VOA Mabuk Kiev Zhuliany Airport

Zhulainy International Airport, Kiev Ukraina
Merupakan Bandara Kedua Ibukota Kiev
Namanya Kyiv International Airport, sering juga disebut Zhuliany International Airport. Sebelum saya datang dan melihat sendiri airport ini, bayangan saya adalah sebuah airport yang megah dan modern. Yah, Eropa gitu lho, berita berita di Indonesia kalau tentang Eropa kayaknya kok hebat hebat semua.
Terminal Keberangkatan Sangat Ramai Dan Harus
Duduk Dan Berdiri Berdesak Desakan
Tanggal 22 Mar 2018 yang lalu nama bandara ini diubah menjadi Igor Sikorsky International Airport agar lebih ‘ngrejekeni‘ atau bisa lebih membawa keberuntungan. Kemudahan eVisa dan Visa On Arrival juga diberikan kepada banyak negara termasuk Indonesia dengan tujuan untuk mendongkrak pariwisata. Kemungkinan kedatangan saya ke Ukraina melalui bandara ini termasuk ‘Orang Indonesia Pertama’ yang memakai VOA.
Terminal Keberangkatan Sangat Kecil
Kira Kira Ruwetnya Setara Bandara Adi Sucipto Yogyakarta
Sepintas, Bandara Zhuliany ini rame dan cenderung ‘kemruyuk’. Ruwetnya sangat mirip dengan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Panjang runwaynya hanya 2300 meter (Adi Sucipto 2200 meter). Jumlah penumpangnya per tahun hanya 1,851,700 (Adi Sucipto jauh lebih banyak 8,634,369 penumpang per tahun). Saya bisa memaklumi kalau Bandara Adi Sucipto sangat  tidak nyaman buat penumpang karena jumlah penumpang sangat banyak. Lha kalau Zhuliany ini penumpangnya sedikit tapi kenapa terlihat begitu ‘kemruyuk’, ruwet dan tidak tertib ?
Ada Sekitar 3 Restaurant Didalam
Terminal Keberangkatan
Jawabnya : “Embuh”, tapi saya bisa menceritakan sedikit pengalaman saya di Terminal Kedatangan. Saat saya datang beberapa minggu lalu, ada sekitar 20 penumpang yang mau mengurus Visa On Arrival di bandara. Loket VOA kosong, ternyata petugasnya sedang duduk dipojokan sendirian sambil main HP. Kalau nggak didatangi rame rame penumpang barangkali sampai kapanpun tetap diam saja duduk ditempatnya. Saat berjalan menuju loket VOA, si kakek berjalan sedikit tertatih tatih agak sempoyongan. Semua penumpang sepertinya maklum karena sudah tua.
Gate Boarding Terbuat Dari Besi
Mirip Lemari Besi Atau Lemari Dokumen Anti Maling
Si Pak Tua ini tidak menyuruh kita ngantri tetapi cuma mengumpulkan semua form yang telah kita download dan isi sebelum berangkat. Persyaratan VOA seperti bukti booking hotel, tiket pesawat pp, travel insurance semua debendel dan ditumpuk dimeja VOA tanpa diperiksa terlebih dulu. Setelah itu Si Pak Tua ini masuk ke ruangan kecil dan ngetik ke computernya hampir 30 menit. Sempat heran saya, yang diketik apa kalau semua dokumen masih berada di meja luar. Hampir satu jam berlalu, penumpang mulai resah dan antrian mulai bubar. Masing masing mencari tempat duduk sendiri sendiri.
Duty Free Juga Ada Sekitar 3 Toko Saja
Dua jam berlalu belum ada satupun yang terlayani. Kalau ditanya kenapa kok nggak segera di ‘stamp’ dan issued VOAnya padahal semua syarat lengkap ?. Jawabnya ‘Zero’ sambil lewat begitu saja. Setelah kecuat kecuit dengan penumpang lain, saya baru tahu maksudnya. Semua proses harus dimulai dari nol kembali. Form yang telah didownload dan diisi oleh penumpang di negara masing masing harus diketik ulang ke komputer satu persatu.

