Monthly Archives: August 2008

Iklan Dan Promosi

Iklan dan promosi konvensional melalui koran, TV dan spanduk atau baliho di jalan jalan tidak berbeda dengan tata cara di Indonesia. Ada yang megah dan menarik tetapi ada juga yang asal tempel dan merusak pemandangan. Kalau di Jakarta kebanyakan adalah iklan bikin sumur, badut dan srvice TV, tetapi iklan asal tempel di Kuwait kebanyakan adalah iklan apartment kosong, iklan mencari orang yang mau sharing apartment dan iklan kursus computer.

 

Yang menarik, hampir semua rumah makan, bakala (kios kelontong), gedung bioskop dan rumah sakitĀ mempromosikan dagangannya dengan brosur dan diedarkan door to door langsung ke setiap apartment. Tidak tanggung tanggung, brosur dicetak dengan kertas lux mengkilap dan kalau di Indonesia kios kecil berpromosi seperti ini barangkali sebentar saja sudah tutup bangkrut.

 

 

Sayangnya, semua brosur selalu saja tidak ada sentuhan seni sama sekali. Contohnya rumah makan, semua menu makan diphoto dan ditata urut tanpa ada seni sama sekali. Lihat gambar disamping. Yang aneh lagi adalah bakala (toko kelontong), seandainya dagangannya terdiri dari 100 macam pecah belah, maka keseratus barang tersebut dijejer jejer dan diphoto. Cepat dan praktis tetapi sangat tidak enak untuk dilihat. Tampaknya Kuwait perlu mendatangkan designer dari Indonesia banyak banyak.
Yang sampai saat ini saya tidak bisa mengerti adalah dokter. Dokter adalah profesional yang di Indonesia cukup disegani dan dihormati, tetapi kalau di Kuwait dokter tidak ada bedanya dengan toko kelontong,penjual mobil bekas dan badut. Dokter harus aktif promosi kalau pingin bisa survive di Kuwait. Harus pasang iklan dan bikin brosur sendiri banyak banyak untuk dibagikan ke apartement apartment. Semua keahlian, pengalaman dan biography dituliskan lengkap. Dan di Kuwait, banyak sekali dokter yang praktek di apartment menjadi satu dengan rumah tempat tinggalnya. Untung saja Petroleum Engineer nggak perlu mengiklankan diri seperti dokter di Kuwait. Petroleum Engineer punya kantor bagus dan tidak praktek di rumah dan tidak ada pasien yang bisa melihat keluarga mondar mandir didalam rumah. Jadi, disini Petroleum Engineer masih menang pamor daripada dokter.
Advertisements

Lalu Lintas Kuwait

Berlalu lintas di Kuwait tidak hanya perlu keberanian extra tetapi juga kewaspadaan yang tinggi. Slogan slogan safety seperti hanya hiasan saja di sepanjang jalan, tetap saja selalu ada accident setiap hari. Kecelakaan yang paling ringan adalah ditabrak dari belakang dan karena saya tinggal di apartment dekat perempatan jalan besar di mangaf – fahaheel – ahmadi maka saya bisa menghitung cukup akurat frekuensi tumbur tumburan seperti ini. Hanya karena lampu merah menyala, minimum 3 mobil terlibat saling tabrak dan hitungan saya mencatat seminggu 2 kali hanya di perempatan mangaf-fahaheel-ahmadi saja. Tidak ada korban memang tetapi perusahaan asuransi bisa rugi.

Yang paling parah adalah di highway 30, highway 40, street 4, street 5 dan street 6. Karena jalannya besar dan sampai 4 jalur maka kecepatan kendaraan bisa dipacu sampai 140 Km/jam lebih. Di sepanjang jalan diatas hampir setiap hari dijumpai bangkai mobil bekas kecelakaan dan jangan membayangkan kecelakaan disini seperti di Indonesia, kalau di Kuwait yang namanya kecelakaan mobil itu kira kira sama dengan mobil ditabrak kereta api di Indonesia. Hancur lebur seperti kaleng kerupuk.

Celakanya lagi, kebiasaan orang di Kuwait adalah naik trotoar. Jalanan macet, bukannya sabar menunggu tetapi mobil dibelokkan ke jalur sebelah dengan cara melompati trotoar pembatas jalan. Parkir mobil penuh, bukannya mencari tempat parkir yang kosong tetapi mobil dinaikkan trotoar. Akibatnya, sering saya jumpai mobil yang lepas roda ditinggal begitu saja ditengah jalan atau dipinggir jalan. Belum lagi kebiasaan orang Kuwait, terutama wanita yang mengemudi sambil ber’handphone’ ria. Entah ngomong apa, kayaknya kalau sudah naik mobil mewah, ngobrol pakai HP dan dilihat orang rasanya kok gaya ‘kali.
Karena alasan alasan itulah maka banyak kawan kawan Indonesia yang beli mobil tinggi seperti Toyota Prado, Toyota Fortuner atau Jeep GMC.

