Boyongan Ke Kuwait


Jakarta, 2 Mar 2008. Setelah visa beres semua dan tiket Kuwait Air untuk keberangkatan tanggal 3 Mar 2008 juga telah confirmed, maka kesibukan memasukkan pakaian dan barang ke dalam koper dimulai. Pokoknya heboh sekali, rumah tinggal di apartement jadi terasa sempit sekali dan berantakan seperti kapal pecah. Mas Ardi tidur saja nggak mbantu sedikitpun, tampaknya jet lag, kalau malam terbangun cari makan dan siangnya molor. Anak anak lebih parah lagi, cuma duduk duduk diatas sofa sambil melihat emaknya banting tulang memasukkan pakaian dan barang barang kedalam koper. Melihat barang bawaan yang begitu banyak, ada satu koper yang cukup istimewa dan rencana akan dibawa khusus masuk cabin, mau tahu apa isinya, barang langka pesanan mas Ardi yaitu cobek dan uleg ulegnya, bumbu rawon, pecel dan bumbu bumbu lain. Bunda.

Jakarta, 3 Mar 2008. Tepatnya jam 7:30 malam kami sudah berangkat ke bandara Sukarno Hatta diantar oleh 2 nenek nenek dan Oom Pungki. Sedih deh rasanya ninggalin rumah yang udah dedek tinggali lama, tapi gimana yaaa sekolah international kan lebih penting. Dedek jadi sedih karena nenek yang nganter pakai acara nangis segala sih, lucu deh kayak koor, lagipula nangisnya nyicil dikit dikit, di apartment nangis, di jalan nangis, di bandara nangis malah luamaaa sekalee. Ih malu maluin dilihat orang sebandara, tapi biarin deh kan bentar lagi udah berangkat. Dadah nenek nenek, dadah Oom Pungki, kamu baiiiiik kali. Dedek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s