Malaysian, Indonesian, Egyptian Day @ KOC Spring Camp


Weekend, bukan hari yang ditunggu tunggu kalau di Kuwait. Tetapi hari yang paling memusingkan, negeri ini sangat kecil mungkin hanya separuh Jakarta saja. Masih mending Jakarta yang padat penduduk dan udara selalu nyaman sepanjang tahun. Di Kuwait hampir seluruh tempat wisata, mall, souk (pasar) dan bakala (kedai) sudah pernah kita kunjungi berkali kali. Rasanya setahun di Kuwait sudah cukup ‘khatam’ semua lokasi dan obyek wisatanya. Itulah sebabnya kenapa penduduk Kuwait dan saya juga kalau hari libur agak panjang selalu mencari obyek wisata keluar dari Kuwait.
Negara GCC (Oman, Qatar, Bahrain, UAE, dll) atau Jordan bebas Visa tinggal pesen tiket pesawat saja. Jangan membayangkan jarak antar negara jauh sekali, semuanya dekat tidak lebih dari 2 jam saja. Kuwait – Bahrain kira kira setara dengan Jakarta Bandung. Yang terjauh Kuwait Jordan setara dengan Jakarta Surabaya. Negara Timur Tengah yang dekat dari Kuwait dengan biaya penerbangan murah seperti Lebanon, Syria, Egypt, Turkye, Saudi Arabia juga merupakan tujuan pelarian dari Kuwait. Kalau dompet lebih tebal bisa juga ke Eropa hanya perlu waktu 4 – 5 jam terbang saja.
Kali ini bukan perjalanan ke negara tersebut diatas tetapi ngatasi kejenuhan dengan acara piknik dengan keluarga Malaysia dan Egypt. Seperti biasanya tahun tahun sebelumnya, ‘KOC Spring Camp’ telah dibuka untuk dikunjungi para staff/karyawan KOC. Seperti namanya, area KOC Spring Camp hanya dibuka pada saat musim ‘spring’ saja dan hanya untuk keluarga karyawan KOC. Musim panas tutup dan musim dingin tetap buka tetapi biasanya nggak ada yang datang takut resiko kedinginan dan beku di lokasi. Letak KOC Spring Camp kira kira sekitar 1/2 jam perjalanan dari Mangaf/Fahaheel/Ahmadi atau sekitar 40 Km. Jalan menuju kesana bisa melalui 30 Road Highway dan tembus ke 40 Road Highway yang kearah Wafra. Sangat dekat dengan komplek perumahan Chevron di Mina Al Zoor atau sekitar 2 km saja dari Chevron.
KOC Spring Camp sebenarnya adalah sarana piknik ala Kuwait berisi tenda tenda, sarana bermain, dan mancing di laut. Biasanya pengunjung membawa bekal dari rumah untuk BBQ di udara terbuka yang cukup dingin di musim ‘spring’. Rumah makan sebenarnya juga ada, tetapi rasanya kurang nikmat kalau tidak bikin BBQ sendiri sambil menghangatkan badan. Apalagi kawan dari Egypt sangat piawai mbakar daging dan kawan dari Malaysia membuatkan bumbu istimewa khas Malaysia.
Kami berangkat jam 7:30 pagi, keluarga Zairal dari Malaysia, keluarga Adil dari Egypt dan kami sendiri asli Jawa. Yang dari Egypt punya keahlian khusus mbakar daging BBQ, yang dari Malaysia sibuk ngasuh anak dan yang dari Indonesia mancing dan makan saja. Sayangnya tiga jam mancing nggak dapat apa apa, dan akhirnya kami harus pulang ke rumah masing masing jam 16:00 sore. Alasan pulang disamping sudah kekenyangan sebenarnya adalah kedinginan juga. Pokoknya nggak rugi piknik dengan kawan Egypt ataupun Malaysia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s