Lake Como Italy Sebelum Wabah Corona

Lake Como, Como Province
Region Lombardy
Photo photo di halaman ini saya ambil beberapa tahun lalu jauh sebelum ada pandemic Virus Corona / Covid-19 yang terjadi mulai awal tahun 2020 di Italy.  Jadi, tidak ada hubungannya dengan Lockdown yang sekarang sedang berlangsung diseluruh penjuru Italy. Lokasi tepatnya photo photo ini di sekitar Lake Como, Italy Utara dan masuk dalam wilayah Lombardy, propinsi Como.
Jalan Di Italy Hampir Semuanya Sempit
Jangan Harap Anda Bisa Melihat Lambotghini Atau Ferrari
Mobil Sport Italy Ini Dipasarkan Di Timur Tengah
Lho, kok sepi sekali ?. Ya jelas sepi sekali. total penduduk Italy itu hanya sekitar 60 Juta, nggak ada apa apanya bila dibanding dengan jumlah penduduk pulau Jawa yang 150 Juta (Source Wikipedia). Wilayah Lombardy ini masih dibagi lagi menjadi 12 propinsi, diantaranya Bergamo, Brescia, Como, Cremona dan lain lain. Jadi sebenarnya Italy itu memang sepi nyaris nggak ada penduduknya.
Losmen Dan Mobil Daerah Lain Banyak Di Lake Como
Kurang Jelas, Istri Siapa Yang Dikamarkan Di Losmen

 

Propinsi Como yang saya kunjungi ini luasnya hanya 1288 SqKm dengan jumlah penduduk sekitar 600,000 orang saja (Separuh penduduk Klaten). Jadi, bisa kebayang nggak kalau jabatan Gubernur Propinsi di Italy itu yang diurusi sebenarnya sedikit, hanya setara dengan  tanggung jawab seorang Camat kalau di Indonesia. Itulah sebabnya kenapa Italy dan negara Eropa lain pada kalang kabut ngurusi warganya yang terpapar Corona, sedangkan Indonesia bisa lebih tenang dan santai menghadapi Corona karena sudah terbiasa ngurusi warganya yang luar biasa banyak, bandel dan keras kepala.
Mobil Mobil Yang Tidak Bergerak Dari Kemarin
Banyak Orang Dari Milan Yang Ngamar Di Lake Como

 

Tapi di photo photo yang sering kita lihat sepertinya Italy itu negara besar yang selalu ramai dan padat penduduk. Yah, itu benar di ibukota Roma dan beberapa kota besar. Tapi, mereka itu sebenarnya turis asing. Kota Roma (dan Vatican) memang selalu ramai pendatang dari mancanegara terutama umat Kristiani untuk urusan keagamaan. Sudah nyampai ke Roma, biasanya mereka wisata juga ke berbagai kota yang lain. Kalau anda mau blusukan ke kota lain yang tidak ada turismya, akan terasa sepinya.
Sepi, Di Tempat Peristirahatan Semacam Ini
Orang Kota Masuk Villa Lalu Tidak Keluar Lagi

 

Kota kota disekitar Lake Como ini kira kira sama dengan Danau Toba atau Puncak yang hanya ramai saat akhir pekan atau ada liburan panjang saja. Hotel hotel disekitar Lake Como ini juga penuh oleh kunjungan warga Italy dari kota kota terdekat karena merupakan tempat peristirahatan yang cukup dikenal oleh warga Italy. Turis asing jarang yang blusukan sampai ke Lake Como, biasanya yang dikunjungi turis asing cuma Venesia, Milan, Pisa dll.
Mobil Mobil ‘Orang Kota’
Yang Nginap Di Lake Como

Karena Lake Como merupakan danau dan kota tempat peristirahatan, maka saat saya kelilingi dan photo jam 09:00 pagi, penghuninya masih pada molor tidur semua. Udaranya yang sejuk membuat penghuninya betah tidur didalam villa dan losmen yang cukup banyak disekitar Lake Como ini. Saya tidak tahu, yang menginap di villa dan losmen tersebut suami istri atau bukan karena hampir semuanya berpasang pasangan. Mungkin saja sekretaris di kantor, pacar atau istri/suami orang lain.
Losmen Melati Nggak Punya Tempat Parkir
Barangkali Mereka Pamitnya ‘Sedang Tugas Luar Kota’

 