 

Suasana Kedatangan Masih Tertib Saat Baru Turun Pesawat
Antrian Yang Mengurus VOA Tidak Banyak
Tiga Jam baru ada penumpang dari UAE yang berhasil mendapatkan VOAnya. Itupun dia harus masuk ke ruang kerja kecilnya dan ‘diwawancara’ didalam. Saya tidak tahu sama sekali, wawancara apa yang terjadi didalam. Yang saya ketahui, begitu keluar dari dalam ruang kerjanya, penumpang UAE tersebut langsung membuka computer di meja luar sendiri dan saling photo berganti gantian. Rupanya, orang UAE tersebut diberi password untuk bisa mengambil photo sendiri. Rrruar Biasaaa…
Pak Tua Ini Satu Satunya Petugas Yang Melayani
Visa On Arrival
Kebetulan saya berempat yang paling terakhir. Total 7 Jam baru berhasil mendapatkan stempel VOA. Pesawat landing jam 1 siang, baru keluar bandara jam 08 malam. Untungnya jam 8 malam suasana masih terang benderang. Matahari benar benar tenggelam sekitar jam 10 malam. Karena saya yang paling terakhir maka saya jadi tahu apa yang terjadi saat ‘wawancara’ di ruang kerja. Beberapa penumpang Arab yang selesai paling awal ternyata ‘nyogok’ duit biar diproses lebih dulu. Itulah sebabnya mereka diberi password dan bisa saling photo menggunakan fasilitas bandara.
Harus Berdiri Ngantri Sambil
Menggerutu Karena Kerjanya Lamban
Saat VOA saya diproses, saya juga bisa mencium bau alkohol keluar dari mulut Pak Tua. Itulah sebabnya kenapa kalau jalan agak tertatih tatih dan selalu pegangan tembok atau meja. Rupanya, satu jam pertama berada di ruang kerjanya hanya umtuk recovery supaya tidak terlihat sedang mabuk. Sempat saya menduga pak tua tersebut menderita Parkinson karena ngetiknya sangat lamban, gemetar dan sebentar sebentar istirahat, berdiri, menguap ternyata sedang berjuang  keras agar tetap sadar dan bisa melayani sebaik mungkin. Perjuanganmu 7 jam melayani akan selalu aku kenang.
Pak Tua Ini Bisa Kerja Meskipun Mabuk
Rrruarrr Biasah
Nggak Ada Antrian Lagi
Siapa Yang Paling Dekat Yang Dilayani
Penumpang Arab Saling Memberi Tahu Agar
Nyogok Duit Saja Biar Cepat Di Ruang Kecil Ini
Pantas Pada Masuk Ke Dalam Dan Ngetik Sendiri
Bisa Photo Dan Ngetik Isian Form Sendiri Untuk
Melengkapi Dokumen VOA
Password Diberi Setelah Nyogok

 

Setelah 7 Jam Baru Beres Semua VOA Issued

 

Nyampai Hotel Di Downtown Kiev SudahJam 09:00 Malam.
Matahari Benar Benar Tenggelam Jam 10:00

 

Baca Juga :

 

 

 

Advertisements

Kampret Di Car Free Day Kiev Ukraina

Maidan Nezalezhnosti (Independence Square)
Kiev Saat Car Free Day

Saya terkejut berkali kali saat mengunjungi Ukraina. Negara ini banyak miripnya dengan Indonesia meskipun semua penduduknya kebanyakan ‘Bule’. Keterkejutan yang pertama sudah pernah saya tulis sebelumnya dalam cerita  Mobil Indonesia Mudik Lebaran Di Ukraina.  Terkejut yang kedua saat mengetahui penduduk Ukraina suka memakai ‘Baju Koko‘. Nanti akan saya ceritakan lebih detil tentang ‘Baju Koko’ Ukraina ini pada tulisan berikutnya. 

