Dari Pusat Grosir hingga ke Mall


Sabtu dan Minggu kembali datang. Itulah hari yang paling seru buat Bunda, Kakak dan Adik. Kenapa tidak, Shopping dan Shopping lagi. Hari jumat malam kita bertiga selalu diskusi. Untuk schedule kegiatan hari Sabtu dan Minggu, pasalnya kegiatan rutinitas sekolah dan kerjaan apapun kita hentikan. Khusus untuk acara berhura-hura kesana-kemari, sambil melihat lihat Mall – Mall baru. Dinda bersuara duluan, khan sepatu belum jadi dibelikan, ”Please Mom”, rayu Dinda. Biasa Ndeso

Wao..saya juga enggak kurang akal. “Antar Bunda dulu donk ke Pusat Grosir Jatinegara, kalau sudah baru diantar beli sepatu. Berangkat jam sembilan ntar jam sebelas sudah keluar. Khan deket. Mall bukanya siang,” pintaku pada Dinda. Saya pernah mendengar baju-baju yang dijual di Mall Mall juga ada yang ambil dari pusat grosir Jatinegara. Biasa…otak dagangku keluar. ” Pasti nich…pasar melulu, Mall aja kenapa sih,” Jawab Dinda. ” Mau Enggak,” Ancamku. Iya….ya…terpaksa,” jawab Dinda. Ayu tidak berkomentar karena tidak ada tuntutan yang diinginkan. ”Saya tidur, ntar kalau sudah mau ke Mall baru ikut,” jawabnya .
Nah, Mulailah berburu ke Pusat Grosir Jatinegara. Yang saya tuju baju-baju. Dinda sambil cemberut berjalan dibelakangku. Oit…memang benar apa kata informasi yang saya dapatkan. Baju-baju wanita dewasa banyak yang murah dan bagus2. Harga baju antara Rp. 60.000 – Rp.100.000. Tinggal pintar-pintar kita nawar. Sambil Lapar Mata, saya pilih sana – pilih sini. Dinda berkomentar, Bun nawarnya jangan murah-murah donk, kasian penjualnya. Mosok baju ditawar 60.000. Pas didepan saya ada ibu- ibu menawar baju dengan harga 40.000. Dan saya nyeletuk sama Dinda. ” Nah ….tu..dek nawarnya lebih sadis lagi. ” Dasar mak-mak (maksudnya ibu-ibu),” komentar Dinda. Kita tertawa bareng. Saya coba cari barang yang saya inginkan, kalau di Mall harganya Rp.250.00 – an. Dan saya bertanya ke pedagang di situ. Kata mereka, kalau menjual barang diatas harga seratus ribu, sulit laku. Dan perputaran uangnya lama. Karena di sini grosir.

Setelah membawa tentengan kanan dan kiri. Dinda mengingatkan, ”Ayo cepet jam sebelas”. Kita kembali dan menjemput kakak, mulailah perjalanan kita ke Mall. Mulai dari Grand Indonesia. Zara, mencari sepatu dan ukuran Dinda tidak ada. Masuk ke Planet Sports , nah kakak beraksi.. milih sepatu. dapetlah dia yang dimaui. Kakak sudah nenteng 2 kantong. Adik satupun belum. kemauan Dinda memang kuat. Kalau mau barang itu…..ya diburu sampai manapun harus dapat. beda dengan kakaknya. Kalau masuk Mall pilihan selalu cepat.

Pindah lagi ke Plaza Senayan. Cari-cari tidak ketemu juga. Pindah lagi ke Senayan City tidak dapat. e….baju yang didapat. Pindah ke Pondok Indah Mall, dan ada yang cocok . Wach…dengan semangat tenteng sana tenteng sini, Ayu dan Dinda bergembira ria. Tapi….jangan ditanya kalau masuk pusat grosir. Senyum satupun tidak tampak . Memang anak zaman sekarang. (by:Susy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s