Sama halnya dengan Puncak, di sekitar Lake Como ini ada juga villa villa yang sangat mewah dengan tempat parkir pribadi, hotel juga ada, losmen dan rumah pribadi yang disewakan juga banyak sekali. Nyaris nggak ada beda sama sekali dengan suasana di tempat peristirahatan orang Jakarta di Puncak.  Didepan villa dan losmen sering saya temukan tulisan besar yang artinya kira kira ‘Masih Ada Kamar Kosong

Hotel Melati Di Lake Como
Entah Sekretaris, Pacar Atau Istri Orang Yang Dibawa
Nginap Di Losmen Losmen Lake Como

 

Villa Yang Agak Bagus Punya Garasi Dan
Pagarnya Tertutup Pepohonan

 

Villa Yang Punya Halaman Parkir Privat Juga Ada

 

Sepi Sekali, Orang Kota Benar Benar
Memanfaatkan Waktu ‘Tugas Luar Kota’nya Hanya Dikamar Saja

 

Masih Ada Kamar Kosong

 

Banyak Terowongan Di Lake Como

 

 

Perjalanan Jauh Birmingham Portsmouth

Pemandangan Pedesaan Antara Birmingham, Bristol,
Bath, Salisbury, Southampton Dan Portsmouth

 

Saya paling senang melakukan perjalanan darat, nyetir sendiri dengan mobil sewa kalau mengunjungi negara manapun di dunia. Selalu saja ada kegaduhan antar ayah, emak dan anak anak kalau sedang perjalanan jauh dengan mobil. Mulai dari yang mengeluh kebelet ngising, nyalahin sopir kalau kesasar, ada yang lapar/haus, ada yang tidur mulu sejak berangkat, ada yang kaget terbangun karena ngerem mendadak hampir nabrak kambing sampai ngomel ngomel ditilang polisi. Semua bagian dari wisata, semakin gaduh, jengkel, marah, sedih dalam perjalanan di negeri orang semakin berkesan.
Mobil Sewaan Yang Saya Pakai Keliling UK
Hyundai Elantra

 

Kali ini saya melakukan perjalanan darat dari Birmingham menuju ke rumah saya di Portsmouth melewati kota Bristol, Bath, Salisburry dan Southhampton. Kira kira menghabiskan waktu sekitar 5 Jam perjalanan. Sepanjang perjalanan yang kita saksikan adalah pemandangan yang natural, tidak terkesan glamour sama sekali seperti yang sering kita saksikan pada photo photo majalah pariwisata atau film hollywood.

 

Ketemu Bule Inggris Lagi Istirahat
Bekal Yang Dibawa Lumayan Banyak Juga

 

Kehidupan penduduk juga terlihat sangat bersahaja disepanjang perjalanan. Petani ada yang berkebun dengan traktornya, peternak juga asyik menggembalakan sapi dan kambingnya. Desa desa yang kita lalui juga khas pedesaan eropa dengan jalan jalan sempit berbatu dan beberapa ada yang beraspal. Sama dengan di Indonesia, penduduk pedesaan sangat ramah dan senang diajak bicara dibanding dengan penduduk London dan  kota kota besar lain.

 

Ada Juga Yang Istirahat Dan Makan Bersama Keluarga
Di Dekat Parkiran Mobil

 

Karena seringnya saya melakukan perjalanan darat dengan mobil dan berinteraksi dengan warga lokal, saya bisa menyimpulkan bahwa semua orang itu sejatinya sama saja apapun suku bangsanya. Tidak tergantung warna kulit, agama atau pilihan politik  sama sekali. Penduduk desa cenderung lugu dan jujur dan senang menolong kalau kita sedang tersesat atau sengaja menyesatkan diri.

 

Ndeso di UK
Jenis Tanaman Di Pedesaan Berbeda Dengan Di Indonesia

 

Yang menarik, orang Inggris kalau melakukan perjalanan jauh juga sama persis dengan orang Indonesia. Cari tempat istirahat, menggelar tikar, dan membuka bekal yang dibawa. Si Bapak sibuk mengangkat semua barang bawaan dari bagasi, anak anak membantu menggelar tikar dan menata barang barang kecil dan si Emak sibuk bagi bagi bekal makanan yang dibawa.