 
Khreschatyk Street Ditutup
Bedanya Dengan Jakarta, Car Free Day Di Kiev
Mulai Ramai Jam 3 Sore Sampai Malam
Tapi yang paling mengejutkan adalah yang ketiga. Ternyata walikota dan warga ibukota Kiev suka mengadakan Car Free Day, Saya kira cuma mantan Gubernur DKI Ahok saja yang punya ide  atau gagasan membikin acara Car Free Day. Acara mirip dengan di Jakarta ini diadakan disepanjang Khreschatyk Street mulai dari alun alun Nezaleshnozty (Independence Square) sampai ujung yang katanya panjangnya sekitar 3 – 5 Km. Cuma, di kota Kiev ini jalan mulai ditutup sekitar jam 2 siang sampai tengah malam dan hanya akhir pekan Sabtu dan Minggu saja.
Aktifitas Warga Macam Macam Ada Yang
Cuma Nampang Doang Dan Buka Lapak Dagangan

Tapi entahlah, siapa yang duluan mengadakan acara Car Free Day tersebut, yang penting warganya bahagia. Yang mengijinkan untuk menutup jalan protokol Khreschatyk Street adalah mantan petinju Kelas Berat juara Olimpiade, WBO, WBA  dan WBC terkenal bernama Vitali Klitscho. Sekarang beliau sudah pensiun dari dunia Tinju dan terpilih menjadi Walikota Kiev sejak 2014 setelah sebelumnya memilih jalan hidupnya menjadi seorang politisi.

 

Politisi Ukraina Yang Ditahan
Kalau Di Indonesia Artinya
‘Bebaskan Setnov (Setya Novanto)’
 

Sama juga dengan acara Car Free Day di Jakarta, polisi selain sibuk menutup jalan, juga sibuk mengawasi dan melarang orasi politik atau membawa atribut politik yang mengganggu ketentraman. Ukraina memang warganya saat ini sedang semangat semangatnya berpolitik dan berdemokrasi seperti halnya yang terjadi di Indonesia. Bisa dimaklumi, karena negara ini termasuk ‘baru’ saja berdemokrasi setelah merdeka dari Russia.

Pasang Pesan Politik Di Car Free Day
Kiev
Secara umum kelakuan berorasi politik sama saja dengan di Indonesia. Isinya cuma teriak teriak sambil bersandiwara untuk menarik perhatian orang lewat. Sekali kali muncul ketidak sukaannya terhadap presiden Petro Poroschenko dengan alasan mengkhianati rakyat, menangkapi tokoh tokoh politik dan menyerahkan ke musuh bebuyutan Russia.
 
Nggak mungkin tokoh politik Ukraina bisa ditangkap dan dipenjara di Russia kalau nggak dibantu oleh rezim yang sekarang‘, kata Elena pedagang Souvenir didepan panggung orasi. Mungkin dia Kampreter pendukung #2019_Ganti_Poroschenko.

 

Setnov Ukraine Dan Kawan Kawan
Yang Ditahan Di Penjara Russia
Banyak Nama Nama Islam, Mungkin Dari
‘Partai Keadilan Sejahtera’nya Ukraina

 

Nggak Kurang Akal,
Ngadain Orasi Dan Bawa Atribut Politik Dijalan
Dilarang, Akhirnya Dipajang Di Toko

 

Kampreter Sedang Bersandiwara Mengkritik Pemerintah

 

Cebonger Ini Lebih Cuek Lagi
Sedang Asyik Melukis Wajah

 

Demam Piala Dunia Juga Terjadi
Di  Car Free Day Kiev

 

Cewek ABG Cantik Ini Sedang
Nampang Cari Perhatian
Barang Apapun Disewakan, Dijual Dan
Dipamerkan

 

Lionel Messi Kiev
Pokoknya Semua Demam World Cup
Ada Yang  Main Akrobat Dan Sulap
Ada Warga Kiev Yang Unjuk Keahlian Menari
Tari Tarian Dan Budaya India

Baca Juga :

 

Belanja Perlengkapan Teror Di Lviv

Tokonya Kecil Namanya Kovalnja
Lokasi di Downtown Kota Lviv
Perjalanan saya pulang dari Ukraina ke Kuwait cukup menjengkelkan. Di Kiev Airport, koper cabin saya digeledah dengan diteliti dan juga diinterogasi dengan berbagai macam pertanyaan. Waktu transit di Dubai juga sama saja, saya dipisahkan dari penumpang lain dan diperiksa komplit oleh beberapa petugas bandara. Hampir saja saya ketinggalan pesawat menuju Kuwait karena pemeriksaan sangat lama.