Baca Juga :

Listrik, Air Dan Gas

Voltase listrik diseluruh Kuwait adalah 240V 50 Hz dengan colokan listrik berkaki 3 model British 13 Amp. Bawa konverter dari Indonesia agar laptop dan alat listrik yang anda bawa dari Indonesia bisa langsung dipakai begitu anda tiba di Kuwait. Seandainya tidak membawa sebenarnya tidak masalah juga karena plug converter banyak dijual di toko listrik atau bakala (kios klontong) di Kuwait.

Listrik dan Air semuanya serba “gratis” di Kuwait. Sengaja saya tulis dalam tanda petik karena masih kontroversi seharusnya bayar atau tidak. Kalau bayar, seharusnya di apartment dipasang meteran listrik atau air tetapi kalau gratis kadang kadang didepan pintu apartement dipasangi stiker tagihan listrik dan air dengan warna merah besar (lihat photo disamping). Gimana mau bayar,meteran listrik atau air saja tidak ada. Dan stiker tagihan datangnya suka suka, kadang 3 bulan sekali tetapi ada juga apartment yang tidak pernah ditempeli stiker tagihan. Menurut haris (penjaga apartment), kalau ada tagihan listrik atau air semacam itu biarkan saja, kamu sewa apartment sudah tentu harus ada listrik dan air kan ? Biarkan saja Kuwaitis pemilik apartment yang menyelesaikan.

Pembangkit listrik untuk seluruh Kuwait terletak di Mina Al Zur, dipinggiran kota dekat KOC Spring Camp atau perumahan Chevron. Kalau saya melintas didepannya, ternyata terdiri dari 6 generator saja dan merupakan pembangkit listrik tenaga gas. Didistribusikan untuk seluruh Kuwait tetapi belum pernah ada pemadaman bergiliran seperti di Indonesia. Malahan, kalau malam hari nampak sekali bahwa Kuwait sangat boros pemakaian listriknya. Semua reklame, lampu penerangan jalan dan segala macam lampu dekorasi menyala 24 jam sehingga Kuwait tampak begitu gemerlap dan indahnya pada malam hari.

Apabila beli barang barang listrik di Kuwait, colokan listriknya tidak standart karena barang diimpor dari negara mana saja dengan sistem colokan listrik berbeda beda. Colokan listrik di rumah rumah (betina) model british berkaki petak 3 buah tetapi alat listrik yang anda beli belum tentu colokan jantannya berkaki tiga tergantung dari negara asal. Kadang colokan listrik berkaki 2 bulat seperti Indonesia dan kadang berkaki 2 pipih kecil. Mana yang mau anda beli silahkan dan jangan lupa beli juga plug adapternya.

Gas untuk kebutuhan sehari hari banyak dijual di bakala bakala dan tabung gas disini berukuran besar 15 Kg. Harga relatif tidak mahal karena Kuwait banyak menghasilkan gas. Tetapi, ngapain beli kompor gas kalau pemakaian listrik gratis, beli saja kompor listrik. Alat alat listrik lainnya, misal pemanas ruangan, AC dan lain lain, rata rata pemakaian wattnya sangat besar. Seandainya dibawa ke Indonesia, bukan satu rumah anda saja yang ‘njegleg’ listriknya tetapi satu RT atau bahkan satu RW ‘njegleg’ dan mati listrik semua.

Baca Juga :

Telephone Dan Internet

Jasa telephone dikelola oleh Ministry Of Communication. Sampai saat ini telephone/fax masih gratis selama pembicaraan masih didalam Kuwait (Local Telephone), cukup hanya mbayar biaya pemasangan saja, tetapi pembicaraan interlokal terasa sangat mahal sekali dan celakanya pada saat mendaftar sambungan baru diminta deposit KD 500 kalau diberi akses sambungan internasional. Alternative lain agar bisa sambungan international adalah membeli “interkey” atau “telecard”, cukup memasukkan PIN langsung bisa akses international. Kartu ini banyak dijual di kios kios telephone di Fahaheel, Sultan Centre, Kantor Pos dengan harga KD 2.5 – KD 10 atau Gold Card yang dapat diisi ulang dengan menggunakan Kartu Kredit.

Wartel juga banyak tersebar dimana mana, dan umumnya menyediakan jasa sambungan international melalui internet (VOIP) juga, sehingga sangat murah sekali karena pakai VOIP. Tetapi awas, sama halnya seperti di Indonesia, VOIP juga dilarang di Kuwait. Jadi kalau anda datang ke Wartel, hati hati tanyakan layanan VOIP ini, biasanya anda langsung dibawa ke ruang tersendiri dibelakang. Wartel yang jelas jelas punya Wasta (semacam ‘orang kuat’ Kuwait yang membackup bisnis ilegal) saja yang berani terang terangan melayani VOIP. Kantor Pos juga punya layanan telephone umum international..

