Monthly Archives: October 2008

Persiapan Ke Istanbul

Yang menyenangkan di Kuwait adalah banyaknya hari libur, disamping itu selalu saja ada hari kejepit yang diresmikan menjadi hari libur nasional. Sebagai contoh adalah hari raya Idul Adha bulan Desember nanti, kalau di Indonesia paling cuma libur sehari saja, tetapi kalau di Kuwait sangat luar biasa, libur resmi mulai tanggal 4 – 13 Dec 08 (10 hari – termasuk hari libur weekend Jumat dan Sabtu dan hari kejepit). Nganggur di Kuwait jelas bosan karena setahun di Kuwait sudah bisa dikatakan cukup khatam dengan seluruh sudut Kuwait, gimana tidak khatam lha wong negeri ini kecil sekali dan lebih banyak gurunnya daripada tempat menarik yang enak ditonton.
Untuk mengisi hari libur diatas jauh hari sebelum tanggal tersebut harus sudah pegang tiket pesawat, minimum 2 bulan sebelumnya. Kalau nggak begitu, nggak bakalan deh dapat tiket pesawat dengan harga murah. Semua orang di Kuwait punya pemikiran yang sama, ngabur keluar Kuwait daripada termenung menung ditengah gurun, apalagi bulan Desember nanti dinginnya luar biasa di Kuwait, bisa 0 derajat celcius.

Baik tiket pesawat dan Hotel semuanya booking online, disamping bisa memilih harga yang paling baik prosesnya juga sederhana dan nggak perlu keluar rumah kedinginan segala. Masuk musim Dingin memang segalanya perlu perencanaan matang.

Tiket pesawat Jazeera Airways dapat KD 35/orang diluar pajak. Hotel dapat Atakoy Marina Hotel, milih yang Suite Room semalam EURO 240 – agak mahal dikit tetapi sekamar bisa diisi 4 orang daripada harus book 2 kamar malah lebih mahal. Hotel ini sengaja dipilih karena iklannya di website menyediakan shuttle bus ke airport, tetapi kenyataannya ternyata shuttle bus hanya dari Ataturk Airport ke Hotel sedangkan pesawat Jazera yang akan kita tumpangi mendaratnya di Sabiha Gokcen Airport.

Meeting darurat serumah segera diadakan, kami sibuk nyari peta di pasar Fahaheel dan juga melihat ke google map. Ternyata kami baru tahu, Ataturk Airport terletak di Eropa dan Sabiha Gokcen Airport di Asia, cukup jauh dari Atakoy Marina Hotel. Pantas Hotelnya nggak mau njemput, tapi pelayanan Hotel ini cukup bagus, kami disarankan naik taksi atau sewa mobil di Sabiha Gokcen Airport. Kami disarankan ke counter HARVAA Car Rent di Sabiha Airport, tetapi ternyata sewa mobil sangat mahal EURO 50 ke Hotel, rasanya percuma dapat tiket pesawat murah tetapi transportasi airport – hotel mahal sekali. Setelah email emailan dengan hotel, pihak hotel tampaknya mulai ngerti kalau customernya ternyata sangat hemat dan pelit, langsung saja pihak hotel nyerah, OK deh kamu bisa naik bus umum dari airport ke Taksim – Istanbul, hanya EURO 5 per kepala. Setelah itu jalan kaki saja ke Hotel sekitar 500 meter. Bener juga sarannya, hemat tetapi nggak kebayang deh jalan kaki sambil mbawa koper dan barang bawaan banyak.

Masalah belum selesai begitu saja, setelah tiket pesawat, hotel dan transportasi dari airport ke Hotel terselesaikan, ternyata ada gangguan lain pada saat mengurus visa masuk Turki di kedutaan. Residency Permit mas Ardi habis masa berlakunya dan harus diperpanjang dulu. Civil ID juga sama saja tinggal beberapa hari saja masa berlakunya. Lebih kaget lagi tiba tiba ada SMS masuk dari polisi bunyinya ‘Your Residency Permit will be expired, process or you will be depart – Police MOI’. Tambah deg degan deh jadinya bisa beres semua dan jadi berangkat ke Turki nggak ya tanggal 7 December 2008 nanti atau malah dideportasi ke Indonesia. Doain deh ya semuanya terselesaikan, agar blog ini selalu dapat cerita baru.

Syarat Syarat Ngurus Visa Turki (Lihat Catatan Update Dibawah – 26 Jun 2010)
1.  Isi formulir permohonan Visa (tersedia di Kedutaan Turki atau download di Turkye Embassy Kuwait
2. Photo satu buah
3. Surat Keterangan Dari perusahaan kita bekerja
4. Passport asli
5. Copy Tiket pesawat pulang pergi ke Turki
6. Copy bukti booking Hotel di Turki
Biaya pengurusan Visa KD 11 per passport dan bisa selesai dalam dua hari kerja saja. Letak kedutaan Turki ini bersebelahan dengan kedutaan Malaysia di komplek kedutaan di Kuwait City. Hati hati kalau melintas didepan kedutaan India, disamping padat dan ramai juga bayak sekali orang yang nyeberang jalan atau memarkirkan kendaraannya sembarangan.

