangan digunakan sebagai museum yang menyimpan berbagai macam senjata, perhiasan istana, tanda penghargaan sultan, manuscript dan kaligrafi Islam. Yang menarik adalah adanya pancuran emas ‘ka’abah’, pintu ka’abah, pedang nabi, baju Husein dan Aisiyah dan ada pula jejak kaki nabi. Saya sendiri sangsi mengenai keasliannya karena masih bagus meskipun sudah koyak dibeberapa tempat. Dimuseum ini tidak boleh mengambil photo dan sangat penuh sesak.

Sayangnya, anak anak bosan melihat lihat museum dan keluar masuk kedalam ruangan yang penuh berisi barang kuno peninggalan sejarah. Mereka lebih senang nggendong kucing yang banyak berkeliaran didalam istana. Kucing kucing disini sangat bagus, bersih dan berbulu tebal, Tour Guidenya cukup lucu juga dan mengatakan kucing tersebut adalah satu satunya keturunan penghuni istana yang masih tinggal didalam istana sampai saat ini, Kucing Ningrat katanya…. ada ada saja.
Bosporus Cruise

Perjalanan menyusuri selat bosporus ini dimulai siang hari setelah kita selesai makan siang bersama para wisatawan yang lain. Waktu yang diperlukan sekitar 2 sampai 3 jam saja, kita menelusuri selat yang memisahkan benua Asia dan Eropa. Sepanjang perjalanan, banyak sekali burung laut yang terbang mencari makan dilaut dan juga banyak sekali kapal kapal wisata maupun kapal nelayan yang mondar mandir disekitar kapal kita. Bangunan bangunan bersejarah seperti masjid Suleimaniyeh dan masjid masjid di kawasan Galata juga nampak cantik dan menarik dari laut. Rumah rumah orang kaya Turki umumnya juga berada dipinggir selat Bosporus termasuk hotel Kempinski, hotel termahal di Turki tempat langganan Michael Jackson, Madonna dan presiden Putin.
Meskipun perjalanan menyusuri selat Bosporus ini siang hari, udara sangat terasa dingin sekali dan kita tidak bisa berlama lama di dek atas. Tetapi ada untungnya juga berada di kabin, disamping lebih hangat, pesan minuman hangatpun juga bisa, sayang nggak bisa pesan bakso atau sio may hangat dari dapur kapal ini.
Basilica Cistern
Selesai sudah wisata sehari penuh ini, dan kami dibawa bus kembali ke Hotel masing masing. Tetapi daripada kembali ke Hotel, kita memilih turun ke Sultan Ahmet saja, tujuannya adalah Grand Bazaar. Tidak jauh dari Hagia Sophia dan Blue Mosque dalam perjalanan kami ke Grand Bazaar, kita menemukan obyek wisata lain yang tidak kalah menariknya yaitu Basilica Cistern. Sayang tidak sempat ngambil photo karena keburu pingin segera shopping di Grand Bazaar.
Grand Bazaar
Letaknya masih di kawasan Sultan Ahmet juga, menuju ketempat ini kita melalui jalan jalan sempit yang hanya cukup dilalui satu kendaraan saja. Hampir semua jalan di Sultan Ahmet tidak diaspal tetapi cukup ditata batu batu yang apik dan menarik saja. Dijalan sempit ini sudah berjajar aneka macam toko yang menjual berbagai macam souvenir. Sangat luas sekali, setiap kali masuk toko selalu ditawari minum teh atau kopi. Bisa kembung dan terpaksa ‘harus’ beli kalau kita berlama lama di satu toko. Tehnya sangat panas sekali, bisa satu jam ditoko tersebut nunggu teh dingin.
Turkiye terkenal dengan karpet, kulit dan perhiasan emas. Oleh karena itu barang barang tersebut banyak mendominasi grand bazaar. Karena masih pagi dan tujuan kita masih banyak, maka yang saya kunjungi hanya toko karpet saja. Cara menjualnya cukup unik, semua orang dikumpulkan dan disuruh masuk saja kedalam toko yang luas. Setelah itu kita ditanya mau minum apa. ini adalah tehnik yang sangat luar biasa untuk membuat pengunjung betah didalam tokonya sambil melihat demo menggelar karpet.
Demo nggelar karpet ini diperagakan oleh para crew toko dengan sangat menarik. Berpuluh puluh Turkish Carpet digelar dihadapan kita, setelah peragaan selesai, kita baru diajak melihat lihat seluruh isi toko. Rayuannya sangat profesional sekali belum pernah saya merasakan rayuan ala Turki semacam ini sebelumnya dan tidak terasa barang yang kita beli sudah melebihi keranjang yang kita bawa. Mas Ardi saja yang langsung cemberut karena harus bayar banyak.

