Monthly Archives: July 2008

Ketemu Lagi

Nah, ketemu lagi. Aku masih ingat bener wajahnya, hidungnya yang besar tidak akan pernah hilang dari ingatanku. Dua hari lalu makhluk ini yang ngencingi mobil Caprice merahku di Ahmadi. Gara gara makhluk ini pula saya harus nyuci mobil diudara yang panas sekali. Sekarang enak enak saja dia lenggang kangkung di jalanan daerah Wafra sambil ngunyah sesuatu, mungkin permen karet. Mau saya tabrak tapi masih ingat mobil yang saya pakai mobil perusahaan.
Tampaknya makhluk yang satu ini memang tidak mendengar bunyi klason mobil, diklakson keras keras juga tenang tenang saja dan malah mendekat sambil nyengir dan bikin hati semakin nggondok, mungkin karena dekat dengan kawan kawannya dia berani seperti itu. Di Wafra memang banyak sekali kawan kawannya, disamping merupakan tempat peternakan onta juga merupakan peternakan sapi dan unggas. Ada juga kebun buah buahan dan sarana pembibitan modern. (Ard)

Masalah Parkir Di Kuwait

Tempat parkir di Kuwait sebenarnya cukup luas dan banyak, batas antar kendaraan umumnya juga jelas dan rambu rambu juga lengkap dan mudah dimengerti. Tetapi karena jumlah yang membutuhkan tempat parkir sangat banyak dan tidak ada tukang parkir sama sekali seperti di Indonesia maka jadinya semrawut dan amburadul. Kalau cuma 2 – 3 jam tidak bisa keluar karena jalan keluar ditutupi mobil lain masih biasa, yang sangat menjengkelkan kalau mobil tidak bisa keluar karena ada onta yang tiba tiba parkir disekeliling mobil. Udah baunya ‘prengus’ kalau buang air banyaknya bukan main dan menutupi jalan menuju pintu mobil. Pemiliknya entah sedang shopping atau kemana. Sehingga si Onta disuruh parkir tuannya disitu kok ya nurut juga. Wuah …memang memuakkan. (Ard/Susy)

Baca Juga :

Kodok Hardcore

Cuti Summer 2008 sudah selesai, saatnya kembali ke Kuwait dan masuk kerja meskipun summernya sendiri belum selesai. Diluar rumah atau kantor masih saja 46 Deg C. Panas memang, daripada kluyuran diluar lebih baik ngingat ingat hal hal menyenangkan waktu liburan ke Indonesia yang lalu. Apalagi kalau nggak membicarakan Jamnas Volkswagen di Wonosobo tanggal 5 dan 6 July 2008 yang lalu.

Menurut saya penggemar VW itu orangnya aneh aneh, kocak dan selalu guyon dengan siapa saja yang dijumpai, entah sudah kenal lama, baru kenal di Jamnas Wonosobo saja atau nggak kenal tetapi nyambung karena sama sama penggemar VW. Nggak ada perbedaan strata sosial sama sekali, mau sopir, direktur, manager, mekanik, pengangguran atau jabatan apapun semuanya sama saja dan satu identitas ‘penggemar VW’. Pokoknya bisa tertawa geer saja dan sedikit mengenal VW sudah layak jadi penggemar VW atau simpatisan saja.

Pak Udin dari Sidoarjo, begitu turun dari kombinya langsung pamer bahwa kombinya dipakai untuk bisnis jualan soto. Meja, bangku, pecah belah, kompor dan sotonya sendiri semua muat masuk kedalam kombinya. Pak Jajang langsung nggak mau kalah, VW Kombinya sengaja dimodifikasi seperti pickup karena dipakai untuk memuat pasir dan tanah pada saat mbangun tambak udang. Pak Rudi juga menimpali, VW kombinya dipakai untuk kulakan kaos dari bandung jadi muat berkarung karung kaos. Tetapi dalam hal muat memuat, semua diatas masih kalah jauh dengan kodok merah putih saya, meskipun kecil tetapi sudah terbukti bisa memuat 71 orang sekaligus. Caranya gampang saja, jok depan diisi 2 orang (sopir dan satu penumpang) sedangkan yang dijok belakang bisa ‘69’. Mau sewa ?, ntar tak beri petunjuk caranya uyel uyelan ber’69’ dijok belakang. Maaf ini bukan blog xxx hardcore, jadi gambar penumpang yang sedang ber’69’ nggak boleh ditampilkan (By Ardi).