 

Alat Alat Pertukangan Sampai Onderdil
Mobil Semua Terbuat Dari Chocolate Dengan Tingkat Kemiripan 99 %
Sialnya lagi di Kuwait juga digeledah dan ditanya macam macam begitu koper cabin saya melewati alat scan barang bawaan cabin. Tetapi dari 3 kejadian di bandara Kiev, Dubai dan Kuwait ini saya bisa mendapatkan hikmah yang cukup bermanfaat buat anda semua. Semoga, kejadian yang saya alami ini cukup saya yang mengalami dan tidak terjadi pada anda.

 

Tinggal Pilih, Mau Beli Pisau Belati, Pistol
Senjata Serbu AK-47 Sampai Alat Pertukangan Semua Ada
Saran saya, jangan sekali kali membeli oleh oleh Chocolate khas dari kota Lviv, Ukraina untuk dibawa pulang ke Indonesia. Bentuknya sangat mirip dengan granat, pistol, pisau dan senjata tempur AK-47. Meskipun hanya terbuat dari ‘Chocolate‘ dan tidak ada unsur logam sama sekali, tetapi kalau discan tetap saja bentuknya terlihat jelas oleh petugas bandara.

 

Gun Of Lviv Yang Saya Beli Buat Oleh Oleh
Tapi Bikin Masalah Di Bandara

Saya sempat ditanya aneh aneh di ketiga bandara tersebut diatas. Mulai pertanyaan ringan seperti pekerjaannya apa di Kuwait sampai tuduhan mau membajak pesawat karena bawa ‘pistol’ ke cabin, mau ngelepas jok pesawat karena bawa kunci pas dan kunci Inggris, mau merakit Bom Panci karena bawa batery, busi, tutup botol, mur, baut dll. ‘This is chocolate, why did you interogate me like a terorist ?’.

 

Semua Oleh Oleh Dari Lviv Ini
Disuruh Mengeluarkan Semua Dari Koper Cabin
Tapi bagaimanapun juga terserah anda, kalau anda nekat mau beli oleh oleh khas kota Lviv, Ukraina silahkan saja datang ke tokonya langsung di kota Lviv atau bisa juga pesen online. Bisa dikirim ke seluruh penjuru dunia. Terserah anda, mau pesan Pistol berbagai macam model, Granat, AK-47 maupun mur dan baut untuk membuat Bom Panci semua ada di toko ini dan dalam ukuran sebenarnya dan detail yang sangat akurat.
Gara Gara Bawa Kunci Inggris Saya
Dituduh Mau Membongkar Jok Pesawat

Nama toko chocolate tersebut adalah Kovalnja.

Ковальня шоколаду

Alamat : Вірменська 25 Львів, Україна
Phone : +3068 922 3037
Email : shop@kovalnja.lviv.ua
Website : http://kovalnja.lviv.ua/en/

 

Ini Jenis Pistol Glock
Kalau Di Scan Nampak Jelas
Masak Nggantengnya Kayak Gini
Dikira Mau Membajak Pesawat
Gara Gara Photo Ini Semua Isi Photo
Di HP Diperiksa
Cara Makan Gun Of Lviv Choco
Tang, Gunting Rumput, Palu
Semua Dari Bahan Dark Chocolate
Batery Soak, Keran Air, Engsel Pintu
Dark Chocolate Memang Enak
Hook, Batery Bekas, Rantai Dan Gembok
Karatan Juga Ada. Enak Rasanya Dan Agak Pahit
Ini Bahan Bahan Untuk Membuat Bom Panci
Mur, Baut, Ring Dan Tutup Botol
Rasanya Manis Agak Pahit
Obeng, Gergaji, Lem Besi Pasta Dan Pasak Pintu
Semua Karatan
Baca Juga :

Mudik Lebaran Ke Ukraina

Mobil Plat Nomor Magelang Banyak Sekali
Yang Mudik Lebaran Di Kiev Ukraina
Lebaran tahun ini saya tidak bisa mudik ke tanah air Indonesia. Sebagai gantinya saya terpaksa harus mudik juga ke negara lain yang dekat dengan Kuwait, yaitu ke Ukraina. Cukup lima jam saja penerbangan dari Kuwait ke Kiev nonstop. Disamping itu, banyak pilihan ‘Budget Airline/ yang tidak terlalu menguras isi kantong, tapi pesawat murah seperti ini harus transit minimal dua jam di negara lain. Di Kuwait, saat hari raya Idul Fitri semua karyawan juga libur panjang.
Rasanya Seneng Banget Bisa Ketemu
Mobil Bengkulu Di Ukraina
Begitu saya keluar dari Kiev International Airport, ternyata saya bukan satu satunya orang yang mudik ke Ukraina. Banyak sekali mobil dengan plat nomor AA, Magelang. Lebih kaget lagi saat perjalanan menuju hotel, saya saksikan banyak mobil mobil dengan plat nomor AE, Madiun dan AB Yogyakarta