Baca Juga :

Istanbul, Hari Keempat

Yang paling berkesan ketika mengunjungi Istanbul adalah pemandangan Masjid yang luar biasa banyaknya dan nampak indah dari kejauhan karena letaknya yang diatas bukit atau ditepi laut. Umumnya adalah masjid masjid tua peninggalan jaman Ottoman (Uthmaniyyah). Bentuknya relatif sama dan warnanya kebanyakan abu abu atau warna semen. Memasuki jam sholat, terdengar suara adzan bersahut sahutan dan merdu sekali dari kejauhan. Dan tidak seperti di Indonesia, Kuwait atau bahkan Arab Saudi, penduduk yang datang sholat menuju Masjid cara berpakaiannya sangat ‘western’ sekali, semua memakai jas dan banyak yang membawa Al Qur’an kecil dari rumah. Saya langsung teringat kampung halaman dimana sering kita lihat mereka yang beragama kristen berangkat ke gereja dengan membawa bibel dari rumah di Indonesia.
Lain dengan di Indonesia yang tegas tegas melarang non muslim untuk memasuki Masjid. Di Turki, masjid bebas dimasuki oleh yang non muslim karena dijadikan obyek wisata. Hanya pada saat jam sholat saja masjid ditutup sementara untuk sholat, setelah itu buka kembali. Semua tour guide dengan bebas berdakwah memperkenalkan Islam yang sebenarnya kepada non Muslim dan didalam masjid ada ‘pertunjukan’ yang bisa disaksikan para turis yaitu membaca Al Qur’an.

Pertanyaan pertanyaan mengenai terorisme dan radikalisme yang sudah terlanjur melekat pada para muslim dengan bijak dijelaskan oleh guide dan ustadz masjid dengan sejuk dan bagusnya. Demikian juga dengan aliran Sunni, Shiah dan yang lainnya dijelaskan detil dengan cerdas dan mudah dimengerti oleh yang non muslim. Kisah kisah yang ada pada bibel juga dijelaskan hubungannya dengan apa yang tertulis dalam Al Quran. Sangat luar biasa, dan hasilnya … Islam berkembang pesat di Eropa melalui Turkiye terutama di Perancis (tahun depan saya ceritakan khusus, InsyaAllah saya akan ke Perancis untuk hal ini). Bagaimana dengan Indonesia ? Yah, baru sebatas mempermasalahkan perbedaan. Kalau lihat gambar disamping pasti langsung pasang kuda-kuda, sajadah kok diinjek injek bule.

Rustem Pasha Camii (Rustem Pasha Mosque)
Masjid Uthmaniyyah (Ottoman) ini dibuat pada tahun 1561-1563 oleh Arsitek Mimar Sinan. Letaknya dekat sekali atau malah didalam Pasar Strawmat Weavers di Eminönü atau terletak di Hasircilar Carsisi, jalan besar yang hanya beberapa langkah saja sudah sampai di laut Marmara.
Seluruh dinding penuh dengan keramik warna biru yang indah, sebagian masih asli dan nampak kuno sedangkan sebagian lagi sudah merupakan hasil renovasi dan diganti persis seperti aslinya. Dekorasi kubahnya sangat bagus sekali.
Blue Mosque (Sultan Ahmet Camii)
Ini masjid utama Istanbul yang sangat terkenal. Warnanya abu abu seperti semen dan tidak terkesan ada warna birunya. Bagian dalam juga dipenuhi karpet warna merah tebal dan bagus. Lalu yang biru apanya ? ternyata keramik dinding bagian dalamnya yang berwarna biru, tidak biru biru amat sih, kalah sama warna merah karpet sajadahnya. Nama masjid ini sebenarnya adalah Masjid Sultan Ahmed, terletak di kawasan Sultan Ahmet, kawasan  tertua Istanbul.
Masjid ini dibangun tahun 1609-1616 atas perintah Sultan Ahmet I. Makamnya ada di halaman Masjid. Letaknya berhadapan dengan museum yang dulunya bekas gereja kristen dan pernah berubah jadi masjid sebelum dipermanenkan jadi museum, yaitu Hagia Sophia (Aya Sophia/Sancta Sophia). Daerah ini sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Byzantin. Arsitek Masjid ini bernama Sedefhar Mehmet Aga. Non muslim juga tidak diharamkan memasuki masjid ini.
Masjid Ortakoy, Masjid Yeni Valide Dan lain lain

Masjid masjid lain yang bersejarah sangat banyak sekali, dan kita cukup melihat dari kejauhan saja. Bentuk arsitekturnya dan penempatan bangunannya yang diatas bukit atau di teluk pinggir laut secara tidak langsung membuat mata langsung melihat ke bangunan masjid yang lain dibandingkan dengan sekitarnya. Seperti sedang berkelana di cerita komik HC Andersen, karena menara menara masjid sangat mirip dengan gambar pada komik tersebut.