 

Jalan Desa Yang Sudah Diaspal

 

Yang berbeda hanya makanannya saja. Tidak terlihat sama sekali Arem Arem, Magic Jar, Indomie Gelas, Rantang, Thermos Air Panas atau barang bawaan khas orang Indonesia lainnya. Sepertinya bekal dan barang bawaan bule lebih ringkas dan praktis dibanding barang bawaan orang Indonesia.  Semua makanan sudah dikemas dari rumah dan tinggal dibagi saja.
Masuk Desa Kecil

Menurut saya bekal makanan dan barang bawaan bule Inggris saat piknik atau perjalanan jauh kurang bervariasi, kurang seru dan tidak seribet seperti orang Indonesia. Yang terlihat ribet, di bagasi orang Inggris ternyata isinya banyak sekali bola dan skateboard, bukan koper pakaian. Orang Indonesia koper pakaian sampai ditaruh diatas mobil. Artinya, orang Inggris jarang mandi dan ganti pakaian.

 

Rumah Rumah Di Desa
Sebelum Salisbury

 

Jalan Desa Sepi
Sengaja Masuk Ke Desa Desa

 

Akhirnya Tersesat Juga
Untung Penduduk Desa Ramah Dan Baik Hati
Dibantu Aba Aba Saat Putar Balik



Baca Juga :

 

Jalan Jalan Ke Pasar Kere Birmingham

Lewat Pintu Masuk Pasar Sayur Dan Buah
Sebelum Nyampai Ke Los Pakaian Bekas
Kalau anda turis yang hanya berkunjung beberapa hari saja di United Kingdom, nggak bakalan anda mengertahui pasar ‘Kere‘ seperti yang akan saya tulis dibawah ini. Biasanya turis hanya mengunjungi tempat tempat eksotis yang indah dipandang mata saja. Mahasiswa yang kuliah di UK sebenarnya sering keluar masuk ke pasar ‘Kere‘ semacam ini tapi umumnya tidak mau bercerita sedikitpun, lihat saja FB atau tweeternya yang dipajang hanya photo photo ditempat pariwisata yang indah.
Kios Vermak Blue Jean, Jaket
Dan Pakaian Jenis Apapun

 

Salah satu pasar ‘Kere‘ yang saya kunjungi kali ini namanya Rag Market di kota Birmingham. Jangan sedikitpun membayangkan kalau negara negara Eropa itu pasti glamour, penduduknya kaya raya, belanja selalu di Mall dengan belanjaan barang barang mewah buatan designer terkenal. Salah besar kalau anda berpikiran seperti itu, apa yang anda pikirkan itu hanya ada di Film Holywood.

 

Mau Vermak Pakaian Bisa Ditunggu
Ongkosnya Tawar Menawar

 

Pasar ditengah kota Birmingham ini tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan pasar pasar tradisional di Indonesia. Yang dijual kebanyakan pakaian bekas. Ada juga sebenarnya pakaian baru jenis ‘Kodian’, beli 10 dapat gratis satu atau Buy One Get One dan semacamnya.
Promosinya ‘Masih Bagus, Baru Dicuci Sekali’
Sepertinya pakaian baru yang murah meriah tersebut didatangkan dari luar negeri, biasanya dari China, India atau Pakistan. Beda sekali ya, Indonesia mengimport barang dari luar negeri lalu dijual mahal di Mall. Sedangkan UK mengimport barang dari luar negeri lalu dijual murah di trotoar buat rakyatnya.

 

Jaket Bekas Harga GBP 5 – GBP 10
Bisa Ditawar Tinggal Pilih Yang Paling Kinclong

 

Sama halnya dengan pasar pasar di Indonesia, barang yang dibeli bisa langsung dipermak ditempat apabila kegedean. Disekitar pasar pakaian bekas ini ada beberapa kios jahit yang siap melakukan permak sesuai dengan ukuran tubuh anda. Terserah pakaian apa yang anda beli, celana blue jean, jaket, atau baju, rok atau gaun model apapun semua bisa dipermak ditempat dan anda tinggal menunggu.