 

Ahaaa, Bisa Silaturahmi Dengan
Orang Padang Nih Di Kiev Ukraina

 

Saat jalan jalan di kota Lviv, ketemu juga berbagai macam mobil dengan plat nomor Medan (BK), Bengkulu (BE), Palembang (BG), Padang (BA) dan Pekanbaru (BM). Belum lagi mobil mobil dengan plat nomor Kalimantan (C*)dan Sulawesi (D*). Jadi kepikiran saya, hebat bener orang orang Indonesia dari Padang, Medan, Madiun, Yogya, Pekanbaru dan kota lain kalau mudik lebarannya saja nyampai ke Ukraina. Padat merayap jalanan di kota Kiev, Lviv, Odessa dipenuhi oleh mobil mobil pemudik dari daerah daerah di Indonesia. Pfffff…… @#$%&)!@.

 

Nekat Juga Pemudik Motor BK
Medan Ini. Berapa Hari Nyampai Ukraina ?

 

Mobilnya Plat Nomor Yogya
Tapi Pemiliknya Kok Nggak Bisa Bahasa Jawa Ya ?

 

Ke Chernobyl Bisa Naik Mobil AA Magelang
Sayang Sopirnya Udah Lupa Bahasa Jawa

 

Ini Orang Orang Magelang Kemana Semua Ya
Mobilnya Kok Diparkir Disini Semua ?

 

Ini Mobil Magelang Yang Saya Sewa
Untuk Keliling Kota Kiev Ukraina

 

Mobil Jompo Plat Nomor Jakarta
Juga Ada

 

Mobil Madiunn AE Di Kota Kiev
Orang Madiunnya Kemanaaaa Ini

 

Taxi Uber Madiun Plat Nomor AE

 

Ini Orang Medan Bawa Mobil Jauhnya Bukan Main
Sampai Ke Ukraina

 

Orang Pekanbaru Mudik Bawa Mobil
Sampai Ke Ukraina Juga

 

Mobil PlatNomor BH Juga Banyak Di Kiev

 

Mas, Dari Yogta Ya Kok Bawa Mobil
Plat Nomor AB

 

 

Warung Makan James Street London

Warungnya Kecil Tapi Punya Sekitar 13 Outlet
Di Seluruh London
Saya sedang jalan jalan di London, tepatnya di kawasan James Street, Marylebone – West End.  Enak jalan jalan disini karena sepanjang jalan isinya restaurant atau tempat njajan. Sambil jalan jalan bisa mencium aroma masakan dan mengintip masakan yang disajikan. Kebanyakan restaurant disini memiliki tempat duduk di trotoar, jadi sambil pura pura jalan jalan sebenarnya mengawasi makanan apa yang enak dilihat dan ‘mungkin’ enak juga rasanya.
Punya Websites Yang Bagus Untuk Menunjang
Pemasaran Yang Profesional http://www.pattyandbun.co.uk
Harap maklum, kita ini makannya nasi, kalau perut belum keisi nasi rasanya masih lapar terus. Kalau sedang di negara orang sering asal pilih makanan kalau disodori menu makanan dengan nama yang aneh aneh.  Udah biasa salah pilih makanan dengan rasa asem, kecut atau aneh dimulut. Biasanya, kalau sudah tahu satu jenis makanan yang enak maka untuk selanjutnya pilihan ‘ituuu saja’, nggak berani pilih jenis makanan yang lain.
Jumlah Meja Hanya Sekitar 6 Saja
Warung Kecil Kayak Gini Di Indonesia Banyak

 