Hagia Sophia (Aya Sophia/Sancta Sophia)
Saat ini bangunan ini dijadikan museum dan hanya dipisahkan sekitar 500 meter saja didepan Blue Mosque. Sebuah keputusan yang tepat dari Mustafa Kemal Ataturk pada tahun 1937 daripada dilanda kerusuhan yang berbahu agama berkepanjangan. Pada awalnya bangunan ini adalah sebuah gereja katedral (basilika) yang didirikan oleh Constantine. Tetapi sejak Constantinopel ditaklukkan oleh Sultan Mehmet II pada tahun 1453, gereja ini difungsikan sebagai Masjid Agung dengan nama Aya Sophia. Gambar gambar yang mengkultuskan individu langsung segera dihapus karena tidak diperbolehkan dalam Islam dan altar segera diubah menjadi Mihrab yang langsung menghadap Kaabah tempat Imam Masjid memimpin Sholat.

Renovasi tidak terbatas pada bagian dalam Masjid saja, bagian luar yang berkesan gereja diubah total termasuk tanda salib dipuncak kubah diganti dengan bulan sabit. Pada masa Mehmet II (1444-1446 dan 1451-1481), dibangun menara dibagian selatan bangunan dan pada masa Selim II (1566-1574) dibangun 2 menara lagi. Tempat wudhu yang terlihat pada gambar dibawah juga masih antik, asli sekaligus lestari.
Pada tahun 1937, fungsi bangunan diubah menjadi Museum oleh bapak bangsa Turkiye Mustafa Kemal Ataturk. Gambar gambar bernuansa gereja yang indah yang sebelumnya dicat atau ditutupi mulai diperlihatkan kembali tanpa mengganggu atribut Islam yang sudah ada dan tidak kalah indahnya. Inilah satu satunya bangunan yang unik pernah saya lihat dimana dalam satu tempat ada atribut dua agama Kristen dan Islam berdampingan secara serasi. Diatas Mighrab tempat Imam terpampang gambar Yesus dan ada kaligrafi Islam bertuliskan Allah, Muhammad dan sahabat sahabatnya.
Hippodrome
Yang ini nggak jelas bangunan apa, letaknya juga masih dikawasan Sultan Ahmet, bentuknya hanya berupa tugu dan mirip sekali dengan tugu tugu untuk lempar Jumrah di Saudi Arabia, ada yang besar dan kecil. Karena nggak ada yang bisa njelasin saat itu maka kita anggap saja tempat untuk manasik haji. Banyak juga turis yang berphoto photoan juga, dan kita juga nggak mau kalah ikut berphoto juga meskipun nggak ngerti sejarahnya. Kalau anda pingin tahu sejarahnya, silahkan baca sendiri hippodrome of Constantinople. Setelah itu tolong saya diceritain juga ya.

Baca Juga :

Istanbul, Hari Ketiga

Hari ketiga adalah mengulangi tempat tempat yang menurut kita menarik pada saat kita lihat dari atas bus pada saat city tour own arrangement kemarin. Kaki rasanya sudah susah untuk diajak jalan jalan lagi, kemana mana jalan, berhenti sebentar duduk duduk dipinggir jalan lalu jalan kaki kembali. Dingin sekali, rasanya kurang tepat bepergian ke Turki bulan Desember tetapi bagi kita yang penting enjoy dan sehat bisa jalan kaki kemana mana.

Taksim Square

Namanya Taksim Square, tapi kita cari cari yang ‘square’ sebelah mana kita tidak menemukan, yang ada adalah bundaran dengan tugu ditengah jalan Taksim Cad. Ditempat ini sangat ramai sekali karena merupakan pertemuan segala macam angkutan umum, mulai bus kota, stasiun metro, tram listrik sampai tempat mangkal taxi.