 

Gaun / Rok Baru Dan Bekas Harga
Relatif Sama – Harus Pandai Menawar

 

Mengenai harga jelas tawar menawar. Permak pakaian juga tawar menawar. Rata rata harga pakaian jenis apapun ditawarkan sekitar GBP 5 – GBP 10. Tertulis jelas cukup rapi dengan warna kuning dan tulisan merah disetiap gantungan pakaiannya.
Bule Inggris Belanja Pakaian Bekas
Rupanya mas Ardi tertarik dengan  salah satu jaket tipis yang tertulis GBP 5. Saya tawar harganya sampai 50 % dan sukses. Tidak terlalu lama tawar menawarnya langsung dilepas penjualnya dengan harga GBP 3. Nah lo, pulang kembali ke Kuwait mas Ardi bawa oleh oleh pakaian bekas.

 

Cara Meletakkan Rak Pakaian Sesukanya

 

Semua Pakaian Bekas Dan Murah

 

Serba GBP 5 Tapi Bisa Ditawar
Beli Satu Dapat Dua

 

Soal Pakaian Bule Lebih Sederhana Dibanding
Orang Indonesia

 

Katanya Alasan Lingkungan Yang Membuat
Bule Sadar Diri Tidak Membuang Pakaian Bekasnya
Bule Memang Pelit  Dan Pinter Cari Alasan

 

Kalau Orang Indonesia Lebih Boros
Pakaian Bekasnya Umumnya Dibuang
Atau Dijadikan Lap Mobil

 Baca Juga :

 

Melihat Dari Dekat Stonehenge

Stonehenge, Monumen Pra Sejarah
Yang Dibanggakan Bangsa Inggris

Perhatikan sekitar anda, apapun yang berbau ‘Luar Negeri‘ ditiru dan dijiplak mentah mentah. Contohnya dandanan banyak yang meniru Arab. Nama Cluster perumahan kurang sreg kalau bukan nama Las Vegas, Tokyo, Sommerset dll.  Bikin obyek wisata juga njiplak kota kota di Eropa {The Voyage Bogor), Bikin Masjid meniru St Basil Moscow. Celakanya Stonehenge pun ditiru mentah mentah di Cangkringan, Kaliurang.

 

Kecil, Borobudur Dan Prambanan Jauh
Lebih Bagus Dan Ada Relief, Ukiran Dan Prasasti Kino

 

Mari saya ajak anda jalan jalan melihat Stonehenge asli di Wiltshire, sekitar 3 Km dari Amesbury di UK. Monumen pra sejarah ini kalau kita perhatikan sebenarnya nggak ada apa apanya dibanding Borobudur atau Prambanan.  Karena lokasinya cukup jauh dari gedung penjualan tiket maka perlu naik bus sekitar 15 menit menuju kesana. Jadi beli tiket masuk dulu baru ngantri bus yang lewat setiap 30 menit. Dari tempat pemberhentian bus masih harus jalan kaki sekitar 1 – 2 Km untuk mendekat ke tumpukan batu yang bernama Stonehenge tersebut.
Gedung Utama Tempat Beli Tiket Masuk,
Museum, Restaurant Dan Toko Souvenir

Sama sama terbuat dari batu, tapi Stonehenge asli Inggris itu kecil sekali, tingginya sekitar 4 meter, lebar 2.1 meter dan berat 25 ton setiap tiangnya. Hanya batu ditumpuk tidak ada relief apapun. Tetapi penjelasan dan uraiannya hebat dan banyak tersebar di batu marmer semacam  ‘Prasasti Modern’ di sekitar gedung pintu masuk dan cukup jelas menguraikan sejarahnya.

Ngantri Karcis Masuk
Tidak ada ukir ukiran apapun sama sekali apalagi relief, diorama atau prasasti kuno yang bisa bercerita tentang sejarah pembangunannya. Artinya, orang Inggris jaman dulu itu nggak ada apa apanya dibanding orang Indonesia yang bikin Prambanan dan Borobudur. Orang Inggris nggak bisa mengukir atau memahat bikin relief dan prasasti. Dengan kata lain kemungkinan nggak bisa baca tulis atau belum mengenal abjad dan tulisan.
Prasasti Modern Menjelaskan Kecerdasan Bangsa
Inggris Dalam Hal Menyusun Batu 25 Ton
Tapi, berdasarkan cerita yang saya baca di ‘prasasti modern’ yang bertebaran disekitar gedung penjualan tiket dan museum, saya bisa mengetahui bahwa para archeologist yang meneliti kawasan Stonehenge inilah yang kelewat canggih. Menentukan umur Stonehenge menggunakan tehnik Radiocarbon Dating dan Analisa DNA terhadap temuan apapun. Apa pula ini, ujug ujug menyimpulkan dibangun 3000 – 2000 SM. Bingung saya, ini umur batuannya atau tahun pembangunannya ?. Latar belakang ilmu Geology saya hanya bisa memperkirakan umur batuan, bukan menentukan kapan batu disusun.
Rumah Honai Papua
Saya Ragu Jaman Pra Sejarah Dulu Orang Inggris
Punya Jerami Dan Semen

