Perjalanan Hari Ke 3 (Jordan)


Al-Karak Castle dan Petra

Nah, perjalanan yang satu ini cukup melelahkan. Jarak tempuh kita untuk menuju Petra dari Amman kurang lebih 280 km. Desa desa yang kita lalui tidaklah ramai. Sepanjang jalan kanan kiri yang kita lihat hanya Ruko ruko, gurun, batu, bukit bukit kering dan beberapa pohon zaitun. Jalan cukup lancar. Hanya sering kita lihat polisi di pinggir jalan sedang menghentikan mobil mobil yang melebihi batas kecepatan.

Highway di Jordan menurut saya cukup aneh, kecepatan maksimum 120 Km per jam tetapi dengan tiba tiba saja berubah langsung ke 60 Km per jam menjelang masuk ke desa atau kota kecil. Dan polisi sudah siap menunggu dengan radar speed check dipinggir jalan dan tilang dilakukan di mobil polisi ditempat itu juga. Hampir setiap 2 atau 3 km ada mobil polisi dipinggir jalan dengan radar speed check, artinya kita harus siap ditangkap polisi beberapa kali kalau ketangkap radar speedchecknya. Sekali ketangkap kita harus bayar minimum JD 30 dan uang tersebut langsung masuk kantong polisi, pokoknya sama persis kelakuan polisi Jordan dan polisi Indonesia, bener atau salah harus mbayar ditempat sambil pura pura ‘jaim’.

Tips untuk yang mau nyetir sendiri di Jordan :
  1. Pandang jauh kedepan kalau sudah nampak rumah atau desa kecil atau perkampungan , segera kurangi kecepatan sampai dibawah 60 Km/jam meskipun desa tersbut tidak ada penghuninya, polisi biasanya ngumpet dengan radar speed check, hampir setiap 10 km ada polisi ngumpet.
  2. Highway di Jordan naik turun bukit dan kiri kanan tebing batu kering dan sangat menjemukan. Istirahat ditepi jalan kalau mengantuk, dan kalau sewa mobil pastikan mesin dan rem mobil dalam keadaan sehat.
Al-Karak
Kota Karak terletak sekitar 129 Km sebelah selatan Amman atau sekitar 88 Km sebelah selatan Madaba dengan ketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan air dead sea. Ada hotel hotel kecil di kota ini dan untuk menuju kota ini bisa melalui Desert Highway lalu belok kanan di Qatrana. Tetapi saya anjurkan untuk melalui Kings Highway saja karena pemandangannya sangat menakjubkan, yaitu Wadi Mujib dengan kedalaman lembah sekitar 1000 meter.

Dikota ini ada bangunan batu tua peninggalan Sholahuddin Al Ayubi (beberapa literatur menyebut Salah Eddin atau Saladdin), orang pertama dari Dinasty Ayubi. (Bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s