Seperti halnya ditempat semacam ini di Indonesia, pedagang kaki lima juga banyak. Jagung bakar ada cuma teh botol saja yang nggak ada. Gambar disamping adalah gambar kita pada saat pertama kali nyampai di Taksim hari pertama, kita masih belum tahu kalau 50 meter dari tempat kita berdiri adalah ‘Malioboro’nya Istanbul. Perhatikan gambar masjid Istiklal di latar belakang, masjid tersebut berada di Istiklal Cad, Taksim Istanbul.

Hanya nyeberang jalan sekitar 50 meter saja dari stasiun metro bawah tanah atau dari tempat pemberhentian bus, sudah ketemu jalan yang luar biasa padat, mirip kawasan Malioboro di Yogyakarta. Entah apa nama jalan ini, mungkin Istiklal Cad, Straserviller Cad atau mungkin juga Beyoglu karena nama nama ini yang banyak saya baca ditempat ini. Sama seperti di Malioboro banyak sekali tulisan Sate Padang, Soto Madura, Martabak Mesir dan Gudeg Yogya yang membuat para turis bingung, sedang berada di Yogya, Padang, Mesir atau di Madura saat itu. Maklum jalan sendiri dan nggak ada guide yang membimbing atau memberi tahu. Cuma modal peta kecil dan buku ‘Istanbul City Guide’ saja kemana mana.

Anggap saja jalan padat orang ini namanya Beyoglu saja biar gampang, disini kita bisa berdesak desakan dengan orang dari berbagai macam belahan dunia dan juga berdesak desakan dengan tram listrik yang mondar mandir ditengah jalan. Nggak usah kuatir ketabrak tram, suara loncengnya cukup keras dan tramnya ngalah sama pejalan kaki.

Sampai saat ini saya tak habis mengerti, kenapa orang orang tersebut berjalan berdesakan dijalan itu kesana kemari, kalau tujuannya belanja kenapa toko toko disepanjang kiri kanan jalan tersebut sepi sepi saja dan mereka tidak banyak yang membawa barang belanjaan. Menurut saya sih, mereka cuma cari anget saja daripada kedinginan jalan sendiri.

Naik Tram listrik disini bisa bayar dan bisa juga tidak, kemungkinan besar nggak bayar. Pengalaman kita, kalau naiknya dari depan dan kita tanya ke sopirnya berapa bayarnya, dia langsung minta 1 YTL per orang, tetapi kalau naik di gerbong belakang, nggak ada kondektur yang narik iuran. Malahan, kita bisa bebas loncat naik dan turun tram karena jalannya pelan sekali. Sangat pelan karena padat sekali dengan orang jalan kaki disamping itu tramnya juga sangat kuno dan antik. Saking asyiknya naik tram, kita hitung hitung sudah 4 kali mondar mandir naik tram, sekali bayar dan 3 kali naik gerbong belakang.

Dari stasiun metro kekanan sekitar 100 meter juga banyak sekali pertokoan pertokoan bagus. Pertokoan ini berada dijalanan sempit dan tertata sangat rapi dan bersih mengingatkan kita akan toko toko semacam itu di Paris. Barang yang didagangkan terutama gaun gaun fashion dari perancang busana terkenal, ada rumah mode Dior, Channel, Coco Rabanne, Davidoff dan rumah rumah mode terkenal lainnya seperti di Paris. Entah dirancang sedemikian rupa atau tidak sengaja menyerupai Paris saya tidak mengerti. Tetapi beberapa nama daerah di Istanbul sangat mirip dengan nama nama di Perancis juga, misalnya Edirne. Meskipun jaraknya hanya beberapa 100 meter saja dari jalanan yang padat manusia diatas, jalanan di Paris Kecil ini jauh lebih sepi atau boleh dikatakan sangat sepi sekali.

Baca Juga :