26 Jun 2010
Catatan : Mulai Bulan Juni 2010, pemegang Passport Indonesia bisa ke Turki Dengan Visa On Arrival.

Baca :

(Susy).

Ada Juga Hujan Di Kuwait

Hujan di Indonesia merupakan hal biasa, tapi lain halnya dengan Kuwait, hujan adalah berkah yang tak terhingga. Dimana mana sering saya mendengar orang bersyukur atas berkah yang datang dari langit ini. Kalau di Indonesia hujan tiba tiba turun maka semua pada lari berebut berteduh, tetapi disini jalan pelan pelan dan sesekali mengusap wajah dengan air hujan. Malahan, di pasar Fahaheel saya melihat orang belanja kasur lipat dan dengan tenangnya memanggul kasur tersebut dibawah hujan rintik rintik, saya perhatikan kasurnya sudah basah kuyup dan tentu bertambah berat.

Yang sangat menarik bagi kami adalah melihat tingkah laku orang tua atau anak anak atas berkah hujan ini, anak anak dengan suka cita keluar dari jendela mobil sambil berhujan hujan ria, nggak peduli air hujan masuk kedalam mobil. Yang orang tua juga nggak ketulungan sembrononya, ada genangan air dijalan langsung saja diterjang nggak peduli orang yang sedang berdiri di trotoar kecipratan air. Rasanya mereka pada bangga sekali mobilnya bisa menyibak air dengan menyipratkan air kekiri dan kanan setinggi mungkin.

Selokan mampet bukan masalah Indonesia saja, di Kuwait selokannya juga mampet dan mengubah jalan raya menjadi sungai. Mobil mobil yang umumnya dikendarai oleh expat lebih rasional, daripada terjebak kemacetan lebih baik nangkring ditempat tempat yang lebih tinggi. Sebenarnya hujan di Kuwait sering terjadi juga terutama pada saat peralihan musim panas dan musim dingin seperti saat ini, cuma biasanya hujan tidak lebat. Entah kenapa, tanggal 29 October 2008 ini hujan begitu derasnya dan disertai dengan petir dan gemuruh halilintar. Temperatur udara juga langsung turun sampai 20 derajat celcius. Kata mas Ardi sih firasat gaji akan naik dalam waktu dekat……., apa hubungannya ?

Perjalanan Hari Ke 3 (Jordan)

Al-Karak Castle dan Petra

Nah, perjalanan yang satu ini cukup melelahkan. Jarak tempuh kita untuk menuju Petra dari Amman kurang lebih 280 km. Desa desa yang kita lalui tidaklah ramai. Sepanjang jalan kanan kiri yang kita lihat hanya Ruko ruko, gurun, batu, bukit bukit kering dan beberapa pohon zaitun. Jalan cukup lancar. Hanya sering kita lihat polisi di pinggir jalan sedang menghentikan mobil mobil yang melebihi batas kecepatan.

Highway di Jordan menurut saya cukup aneh, kecepatan maksimum 120 Km per jam tetapi dengan tiba tiba saja berubah langsung ke 60 Km per jam menjelang masuk ke desa atau kota kecil. Dan polisi sudah siap menunggu dengan radar speed check dipinggir jalan dan tilang dilakukan di mobil polisi ditempat itu juga. Hampir setiap 2 atau 3 km ada mobil polisi dipinggir jalan dengan radar speed check, artinya kita harus siap ditangkap polisi beberapa kali kalau ketangkap radar speedchecknya. Sekali ketangkap kita harus bayar minimum JD 30 dan uang tersebut langsung masuk kantong polisi, pokoknya sama persis kelakuan polisi Jordan dan polisi Indonesia, bener atau salah harus mbayar ditempat sambil pura pura ‘jaim’.

Tips untuk yang mau nyetir sendiri di Jordan :
  1. Pandang jauh kedepan kalau sudah nampak rumah atau desa kecil atau perkampungan , segera kurangi kecepatan sampai dibawah 60 Km/jam meskipun desa tersbut tidak ada penghuninya, polisi biasanya ngumpet dengan radar speed check, hampir setiap 10 km ada polisi ngumpet.
  2. Highway di Jordan naik turun bukit dan kiri kanan tebing batu kering dan sangat menjemukan. Istirahat ditepi jalan kalau mengantuk, dan kalau sewa mobil pastikan mesin dan rem mobil dalam keadaan sehat.
Al-Karak
Kota Karak terletak sekitar 129 Km sebelah selatan Amman atau sekitar 88 Km sebelah selatan Madaba dengan ketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan air dead sea. Ada hotel hotel kecil di kota ini dan untuk menuju kota ini bisa melalui Desert Highway lalu belok kanan di Qatrana. Tetapi saya anjurkan untuk melalui Kings Highway saja karena pemandangannya sangat menakjubkan, yaitu Wadi Mujib dengan kedalaman lembah sekitar 1000 meter.

Dikota ini ada bangunan batu tua peninggalan Sholahuddin Al Ayubi (beberapa literatur menyebut Salah Eddin atau Saladdin), orang pertama dari Dinasty Ayubi. (Bersambung)