Obyek Wisata Di Jordan (Hari Ke 1)


Iklim di Jordan jauh lebih bersahabat dibanding Kuwait, temperaturnya pada saat musim panas kira kira sama dengan di Indonesia sekitar 30 derajad celcius, tetapi kalau musim dingin sekita bulan december, seluruh kota Amman berwarna putih tertutup salju. Tanahnya gersang tetapi berbukit tinggi dan terjal. Beberapa tempat saja agak hijau. Keadaan kota sangat mirip dengan di Indonesia yaitu dimana mana penuh dengan Ruko, pedagang kaki lima dan tukang tambal ban dipinggir jalan juga banyak. Saat pertama kali datang, kami merasa sedang di daerah Puncak atau Bukit Tinggi dan tidak merasa sedang di Jordan, karena suhu 17 derajas celcius, cuma bedanya di Jordan kering kerontang. Keramahan penduduk relatif sama dengan Indonesia, bedanya mereka pakai bahasa Arab saja.

 

Hari Pertama

City Tour Amman
Jam 2 siang, matahari sangat menyilaukan mata tetapi udara terasa dingin dan sejuk. Tujuan kami kedaerah Downtown atau Old City. Disini kami bisa mengunjungi peninggalan sejarah yang sangat terkenal di dunia, Citadel, orang setempat menamakan Jabal Al Qal’aa karena letaknya diatas bukit (jabal). Tiket masuk JD 2 / orang. Citadel ini adalah komplek situs yang terdiri dari :
  • Temple Of Hercules.
    Bangunan ini sudah runtuh dan tinggal puing puingnya saja. Dari bentukarsitekturnya terlihat jelas dibangun pada saat dikuasai oleh Romawi (162 – 166 AD), jauh lebih besar dari yang ada di Roma. Dari struktur bangunan yang tersisa, nampaknya bangunan ini belum sempurna jadi sudah keburu runtuh dan ditinggalkan. Model lengkap arsitektur bangunan terdapat di museum ACOR dan sangat jelas ditampilkan di buku buku tourist guide yang banyak dijual didepan pintu masuk Citadel.
  • Gereja Byzanthium.
    Kalau nggak diberitahu guide, kita nggak bakalan tahu kalau sedang duduk di bekas gereja/basilica Byzantyne. Gereja ini didirikan sekitar abad ke 5 atau ke 6 AD. Tinggal pilar pilar besar bergaya Romawi, tetapi kalau kita perhatikan benar benar nampak jelas memang puing puing ini bekas bangunan gereja. Cukup luas dan terletak ditengah tengah komplek Citadel.

  • Masjid Umayyad.
    Kubah masjid ini mirip sekali dengan Pac Man dengan kedua matanya yang lucu. Kubah masjid sudah tidak asli lagi dan baru saja direnovasi. Disana sini masih berserakan alat alat pertukangan. Dinding masjid bagian dalam banyak terdapat relif relief bagus seperti yang sering kita lihat di candi candi di Indonesia. Terus terang kami cukup terperangah melihat ornamen bagian dalam masjid yang megah ini.

Sejarah mencatat kota ini pernah dikuasai oleh bangsa Babylonia (Abad 6 SM), Ptelemius (Abad 3 SM), Roma (Abad 1 SM) dan dinasti Umayyad (Abad 7)

 

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih satu sengah jam lamanya mengelilingi komplek Citadel, kami melihat Roman theater & Odeon Folklore Museum dan Jordan Museum of Popular Traditions .


Terletak tidak jauh dari komplek Citadel, masih di kawasan Old City. Theater Romawi besar dan tidak kalah besar dengan yang didekat Colloseum Roma. Di tempat itu masih selalu ditampilkan pertunjukan tari kolosal setiap minggunya. Bentuknya relatif sama dan khas bangunan Romawi. Masih utuh dan terawat cukup baik dan didalamnya difungsikan sebagai Musium Of Jordan. Ngerti banyak bangunan romawi di Jordan, rasanya nggak perlu lagi deh ke Italia hanya untuk melihat bangunan Romawi saja. (Susy)

Baca Juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s