Istanbul, Hari Kedua

Si bapak pusing tujuh keliling, anggota ‘trio kwek kwek’nya tidak ada yang suka melihat museum atau peninggalan sejarah di Istanbul. Alasannya jelas, kemarin sore sudah berphoto bersama didepan Blue Mosque dan Aya Sophia jadi buat apa harus masuk kedalam, mending jalan jalan di toko toko didepannya. Si bapak juga nggak mau kalah, kalau cuma toko di Kuwait juga banyak, kalau mau cari souvenir bisa hari terakhir. Ribut satu lawan tiga, dan pemenangnya adalah ‘TRIO KWEK KWEK’.
Bakirkoy District
Pagi hari setelah makan pagi di hotel, kita sepakat mau shopping dulu bukan ke Sultan Ahmet karena ditempat ini kebanyakan adalah toko souvenir, carpet dan toko oleh oleh saja, tetapi kami ingin mencari baju hangat disekitar hotel saja. Baju hangat yang kami bawa dari Kuwait ternyata kurang tebal dan tidak mempan dengan udara dingin Istanbul. Jari jari tangan dan kaki rasanya juga sudah beku dan susah diajak kompromi karena dari Kuwait yang kita pakai adalah sepatu terbuka yang hanya cocok dipakai di padang pasir. Sepatu anti dingin juga menjadi target darurat pagi ini.
Temperatur diluar pagi hari sudah mencapai 4 Derajat Celcius. Laporan cuaca TV pagi ini mengatakan di Ankara sudah mencapai 0 Derajat Celcius. ‘Trio Kwek Kwek akhirnya sukses membeli sepatu boot hangat anti beku untuk musim dingin. Si bapak merengut dari pagi, ‘sepatu orang sakit polio kok dibeli’. Tralala Trilili dapat sepatu baru …..
Di sekitar hotel Atakoy Marina (namanya Bakirkoy district) ternyata tempat jalan jalan juga. Tiga mall besar yang ada disini adalah Galleria, Capacity dan Caroussel. Tetapi yang menarik adalah toko toko kecil sepanjang gang dan lorong diantara ketiga mall tersebut.
Suasananya sangat western sekali, meskipun 95 % penduduknya beragama Islam tetapi tidak terlihat ciri ciri negara Islam kecuali banyak masjid saja, wanitanya tidak berkerudung, di kiri kanan banyak yang jual minuman keras dan ada juga pedagang kecil yang jual kupon lotere. Kalau di Indonesia barangkali sudah di’bom’.
Pengamen jalanan juga ada, cara ngamennya tidak asing sekali dan sering kita lihat di film film. Sambil memainkan alat musiknya, topi atau koper alat musiknya digelar didepannya. Kita tinggal melemparkan uang kedalamnya. Lagu yang dibawakan semuanya lagu Turkish yang tidak kita mengerti. Tetapi ada bagusnya juga, kalau yang dibawakan lagu Indonesia pasti mas Ardi ikut gabung disitu dan nggak mau diajak pergi. Sayang kita nggak bisa ‘request’ lagu.
Kesan saya, Istanbul sangat bersih dan rapi meskipun jalan dan gangnya kecil dan sempit tetapi tidak ada mobil yang parkir sembarangan seperti di Kuwait. Penduduknya taat sekali dengan peraturan lalu lintas. Semua orang yang jalan jalan di Bakarkoy District ini sangat modis sekali, mungkin karena kedinginan. Pemandangan lautnya sangat indah sekali, daerah ini benar benar menghadap selat Bosphorus, banyak sekali kapal kapal besar, nelayan dan kapal wisata yang berseliweran di selat ini.
City Tour Istanbul
Hari kedua ini kita sebut City Tour, Own Arrangement kemana mana naik bus angkutan umum dan metro pokoknya pindah dari terminal ke terminal dari pinggiran kota paling selatan sampai paling utara dan paling barat sampai timur. Tujuannya nggak jelas dan nyampai dimana juga nggak tahu. Jadi susah sekali ceritanya. Pokoknya ada tempat menarik langsung kita ingat ingat dan mulai besok baru akan kita kunjungi. Nampak station metro langsung turun dan ganti naik metro, nampak tram listrik juga turun dan mencoba naik tram. Kalau ongkos bus, metro atau tram YTL 1.4 dan kita naik turun 10 kali, maka total biaya city tour ini hanya kurang lebih YTL 50 sampai 60 atau sekitar KD 10 saja berempat. Habis sudah seluruh Istanbul kita jelajahi.
Hujan juga mulai turun, mengingatkan kita pada Indonesia dimana mana jalanan basah. Sepatu baru segera diganti kembali dengan sepatu lama. Untung kardusnya nggak dibuang. Rasanya seperti hujan hujan di Puncak, Bukittinggi atau Berastagi, Brrr dingin sekali … tetapi nggak apa apa, kesempatan hujan hujan seperti ini sulit kita temui di Kuwait.
Yang menarik adalah belanja makanan kecil yang kita temui sepanjang jalan. Ada jual jagung bakar langsung kita coba, nggak enak. Ada juga yang jual makanan seperti donat raksasa, entah apa namanya juga kita coba ternyata nggak enak juga, asin. Yang kita suka adalah semacam biji nangka tetapi agak besar dan cara masaknya dibakar di alat pembakar bulat kecil. Kita bisa makan sambil jalan jalan di udara dingin. Uenak tenan ….. pedagang kaki limanya mengingatkan kita suasana didepan rumah apartment kita di Casablanca – Tebet.
Baca Juga :