Saya telusuri dari ujung ke ujung jalan James Street ini sambil melirik isi piring orang yang sedang makan di trotoar. Isinya cuma kentang, roti, spagheti doang dan nggak terlihat yang makan nasi. Gawat, bisa kelaparan kalau nggak makan nasi. Akhirnya nyampai ke ujung jalan dan lelah nggak ketemu makanan yang cocok. Untungnya diujung ada Patty & Bun Restaurant, kayaknya jualan burger. Lumayan bisa buat ngganjal perut selama belum ketemu nasi.
Menunya Nggak Banyak, Cuma Burger
Tapi Website Pemasarannya Sangat Profesional
Eh, ternyata burgernya enak juga. Bisa kenyang juga setelah makan 2 buah burger plus ‘Sapu Jagad’ menghabiskan sisa makanan yang dipesan oleh suami dan anak anak. Penyajiannya sangat berbeda dengan burger Mc Donald, Hardees atau yang lainnya. Roti (Bun) nya mirip dengan Bath Bun, agak agak manis gitu. Patty & Bun ini warungnya kecil, warung tetangga tetangganya juga kecil dan ada juga warung kaki lima dengan makanan yang bisa dipesan dan dimakan sambil jalan (take away). Anehnya, di Indonesia warung ini sangat bergengsi dan saya temukan di Kota Kasablanka Mall.
 
Penyajiannya Beda Dengan Mc Donald
Pakai Sauce Terpisah
Lesson Learn :
Di sepanjang James Street ini semua warung punya websites yang bagus dan bisa dibaca diseluruh dunia. Disamping itu warung warung ini juga bersinergi dengan Deliveroo (Kalau di Indonesia namanya Go Food) untuk pesan antar. Jangan heran kalau pelayan restauran juga mempromosikan Deliveroo di website dan warungnya. Dan jangan heran juga, rumah makan Franchise di Mall Mall besar di Indonesia itu dinegara asalnya cuma warung Emperan Kaki Lima. Banyak warung kecil naik derajatnya begitu dibawa ke Indonesia, jualannya di Mall dan jadi mahal dan bergengsi. 
 
Warung Kecil Tapi Kalau Ditunjang Oleh Website Bagus
Pasti Akan Jadi Franchise Dan Dibawa Ke Indonesia
James Street London
Tempat Makan Sepanjang Jalan
Beda Iklim Antara UK Dan Indonesia
Di Indonesia Makan Di Trotoar Seperti Ini Akan Berkeringat
Warung Makan Terbuka Di Trotoar Seperti Ini
Kelihatan Bagus Tapi Nggak Bisa Diimplementasikan
Di Indonesia Karena Iklimnya Berbeda
Orang Indonesia Milih Jalan Ditempat Yang Teduh
Bule Inggris Malah Mencari Restaurant Yang Tertimpa
Sinar Matahari Langsung
Indonesia Restaurant Pinggir Jalan Jauh Lebih Banyak
Tapi Baru Duduk Sudah Berkeringat Kepanasan
James Street
Dari Ujung Ke Ujung Tempat Makan

 

Kalau Diphoto Dari Dekat Kelihatan Bagus
Kalau Photonya Dari Jauh Tampak Semrawut Juga
Baca Juga :

 

Rahasia RM Seafood Paling Laris Kuwait

Namanya Dampa Feast Seafood Restaurant
Restaurant Philipine Dengan Penyajian Ala Arab
Ada sesuatu yang cukup mencengangkan dan susah untuk dipercaya kalau anda sedang jalan jalan di City Center Kuwait. Disudut paling pojok dan tersebunyi, tepatnya di lantai foodcourt yang sewa tempatnya kemungkinan paling murah sendiri, ada berpuluh puluh orang Arab yang sabarnya minta ampun. Ada yang berdiri tegak hampir dua jam tidak bergerak, ada yang mondar mandir setiap 15 menit datang kembali dan ada juga yang duduk seadanya dimanapun didepan Dampa Feast Seafood Restaurant. Susah dipercaya, mereka semua ngantri makan.
Pengumuman Untuk Reservasi
Luar Biasa, Bisa Reservasi Sebulan Didepan
Dampa Feast Seafood Restaurant ini sebenarnya adalah restaurant Philipina. Di Kuwait banyak restaurant seafood dengan nama Dampa, mungkin Dampa adalah nama daerah, desa atau kota di Philipina. Kira kira semacam Seafood Lamongan, Soto Madura, Nasi Padang Kapau dll. Tapi entah kenapa rumah makan yang di City Center ini ramainya bukan main dan sampai harus booking meja sebulan sebelumnya.
Sabar Ngantri
Rata Rata Pengunjung Go Show Karena Pingin Tahu
Saya mencoba ‘Go Show‘, tanpa reservasi sebulan sebelumnya seperti yang disarankan. Ternyata bisa juga dan semua orang kebanyakan ‘Go Show‘ juga. Dua jam waktu yang diperlukan untuk ngantri saja. Untung pelayanannya sangat cepat sekali. Bagian kebersihan, tukang masak dan pelayan yang menjajikan sangat profesional sekali. Begitu duduk dimeja, langsung pesanan datang. It’s Magic…., belum ngomong mau pesan apa tahu tahu seafood yang sedang kita pikirkan sudah datang dan disajikan dengan cepat.