 

Lebih bingung lagi, pemandangan yang saya lihat adalah rumah rumah Honai dengan atap jerami seperti yang sering kita saksikan di Papua.  Petunjuk yang tertulis di ‘Prasasti Modern’ yang saya baca mengatakan rumah tersebut adalah rumah asli bangsa Inggris. Hhhh, jangan jangan cuma khayalan archeologist Inggris setelah nglencer ke Indonesia dan melihat rumah tradisional Honai di Papua. Mana mungkin bisa merekonstruksi rumah  yang dibangun 3000 –  2000 SM.

 

Rumah Honai Papua Diaku Sebagai
Rumah Asli Bangsa Inggris Di Stonehenge

 

Petunjuk lain yang saya baca dekat dengan rumah Honai isinya beberapa teori cara bangsa Inggris jaman dulu mengangkat dan menyusun batu raksasa saat pembuatan Stonehenge, lengkap dengan teori teori fisika, matematika dll yang intinya nggombal tentang kecerdasan bangsa Inggris dalam hal mengangkat dan menyusun batu 25 ton. Menurut saya kelewat tinggi nggombalnya. Tetapi banyak orang yang percaya, mungkin cuma saya saja yang nggak mudah percaya gombalan semacam itu.
Ini Prasasti Modern Berisi Teori Dan Interpretasi
Archeologist Terhadap Temuan Temuannya
Sebenarnya tidak salah sama sekali apa yang tertulis di ‘Prasasti Modern’ di area Stonehenge. Memang seharusnya siapapun bisa membanggakan sejarah bangsanya seperti yang dilakukan bangsa Inggris ini meskipun dengan cara sedikit nggombal. The Present Is The Key To The Past, jadi hal biasa kalau interpretasi masa lalu archeolog Inggris ini agak meragukan. Mending archeolog Borobudur dan Prambanan, interpretasi masa lalunya lebih akurat karena berdasarkan relief dan temuan prasasti kuno.
Harus Naik Bus Dulu 15 Menit Menuju
Lokasi Stonehenge. Nunggu Busnya Yang Lama
Masih Harus Jalan Kaki Menuju Stonehenge
BLumayan Jalan Kaki 1 – 2 Km

 

Pintu Keluar Dilewatkan Toko Souvenir
Biar Belanja
Lebih Menarik Di Toko Souvenir Daripada Di Stonehenge
Nggak Ada Relief Yang Bisa Bercerita Di Stonehenge
Museum Di Kemas Sangat Bagus Dan Modern
Disinilah Inggris Membangun Citra
Seolah Olah Bangsa Yang Cerdas Sejak Dulu
3D Screen Di Museum
Baca Juga :

 

Sekilas Kapal Al-Hashemi II

Al-Hashemi Dhow
Radisson Blu Hotel
Indonesia pernah claim bahwa ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut‘. Bahkan punya lagu dengan judul yang sama. Tapi yang saya perhatikan, masyarakatnya saat ini kurang menghargai sejarah bangsanya. Nelayan masih miskin dan kota kotanya jarang yang bisa menunjukkan kejayaan para pelaut jaman dulu. Hanya monumen Jalesveva Jayamahe dan monumen Kapal Selam saja yang terlihat begitu gagah di Surabaya. Yang lain cuma jargon jargon seperti Tegal Kota Bahari dan semacamnya. Tapi jarang ditemukan monumen kapal kapal kuno yang dilestarikan.