Asli Made In Kuwait

Parfum atau berbagai macam wewangian sangat digemari orang Arab. Hampir semua toko parfum selalu penuh pembeli di pasar Fahaheel. Satu botol kecil rata rata sekitar 1 KD. Yang menarik, kita bisa coba semua minyak wangi yang didagangkan kalau mau dan setelah cocok, penjual akan menuangkan kedalam botol botol kecil. Parfum parfum modern dengan botol yang cantik juga tidak kalah larisnya, pokoknya semua serba wangi.
Parfum murah juga ada dan botolnya segede botol kecap seperti gambar disamping. Parfum ini biasa ditempatkan di masjid masjid dan umumnya sebelum sholat dimulai sebagian orang akan menyemprotkan parfum ini ke sekujur tubuhnya. Harganya hanya 0.5 – 0.75 KD saja.

Tetapi, ada yang janggal pada saat kita berangkat ke Istanbul tanggal 5 Dec 08 lalu, bau harum yang biasa kita hirup apabila kita satu pesawat dengan orang orang Kuwait serasa tidak kita temui lagi. Baru beberapa menit pesawat mengudara, udara terasa sesak dan saya yakin sekali, pasti banyak yang ngumpat atau ngedumel meskipun hanya dalam hati. Kita hitung, ada tiga kali ‘serangan udara’ yang tidak kita ketahui darimana asalnya. Penumpang depan saya berdiri dan matanya memandang ke belakang seolah olah menyelidik siapa gerangan yang melancarkan ‘serangan udara’ secara pengecut tersebut. Penumpang lelaki dibelakang juga tidak kalah hebohnya, tiba tiba saja dia memakai cadar berlapis lapis sambil berdiri. Ini memang keterlaluan, didalam pesawat kok bisa bisanya kentut sembarangan. Gue sumpahin lu bakalan sakit perut……eh sembuh dari sakit perut secepatnya, ini bau memang sangat Arab sekali, saya hapal betul kentut mas Ardi. Pasti Asli Made In Kuwait.

Istanbul, Hari Pertama

Pesawat Jazeera yang membawa kami dari Kuwait tinggal landas jam 07:15 pagi dan tiba di bandara Sabiha Gokcen jam 11:15. Proses immigrasi cukup bagus dan lancar karena kita telah mengurus Visa di Kuwait, tetapi saya perhatikan ada loket Visa On Arrival juga di bandara ini dan antriannya langsung sangat panjang, artinya banyak penumpang dari Kuwait yang tidak mengurus Visa di Kedutaan Turkiye di Kuwait. Saya kurang jelas apakah pemegang passport Indonesia (Residency Kuwait) saat ini bisa memanfaatkan Visa On Arrival Turkiye atau tidak. Setahu saya pemegang passport Indonesia harus ngurus Visa di kedutaan Turkiye di Kuwait. Untuk amannya, meskipun sebagian besar penumpang ngantri Visa On Arrival di bandara Turkye, lebih baik kita ngurus Visa di kedutaan Turkiye di Kuwait saja. Hanya dua hari prosess dan biaya KD 11/passport.

Keluar dari bandara dengan bermodal peta Istanbul dan buku Istanbul City Guide, kita benar benar ngikuti apa yang tertulis dalam buku. Buku tersebut masih baru dan sangat akurat sekali. Sengaja kita tidak memilih naik taxi karena jarak bandara Sabiha Gokcen (di Asia) ke kota (di Eropa) cukup jauh, 37 Km dan ongkosnya relatif mahal. Di bandara juga tersedia hotel shuttle bus service, tetapi komersial dan bukan milik Hotel sehingga kita dikenakan biaya yang tidak bisa dikatakan murah.
Saya sarankan, kalau perbedaan harga tiket pesawat tidak terlalu jauh, lebih baik naik Kuwait Airways atau Turkish Airways saja daripada naik Jazeera Airways. Kuwait Airways atau Turkish Airways mendaratnya di Ataturk Airport (di Eropa – 8 Km dari Istanbul City) sedangkan pesawat murah seperti Jazeera atau Pegassus mendaratnya di Sabiha Gokcen (di Asia – sekitar 1 jam). Hampir semua hotel memiliki bus shuttle yang selalu standby di Ataturk Airport, gratis. Pastikan bahwa shuttle bus tersedia gratis di Ataturk pada saat booking hotel.