 

Kasihan Yang Wanita 2 Jam Ngantri Berdiri
Laki Laki Bisa Klesetan Di Lantai

 

Memang berbeda restauran ini dibandingkan dengan restauran seafood lainnya. Sentuhan budaya Arab sangat kental sekali. Cara menyajikan makanan mengikuti cara Arab. Yang pertama dilakukan pelayan adalah menggelar plastik diatas meja. Lalu nasi satu baskom dan seafood satu baskom dituangkan diatas plastik/meja. Dan terakhir baskom dikoreti dengan tangan sampai bersih. Nggak ada piring, nggak ada juga sendok, garpu atau wastafel buat cuci tangan, tapi disediakan sarung tangan plastik. Semua yang tersaji dimeja dimakan bersama sama. Cukup seru kalau berombongan, makan bersama satu meja berisi 4 – 6 orang.

 

Setiap 15 Menit Harus Ngecek Sudah
Nomor Urut Berapa ?
Yang paling asyik dan paling menarik adalah saat menuangkan nasi dan seafood keatas meja. Kuah seafood di baskom dan sisa nasi di baskom semua dikoreti sampai bersih dengan tangan oleh pelayan laki laki. Langsung saya terbayang, laki laki kalau pipis selalu berdiri dan pegang ‘barang‘nya. Habis pipis, tangan nggak dicuci langsung dipakai buat ngoreti kuah seafood dan nasi dari baskom. Inilah sebenarnya rahasia kenapa restauran ini sangat laris dan banyak dikunjungi para wanita. Enak memang seafoodnya apalagi sensasi saat membayangkan rahasia kesuksesannya.

 

Ada Yang Protes, Kok Ada Yang Nyelonong Masuk
Oooh Ternyata Sudah Reservasi Sebulan Lalu

 

Yang Sudah Bisa Masuk Bangganya Bukan Main
Senyam Senyum Ngejek Yang Masih Berdiri Diluar

 

Maaf, Meja Mau Digelar Plastik
Semua Handphone Harus Disingkirkan Dari Meja Ya

 

Plastik Digelar Diatas Meja

 

Nasi Dan Seafood Dituangkan Dari Baskom
Keatas Meja

 

Nasi Dan Seafood Diobok Obok
Pakai Tangan Saat Menyajikan Dan Merapikan
Makanan Yang Telah Tersaji Di Meja

 

Siap Dimakan Bersama

 

Tidak Ada Wastafel Buat Cuci Tangan
Makan Cukup Pakai Sarung Tangan Plastik
Ibu Ibu Pelanggan Dampa Seafood

Baca Juga :

 

Selebrities Pasar Awul Awul, Kumel Tapi Murah

Selebrities Pasar Awul Awul
Kumel, Lecek, Kusam Dan Ada PKL Jual Rokok
Umumnya orang Indonesia kalau berwisata keluar negeri selalu posting di Facebook, Instagram atau Tweeter tempat tempat yang ‘exotis, bersih, mewah dan wah wah wah’. Istilahnya itu ‘WAHHH WOOO‘. Tampilan di Medsos kelihatan ‘Wah‘ tapi kenyataan sehari harinya ‘Wooo‘. Nah kita ini juga ‘WahWoo‘, sama halnya dengan selebrities Medsos Syahrini. Cuma sekelompok emak emak yang sama ‘khatam’nya melanglang buana keseluruh penjuru dunia seperti Syahrini juga. Baca : Syahrini Kuwait
Pasar Awull Awul Ini Tidak Terlalu Besar
Yang Dijual Kain Sisa Pabrik Garment