 

Al-Hashemi Dhow Dilihat Dari Lantai Atas
Hotel Radisson Blu
Di Kuwait beda sekali dengan Indonesia. Sama sama ngaku ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut‘ tapi di Kuwait banyak dijumpai gambar / monumen berbentuk kapal kuno. Contohnya pada lambang lambang kenegaraan, lambang department / ministry, monumen ditengah kota dan berbagai macam cendera mata. Semua orang di Kuwait termasuk expats pasti tahu, setiap ada acara perpisaham, souvenir yang diberikan pasti maket kapal kuno (Dhow).
Mirip Sekali Dengan Kapal Kuno Beneran
Tapi Tidak Pernah Melaut
Di Souq Sharq kapal kapal kuno terbuat dari kayu tersebut dilestarikan dan diparkir berjejer jejer dengan kapal nelayan modern dan juga yacht pribadi milik warga. Kapal kapal kuno tersebut terbuat dari kayu, lalu kayunya dari mana ?. Saya yakin sekali dari hutan hutan Indonesia.

 

Idenya Diambil Dari Kapal Beneran
Tapi Karena Buat Ballroom Maka
Dibangun Lebih Besar Dan Mewah
Salah satu monumen kapal kuno di Kuwait namanya Al-Hashemi II. Dibuat atas dasar kebanggaan sebagai cucu cicit keturunan pelaut. Bukan kapal beneran karena seumur hidup tidak pernah berlayar di laut. Rencana pembangunan dimulai tahun 1985 tapi baru benar benar terrealisasi dan mulai dibangun tahun 1997. Total biaya lebih dari 30 Juta USD murni dari kantong pribadi pengusaha besar Kuwait Husain Marafie.

 

Jendela Jendela Yang Artistik Dan Mahal
Lha Ya Iya Wong Ballroom Hotel

Kapal kayu ini diclaim sebagai kapal kayu yang terbesar dan masuk dalam Guiness Book Of World Records 2002. Judulnya tertulis jelas  ‘DHOW AMAZING‘ bukan ‘The World Largest’ karena tidak terbukti kapal tersebut pernah melaut. Tetapi tetap dapat certificate Guiness juga dengan category “Ships, largest Arabic dhow“. Tercatat dalam certificatenya bahwa kapal ini mempunyai panjang 80.4 meter dan lebarnya 18.7 meter.

Mewah Dengan Ukiran Bagus
Dhow Asli Mana Ada Yang Semewah Ini
Pembangunannya 100 % di daratan meskipun sebenarnya tidak jauh dari pantai Arabian Gulf yang landai. Kapal Al Hashemi II ini memang dibangun untuk Ballroom Hotel Radisson Blu. Dibangun bersamaan saat pembangunan hotel. Jadi, kegunaannya untuk acara pernikahan, meeting, pameran dan semacamnya. Kalau anda bertanya ke staff hotel, jawabannya sangat heroik tentang sejarah pertempuran laut karena disekitar kapal juga diletakkan puluhan meriam.
Dan saya nggak percaya sama sekali.

 

Keren Dengan Karpet Dan Lampu Kristal Mahal

 

Tangga Menghubungkan Geladak Bawah

 

Percaya Anda Ada Kapal Kuno Secanggih Ini

 

Mirip Interior Titanic
Di Film Holywood

 

Klasik, Modern Dan Megah
Ya Jelas Dong Wong Ballroom Hotel Bintang 5

 

Lebih Mewah Dari Kapal Mewah Titanic
Atau Queen Mary 2, The Riviera Oceania atau Symphony Of The Seas

 

Dek Atas Memandang Ke Pantai Arabian Gulf

 

Ada Meriam Seolah Olah Kapal Al-Hashemi
Dulunya Perang ..Ah Mosok

 

Setir Kapal Besar Sekali
Emang Bener Bisa Berlayar
Semua Dibuat Seperti Kuno

Baca Juga :

 

Lindenhof Kena Gusur

Gang Lindenhof – Potsdam
Mungkin anda sudah terbiasa menyaksikan pedagang, lapak kaki lima atau rumah yang digusur dengan alasan tertentu oleh pemerintah daerah. Sepertinya gusur menggusur itu cuma ada di Indonesia saja. Salah besar kalau anda menganggap penggusuran hanya ada di Indonesia saja. Di Jerman juga ada penggusuran dan saya saksikan sendiri kegelisahan para calon korban penggusuran  saat dapat surat peringatam akan digusur dari pemerintah kota.
Lorong Gang Lindenhof Diantara Toko

Tempat yang akan digusur dan ditertibkan namanya Lindenhof. Lokasinya sangat strategis yaitu di pusat kota Potsdam, Jerman. Lokasi ini selalu ramai dengan turis dari segala penjuru dunia karena dekat dengan Sansoucci Palace. Sebenarnya hanya sebuah gang sempit dengan panjang sekitar 50-75 meter. Isinya lapak lapak PKL dan berbagai macam dagangan seperti layaknya pedagang kaki lima di Indonesia. Ada juga yang agak besar berupa rumah yang diubah menjadi toko cendera mata di ujung jalan.