Perbandingannya biaya transportasi dari Sabiha Gokcen ke Istanbul City (di Eropa) kira kira sbb :

  • Taxi : YTL 60 – langsung hotel
  • Hotel Shuttle Bus : YTL 100 (4 orang) – langsung hotel
  • Bus : YTL 6.75 per kepala – masih harus oper ke Metro dan Tram
Dengan pertimbangan pingin tahu caranya naik bus, dan pingin tahu juga caranya naik metro dan tram maka keputusan bulat harus naik bus.

Sabiha Gokcen Airport – Levent (Havas Bus)

Bus bandara namanya HAVAS, tertulis sangat besar di badan bus. Keluar dari pintu ‘arrival’, langsung belok kanan kira kira 50 meter saja sudah menunggu HAVAS bus segala jurusan. Tujuan kita adalah ke Sultan Ahmet, Old City Istanbul tempat berbagai obyek wisata yang akan kita tuju. Untuk menuju Sultan Ahmet kita harus ganti angkutan yang bernama Metro. Metro adalah kereta api bawah tanah sama halnya dengan yang di Singapore, kalau di Singapore namanya MRT (Mass Rapid Transportation). Tempat pergantian angkutan ini ada di Levent.

Yang saya senang, perjalanan dari airport ke kota benar benar seperti di Indonesia, serasa kita sedang dalam perjalanan ke puncak, bukittinggi, Berastagi atau di obyek wisata pegunungan di Indonesia. Alamnya hijau penuh dengan pepohonan dan rumput rumput yang tertata rapi, rumah disepanjang jalan beratap limas dan bergenting seperti di Indonesia, bangunan berwarna warni tidak monoton coklat seperti di Kuwait dan Saudi Arabia, Jalan naik turun dan udara dingin seperti di daerah pegunungan di Indonesia. Langsung deh ingat kampung halaman yang indah dan permai.
Yang saya pusing tujuh keliling, tidak ada satupun tulisan berbahasa Inggris saya temui di sepanjang jalan, semuanya bahasa Turkiye termasuk sopirnya juga selalu njawab bahasa Turkiye kalau ditanya bahasa Inggris. Akibatnya lebih baik saya ngomong bahasa Jawa dan si sopir njawab bahasa Turkiye, bisa nyambung kok, daripada susah susah bahasa Inggris. Saya harus jelasin tujuan saya ke si Sopir pakai bahasa Jawa campur Indonesia, ‘Mas aku arep dolan nang Sultan Ahmet, mudune nang ngendi ?’, tahu tahu saya diturunkan di Levent, persis didepan pintu masuk stasiun bawah tanah, dan dia wanti wanti ke saya pakai bahasa Turkye supaya naik metro dan turun di Taksim. ‘Kalau saya tertidur, bablas kemana ?’, sambil tangan memperagakan sedang tidur. Si Sopir dengan bahasa Turkyenya langsung njelaskan ‘nggak mungkin tertidur, jaraknya dekat dan Taksim adalah stasiun terakhir, paling kamu akan bolak balik dibawah tanah kalau benar benar tertidur’.
Pokoknya benar benar puas naik bus Havaz ini, kita bisa ngobrol dengan sopir sepuas puasnya karena busnya nggak jalan jalan nunggu penumpang penuh. Sebenarnya tertulis jelas di bandara schedule keberangkatan bus selalu ada setiap jamnya, tetapi bisa jadi karena terlalu lama saya ajak ngomong jadinya lupa berangkat atau sebaliknya. Yang menarik dari bus Havaz ini adalah cara bayarnya, untuk penduduk Turkye yang sering naik bus, umumnya mereka punya alat seperti magnet berbentuk bulat kecil dengan gantungannya. Setiap naik mereka tinggal cucukkan magnet tersebut ke kotak kuning disamping sopir. Tetapi bagi yang tidak memiliki magnet tersebut, si sopir akan meminjamkan alatnya, barangkali semakin banyak dipakai akan dapat discount belanja ditempat tertentu. Kita semua berempat, berarti harus menempelkan alat magnet tersebut ke kotak kuning sebanyak 4 kali pula dan uang baru disetorkan ke sopir.