 

Tapi, kita sedikit beda dengan Syahrini Kita sudah tidak tertarik lagi mengexplore Eiffel, Buckingham, naik Yacht, makan di restoran mewah atau mengikuti apa maunya tour guide. Kita lebih senang blusukan sendiri, Dan kali ini saya ajak anda blusukan ke Pasar Awul Awul di Kuwait. Nama sebenarnya saya tidak tahu dan itu tidak terlalu penting. Yang jelas lokasinya di Kuwait City, tidak terlalu jauh dari Mubarakeeyah Souq.

 

Gedung Pasar Awul Awul Ini Sangat Kuno
Dan Tidak Terawat Dengan Baik

 

Pasarnya luar biasa Kumel, Kusam, Kucel dengan beberapa pedagang kaki lima membuka lapak menempel didinding pasar. Barang yang dijual khusus kain untuk bahan membuat baju, korden, seprei, sarung bantal dan taplak meja. Semua kain sudah diikat karet dimana setiap ikatnya ada yang berisi kain 1 meter, 1.5 meter, 2 meter, 3 meter. Harga tertinggi cuma KD 1 saja dan bisa tawar menawar. Terkadang nggak mau ditawar tapi diberi pilihan untuk Beli 3 Gratis 1.

 

Nah Kegembiraan Sangat Terasa Kalau Bisa
Menemukan Potongan Kain Yang Cocok

 

Karena kain kain yang dijual semuanya diikat karet gelang dan sudah dipotong potong meteran sisa kain dari penjahit, perusahaan garment atau toko kain besar, maka sudah tentu cara menjualnya cuma diletakkan diatas meja atau bahkan masih didalam box kardus besar. Nah disinilah letak ‘Fun‘nya. pembeli boleh memilih dan mengambil sendiri dengan cara di’awul awul’ sesukanya.

 

Yang Dipajang Diluar Kelihatan Bagus
Tapi Terkadang Cuma Satu Meter Saja

 

Tentu anda heran dengan aktifitas emak emak Sosialita, Penggiat Medsos atau Selebrities Medsos ini. Untuk apa pada keluar masuk pasar kumel dan membeli kain potongan sisa pabrik garment dengan harga murah. Eittt, harga memang murah tapi kwalitas kain jangan ditanya. Saya jamin memang kain murahan juga. Kita semua punya hobby yang sama, yaitu Menjahit. Sayang memang untuk mengeluarkan duit banyak hanya untuk latihan menjahit.

 

Pedagangnya Hapal Kita
Yah Namanya Saja Selebrities Awul Awul
Pasti Hapal Kita Dong
Nggak perlu beli kain yang mahal mahal hanya untuk belajar menjahit. Yang penting, gaun hasil karya sendiri ini bisa dipakai bergaya dan update status saat Lebaran bulan depan nanti. Tidak semua emak emak Sosialita, Penggiat Medsos atau Selebrities Medsos ini bisa mudik berlebaran ke tanah air. Sebagian akan mengisi liburan pendek lebaran ke luar negeri seperti Syahrini. Ada yang mau mengisi libur pendek lebaran ke Marocco, Bahrain dan saya sendiri berencana akan memakai Gaun Awul Awul  ini untuk berlebaran ke Ukraina. Tunggu update status penampilan para Selebritis Pasar Awul Awul Kuwait ini lebaran bulan depan.
Di Pasar Awul Awul Ini Bisa Beli
Kain Dengan Cara Tawar Menawar

 

Sampai Dirumah Hasil ‘Hunting’ Awul Awul Langsung Digelar
Ada Yang Bolong Ditengah, Ada Yang Terlalu Pendek
Dan Ada Juga Guntingan Kain Tidak Lurus

 

Mulai Menjahit
Kesulitan Utama Adalah Menyesuaikan Design Dengan
Potongan Kain Awul Awul Yang Tidak Simetris
Yah, Bisa Jadi Juga
Kain Yang Bolong Ditambal Dengan Bunga Bunga

Baca Juga :