 

PKL Gang Lindenhof Potsdam
Kebanyakan Jual Barang Murah Dari China
Kira kira hanya ada sekitar 6 – 10 rumah type RSS saja di Gang Lindenhof ini. Ada yang halaman sempit rumahnya disewakan buat pedagang untuk menggelar dagangan. Ada juga yang disewakan untuk warung atau tempat usaha kecil kecilan semacam salon perawatan kuku. Jujur saja, kalau bukan di Jerman saya nggak akan masuk ke gang butut seperti ini. Barang yang dijual hampir semuanya kwalitas murah meriah buatan China semua.

 

Tas Plastik Warna Warni Ala Tanah Abang
Saat saya datang, semua pedagangnya sedang gelisah semua karena baru saja menerima surat peringatan agar mengosongkan gang tersebut dari aktifitas perdagangan. Ada pedagang yang nyerocos ngomong nggak jelas. Untungnya pakai bahasa Jerman jadi saya agak tenang karena tidak tahu artinya meskipun ngoceh didepan saya. Dari ocehannya, yang saya tangkap, mereka resah karena mulai January 2020 tempat ini harus bersih dan tidak ada yang berdagang lagi ditempat ini. Tinggal pilih, mau pindah sendiri sukarela atau diusir paksa.
Aneh, Jaman Serba Internet, Google Dan Email

Masih Ada Yang Jual Postcard

Informasi yang diterima pedagang sepertinya simpang siur. Ada yang mengeluh ‘tidak transparan’ , ‘tanpa perencanaan’, tidak disosialisasikan terlebih dahulu dll. Jadi semua kompak mengatakan tidak ada yang tahu mau dipakai apa tempat ini setelah diusir nantinya, Pemerintah Tata Kota punya catatan sendiri bahwa sosialisasi sudah disampaikan sejak beberapa bulan lalu. Nah Lo….

 

Rumah Diujung Yang Paling Besar Sendiri
Jualan Souvenir Buatan China

Ada pedagang yang memprovokasi juga katanya mau dijadikan hotel, ada juga yang ngompor mau didirikan apartment, Tapi ada juga yang langsung menuding orang orang di City Council pada nggak bener semua.  Pokoknya gaduhnya sama persis dengan kusak kusuk diantara korban penggusuran di Indonesia.

 

Ada Juga PKL Yang Jual Kacamata Murah Meriah
Dari nguping dan tanya jawab dengan pedagang saya jadi tahu juga ternyata para pedagang tersebut menyewa lapaknya bulanan ke landlord pemilik tanah. Sudah beberapa bulan ini si landlord tidak mau menerima uang sewa bulanan tanpa memberi alasan yang bisa diterima oleh pedagang. Tahu tahu muncul surat perintah pengosongan mulai January 2020 dari City Council.

 

Kalau Diphoto Kelihatan Bagus Ya
Sebenarnya Sama Saja Dengan Lapak PKL Di Indonesia
Sekarang sudah bulan February 2020. Saya tidak tahu lagi apakah sudah digusur atau belum para PKL Lindenhof tersebut. Saya coba mencari tahu melalui mbah Google, tampaknya semakin seru karena ada yang protes beberapa kios bertahan tidak mau digusur sama sekali. Alasannya sudah bayar kontrak sewa long term, bukan bayar sewa bulanan seperti PKL yang lain. Jadi minta pengembalian uang sewa yang telah dibayarkan plus uang tolak yang tidak kecil. Tambah runyam.