Biaya pemasangan telephone rumah sekitar KD 30 saja setahun. Tetapi lihat saja kantor telepon pada gambar diatas, disamping butut sangat susah sekali mencari petugas kalai kita mau pasang telpon. Gedung sebesar itu nggak ada petugasnya pada saat jam kerja, sehingga kita harus kuat kuatan nunggu di gedung tsb sampai petugas datang.tanpa rasa bersalah sama sekali. Jangan sakit hati atau marah kalau cuma nunggu 2 – 3 jam, anda akan dilayani juga meskipun harus nunggu. Ikuti saja kalau seandainya diminta datang keesokan harinya.

Kode untuk IDD di Kuwait adalah 00 dan kode negara Kuwait adalah 965. Untuk wilayah Salwa nomor telpon selalu diawali dengan 56, Fintas dan Mahboula 37, Ahmadi 39 dan Kuwait City 24. Kalau menginginkan sambungan internet melalui line telpon bisa berlangganan ‘Hot Telephone’ atau Net2Phone, tetapi petugas akan mengecek jaringan telephone kita dulu ke rumah untukmemastikan bisa 49.3 kbyte.

Buku telpon tidak ada dan anda tidak diberi pada saat ndaftar telpon, tetapi kalau anda ingin memiliki, bisa dicari di Sultan Center.
Operator telephone selular hanya ada 2 saja yaitu MTC (Mobile Telecom Company) dan Wataniya. Untuk berlangganan internet 3G melalui kedua operator ini diperlukan biaya sekita KD 70, dimana KD 15 dipakai untuk mbayar langganan bulan 1 dan sisanya untuk harga USB Modem. Eezee Card juga ada dan bisa juga dipakai untuk masuk airport lounge. Warung Internet banyak tersebar dimana mana dan biasanya selalu penuh. (Ard)

Peroesahaan Minjak Tjap Manoek

Peroesahaan Minjak Tjap Manoek
Terkenal Sedjak Dahoeloe Kala, Djaminan Moetoe

‘Djaminan Moetoe’, yah itulah yang bisa saya rasakan tentang KOC. Lain di Indonesia lain pula di Kuwait. Saya dulu di Indonesia bekerja di perusahaan minyak besar Chevron. Sebagai karyawan sebuah perusahaan besar tentu sangat membanggakan paling tidak bangga bahwa kita terpilih dari sekian juta penduduk Indonesia yang ingin bekerja di perusahaan tersebut. Satu hal yang masih saya ingat ketika saya masih tinggal di Riau, apabila saya masuk ke sebuah bank selalu ada saja staff yang menawarkan produk bank mulai dari pinjaman, simpanan sampai tabungan berasuransi.

Kalau di Kuwait, kita nggak perlu klayapan keluar masuk bank tetapi selalu saja ada staff bank yang mencari kita. Yang ditawarkan juga macam macam, mulai dari membuka account baru, memindahkan gaji ke bank tertentu sampai Pinjaman dengan bunga ringan katanya. Saking ‘djaminan moetoe’ nama KOC, kalau kita menerima tawaran pinjaman, maka syaratnya hanya nunjukin civil id saja. Bener nih, hanya nunjukin civil id dan nggak banyak cingcong tahu tahu sudah ditransfer ke rekening kita. Dan kalau kita menolak pinjaman yang ditawarkan, siap saja minimum sebulan sekali telepon kita berdering dan kita dirayu untuk pinjam dengan jumlah yang kalau di Indonesia tidak terbayangkan besarnya.

Bank yang lain tidak kalah gesit pula, entah dapat nomor telpon saya dari mana tahu tahu telpon berdering dan menawarkan pinjaman yang lebih gila lagi, tanpa mengetahui berapa gaji kita langsung saja nyerocos ditawari pinjaman sampai KD 50.000, jangka waktunya terserah. Alamaaak gimana mbayarnya, ambo kan expatriate dan di Kuwait nggak bakalan lama. Nggak usah khawatir katanya, pinjam saja dari bank kami nanti kami yang akan ngurus ke KOC agar kamu bisa lama di Kuwait. Wah ! apa pula ini ???.

Saking berisiknya, akhirnya saya ngalah, OK saya mau buka account saja di bank kamu. Hwadalah, yang ini lebih mengejutkan lagi, buka bank account di Kuwait ternyata syaratnya minimum harus KD 1000 dan nunjukin working permit segala, bandingkan dengan di Indonesia dimana anak SDpun bisa buka account hanya dengan Rp 50.000 saja.
Daripada pusing diganggu marketing bank akhirnya HP saya set kalau ada telepon masuk dari nomor sekian maka jawabnya ‘thank you for your calling, I could not receive your phone call, please bla bla bla’. Nah sekarang saya bisa kerja enak, tidur nyenyak dan nggak diganggu bank manapun juga di Kuwait. ( Ard)