Levent – Taksim (Metro)

Metro adalah kereta api bawah tanah, tentu kita harus turun ke bawah tanah, semua kebagian bawa koper atau barang bawaan sesuai dengan ukuran dan berat badan. Yang laki sendiri kebagian koper yang paling besar, Dinda yang kecil sendiri cuma kebagian bawa tas kresek. Minta ampun, nggak ada escalator … koper harus dibawa turun melalui tangga yang lumayan banyak dan curam. Begitu sampai dibawah, harus beli dulu tiket metro.

Disinilah awal dari kebingungan, Tiket metro hanya YTL 1.40 per orang, harus ngantri di Bilet, kalau bahasa Indonesianya adalah Loket. Begitu YTL 10 saya serahkan ke petugas Bilet, uang kembalian semuanya berupa coin, waktu kita tanyakan mana tiketnya petugas nggak ngerti bahasa Inggris, akibatnya kita harus ngikuti arus penumpang saja sambil bertanya tanya kok nggak diberi tiket ya.
Betul saja, di pintu masuk kita didatangi petugas, ‘akbil …..akbil’ katanya, dan kita juga dengan tegas mengatakan sudah beli tiket tetapi nggak diberi tiketnya oleh petugas bilet. Untung petugas ini sedikit mengerti bahasa Inggris, sambil merogoh kantongnya dia mengucapkan satu kata sakti yang langsung kita ketahui maksudnya, ‘COIN’. Ternyata akbil adalah semacam kartu berlangganan berbentuk magnet bulat kecil yang harus ditempelkan untuk buka pintu atau naik bus sedangkan penumpang angkutan umum yang tidak memiliki akbil akan diberi coin yang ukurannya sama dengan coin mata uang YTL yang lain. Coin untuk masuk metro ini semuanya masuk kantong kita bercampur dengan coin mata uang YTL karena kita nggak tahu kalau itu adalah alat untuk naik metro.

Akhirnya, sukses juga naik metro tetapi tidak bisa menikmati metro karena disamping penuh sesak dengan penumpang sepanjang jalan tidak ada yang bisa dinikmati karena dibawah tanah. Disamping itu semua masih ngedumel dan nyalahkan si bapak yang ngantongi akbil tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Taksim – Kabatas – Sultan Ahmet (Tram Listrik)

Sampai di Taksim, kita langsung naik keatas dan keluar dari stasiun bawah tanah. Trio Kwek Kwek langsung kaget nggak ketulungan, ternyata kita muncul ditengah kepadatan lalu lalang orang berjalan,benar benar ditengah kota dan dipusat keramaian. Taksim ternyata adalah tempat remaja ngumpul dan cuci mata, semacam alun alun kota. Hanya 50 meter dari alun alun ini adalah tempat orang jalan kaki semacam Malioboro di Yogyakarta. Anak anak mulai ngedumel, malu melihat ayahnya manggul koper ditengah keramaian. Rombongan Trio Kwek Kwek secara koor langsung protes ke si ‘bapak’ yang cuek saja bawa koper besar kesana kemari sambil melihat keramaian. Akhirnya, rencana naik tram listrik dari Kabatas dibatalkan. Kami langsung ke hotel naik Taksi.

Sultan Ahmet – Atakoy Marina Hotel (Bakirkoy)

Di Sultan Ahmet sebenarnya banyak sekali hotel kecil (hostel), tetapi saya memilih Atakoy Marina Hotel yang letaknya cukup jauh di Bakirkoy, sekitar 10 Km dari Sultan Ahmet. Pertimbangan saya waktu itu takut hotel hotel kecil tersebut tidak bersih dan nyambi sebagai tempat prostitusi seperti di Indonesia, maklum bawa anak anak. Tetapi setelah saya lihat sendiri ternyata bagus dan bersih.
Kami tiba di hotel Atakoy Marina sudah sekitar jam 15:00, lama di perjalanan karena ngikuti si ‘bapak’ yang suka jalan kesana kemari nggak ada tujuan. Jam 16:00 kami berangkat lagi ke Sultan Ahmet untuk sekedar berphoto didepan Blue Mosque dan Aya Sophia. Hujan rintik rintik dan temperatur udara 6 derajat celcius, jauh lebih dingin dari Kuwait. Supaya hangat, sengaja kami membeli jagung bakar dan pulang kembali ke Hotel karena hujan tambah lebat. Brrr dingin sekali …., kenapa ya hotel bintang lima segede Atakoy kok dinamakan Otelcilik seperti terlihat pada gambar disamping, bukan Otelgede, Otelbesar atau Otelgadang.

Baca Juga :