 

Nggowes Di Circuit Kuwait Motor Town

Main Circuit Dilihat Dari Parking Area
Besar Dan Luas Sekali
Awalnya banyak yang nggak tahu bahwa Kuwait punya Circuit Balap bernama Kuwait Motor Town.  Disamping circuit ini masih termasuk baru, lokasinya juga jauh dari Kuwait City. Kira kira 30 Km dari rumah saya di Egaila. Circuit ini dibuka pertama kali tanggal 28 Mar 2019, hampir setahun yang lalu. Panjangnya 5,608 Km dan punya lisensi FIA Grade One dan FIM Grade A License. Keren kan ?
Latihan Balap Mobil Siang Hari
Sepeda Pagi Hari

 

Designernya keren dan terkenal sebagai designer top circuit FORMULA 1 bernama Hermann Tilke Pekerjaan konstruksinya dibangun oleh KCC Engineering dengan total biaya USD 162 Juta. Kapasitas tribun tempat duduknya mencapai 8000 tempat duduk. Areanya luas sekali, disamping circuit utama, ada juga arena untuk Drag Race, Go Kart Race dan entah apa lagi yang semua masih terlihat baru dan seperti belum pernah dipakai.

 

Latihan Balap Mobil Bayar KD 75
Sepeda Gratis

Sebenarnya wajar kalau saya tidak tahu ada circuit baru karena saya bukan penggemar balapan mobil atau motor. Hobby saya sekeluarga cuman jogging dan sepedaan. Ada banyak club sepeda di Kuwait salah satunya Indonesian Nggowes. Beberapa waktu lalu club Indonesia ini diminta untuk mengisi petisi yang isinya menuntut ke pemerintah Kuwait agar diberi tempat yang aman untuk bersepeda. Sangat beralasan sekali karena seringkali terjadi ollahragawan sepeda ketabrak mobil saat berlatih di jalan raya. Setahu saya ada dua orang Kuwaitis yang ketabrak mobil tahun 2019 saja.

Semua Pesepeda Yang Masuk Circuit
Harus Registrasi Dulu
Civil ID Dan No Emergency Dicatat

 

Usulan para olahragawan sepeda Kuwait ini langsung disambut dengan baik oleh pemerintah Kuwait. Mulai tanggal 20 Dec 2019, pesepeda boleh menggunakan circuit setiap hari Sabtu antara jam 07:00 – 09:00 pagi gratis. Keputusan ini hanya uji coba sampai bulan April 2020 dan akan dievaluasi kembali tergantung seberapa banyak peminat dan antusiasme masyarakat.

 

Pesepeda Diberi Gelang Sebagai
Tanda Telah Terdaftar

 

Berita gembira ini langsung beredar dari mulut ke mulut, dari WA ke WA dan juga disebarkan melalui medsos. Hari pertama sepeda diijinkan masuk circuit belum terlihat banyak yang datang karena hujan rintik rintik. Disamping itu temperatur udara 11 Deg C, sangat dingin sekali. Sabtu minggu kedua lebih dingin lagi karena angin bertiup cukup kencang. Berat sekali nggenjot sepeda melawan angin ditempat terbuka circuit ini.

 

Petunjuk Arah Di Halaman Depan Circuit Utama
Luas Sekali Bro

 

Sukses dibuka untuk umum buat pesepeda, langsung dibuka juga untuk pelari. Acara lari bareng diadakan untuk menyambut pergantian tahun 2019/2020. Bukan pesta pora kembang api tapi jalan kaki dan lari bersama dengan nama keren ‘New Year Running‘. Acara menyambut tahun baru murah meriah tidak bikin macet jalan raya dan tanpa hiruk pikuk musik. Cukup mengumpulkan orang untuk jalan kaki atau lari keliling circuit saja daripada bikin macet jalanan di kota.

 

Rombongan Road Bike
Bisa Melaju Kencang Tanpa Harus Takut Ketabrak Mobil
Sebenarnya Jakarta bisa meniru Kuwait. Setiap tahun baru adakan saja acara lari atau jalan kaki bersama keliling circuit Sentul gratis, pasti kemacetan tahun baru di Jakarta  akan berkurang banyak. Nggak perlu hingar bingar panggung ndangdut, semua orang akan berbondong bondong dengan tujuan sama yaitu Sehat.

 

Dingin Sekali 11 Deg C

 

Aman Bisa Bersepeda Dengan Santai

 

Circuit Lebar Dan Relatif Datar
Cocok Buat Road Bike

 

Ada Banyak Restaurant Tapi Tutup Semua
Pagi Hari

 

Hanya Costa Cofee Yang Buka Sangat Pagi
Tapi Selalu Ngantri Panjang

 

New Year Running 2019/2020

 

New Year Running
Kegiatan Bagus Di Circuit Tanpa
Hingar Bingar Musik Dan Bikin Macet Jalanan
Anggota Indonesian Nggowes Club

Baca Juga :