Toko Kucing Wa Wa Wa

Toko Kucing Wa Wa Wa
Bikin Bingung Turis Aja
Saya sedang di Bandara International Adi Sucipto Yogyakarta untuk menjemput beberapa teman saya dari Kuwait. Tujuan tamu istimewa saya ini mau jalan jalan wisata ke Prambanan, Borobudur, Dieng dan ke beberapa obyek wisata disekitar Yogya selama 2 minggu. Tugas saya cuma memberi ‘short briefing’ saja tentang Yogya dan selanjutnya akan ditangani oleh Pak Sumanto, seorang Tour Guide Proffesional yang telah saya hubungi jauh hari sebelumnya.
Turis Pada Bingung Kenapa Kucing Indonesia
Bunyinya Wa Wa Wa Bukan Meow Meow Meow 
Dalam perjalanan putar putar kota Yogya menuju ke Hotel, tamu istimewa Arab saya tersebut sibuk jeprat jepret photo apapun yang dilihat sepanjang jalan sambil nyerocos bertanya macam macam. Berkali kali pertanyaannya cukup mengejutkan dan tidak saya duga sama sekali.
‘Why the cat here sounds Wa Wa Wa, not Meow Meow Meow ?’

Bingung saya dengan pertanyaan ini. Ternyata si turis Arab ini terheran heran sepanjang jalan membaca banyak sekali papan nama Toko Cat Wa Wa Wa.

Toko Cat Wa Wa Wa
Dikira Pet Shop
Lebih terkejut lagi, si Arab ini menanyakan juga apakah di Yogyakarta masih banyak binatang buas. ‘Haah, kenapa kamu bertanya seperti itu kawan ? Apakah kamu melihat ada binatang buas di sepanjang jalan yang kita lalui ?‘.
‘No…No, But I saw thousand of Pet Shop along this street’. 
Toko Kucing Mobile
Dikira Salah Nulis Kurang Huruf ‘e’
Ternyata tamu saya ini diam diam memasukkan kata ‘Toko’ dan ‘Jual’ ke Google Translate di handphonenya dan langsung menyimpulkan arti Toko Cat adalah Cat Shop, Jual Cat adalah Cat For Sale. Yahhh kira kira kesimpulannya di Yogya banyak Pet Shop, banyak binatang juga termasuk binatang buas seperti Harimau Jawa dsb.
Toko Kucing Lancar

 

Pembicaraan semakin seru ketika si turis membaca tulisan Cat Oven, Body Repair, Kenteng Magic & Cat. Dalam pikirannya, bengkel bengkel tersebut adalah tempat praktek dukun Vodoo. Berisi dukun dukun sakti yang bisa menyembuhkan badan yang terkena santet/tenung (Body Repair) dan bisa juga mencelakakan orang lain dengan media Kucing. Si Kucing di panggang pakai Oven oleh dukun (Cat Oven) dan orang yang dituju akan langsung kelojotan kepanasan. Orang Arab ternyata takut sekali dengan Vodoo dan praktek praktek perdukunan.

 

Kata Magic & Cat Ini Yang Diartikan
Sebagai Tempat Praktek Dukun Santet

 

Cat Oven Ini Yang Diartikan Bahwa
Orang Indonesia Sadis Sadis
Kata Body Dan Cat Oven Ini
Yang Diartikan Tempat Dukun Praktek
Cat Oven & Body Repair
Turis Bingung Mengartikan
Tempat Penyembuhan Dengan Media Kucing Yang Di Oven
 
 
Advertisements

Pameran Jemuran Di New Delhi India

Asyik, Hanya Di Ibukota Negara New Delhi India
Anda Bisa Menyaksikan Jemuran Dan Pakaian Dalam
Di Jalan Protokol Di Tengah Kota

Saya baru saja melakukan perjalanan ke New Delhi, India. Sekitar jam 11 siang pesawat yang membawa saya dari Kuwait mendarat di Indira Gandhi International Airport. Begitu keluar dari pintu bandara, ternyata sudah ada yang menjemput, seorang pria setengah baya dengan membawa kertas dengan tulisan nama saya. Yang menjemput tersebut namanya Anthony, staff hotel The Lalit, New Delhi yang bertugas menjemput tamu tamu hotel. Saya tebak asalnya pasti dari Goa dan ternyata benar. Orang India yang berasal dari Goa memang umumnya punya nama ‘Western’, bukan nama nama khas India seperti Rakesh, Suresh, Gandhi atau Kumar.

Amazing !!!, Mulai Dari Seprei Sampai Celana Dalam
Dijemur Di Jalan Protokol New Delhi
Sepanjang perjalanan dari airport menuju hotel pemandangan lumayan menarik, tetapi menjelang memasuki pusat kota, pemandangan berubah seketika dan menjadi lebih menarik lagi. Sudah puluhan ibukota negara saya kunjungi, tetapi hanya di New Delhi ini saja saya bisa menyaksikan Jemuran terbentang di jalan protokol di pusat kota. Inilah jemuran terpanjang di dunia yang pernah saya saksikan. Dan baru pertama kali ini pula saya bisa menyaksikan jemuran terlengkap di dunia mulai dari pakaian bayi, seprei, rok, baju pria sampai celana dalam dan BH wanita berbagai macam ukuran.
Huebatt, Hanya Di New Delhi Ada Pameran Textile
Di Jalan Raya Di Tengah Kota
India memang terkenal dengan kain Saree dan industri garment dan textilenya. Bahkan pabrik pabrik textile dan toko textile di Indonesia saja pemiliknya banyak yang berasal dari India. Untungnya,  pengusaha India di tanah air tersebut tidak ada satupun yang mengajari kita cara menjemur pakaian di jalan protokol. Nggak kebayang, seandainya ada orang Indonesia yang diajari cara menjemur pakaian ‘ala India’, seperti apa kira kira pemandangan jalan jalan protokol di Kota kota besar Surabaya, Semarang, Bandung, Medan dan Jakarta.

Rruarr Biasa, Design Textile India Yang Dipajang
Di Jalan Jalan Utama New Delhi

Full Colour, The Wonderful Of India
Bagus Nggak Jemurannya ?

Jantar Mantar Primbonnya Orang India

Pintu Masuk Ke Jantar Mantar Jaipur
Ternyata Salah Satu Dari UNESCO World Heritage
Hebattttt !!!, saya baru tahu ternyata orang India sudah mengenal dan mempelajari ilmu perbintangan (Astronomy) sejak jaman baheula. Bangunan atau monumen kuno peninggalan jaman baheula tersebut tersebar di 5 tempat yang terpisah cukup jauh dan diberi nama Jantar Mantar. Yang terbesar adalah Jantar Mantar Jaipur, kemudian ada juga di New Delhi, Ujjain, Mathura dan Varanashi. Semuanya masuk dalam cagar budaya yang dilindungi dari UNESCO World Heritage Site.
Ada Tour Guide Yang Menjelaskan Astronomy
Keren Juga Bisa Belajar Astronomy Singkat

Bangunan Observatory antik ini dibangun oleh Maharaja Jai Singh II dari Jaipur dan selesai dibangun dan beroperasi tahun 1724 sampai 1735. Ada 19 monumen didalam masing masing taman Jantar Mantar. Nama masing masing monumen tersebut diantaranya Samrat Yantra, Jai Prakash, Ram Yantra, Niyati Cakra dan lain lain. Setiap monumen punya bentuk yang berbeda dan digunakan untuk berbagai macam perhitungan astronomy.

Tempatnya Cukup Luas Cocok Buat
Photo Photoan

Jelas sekali tujuan dibangunnya monumen monumen unik ini untuk tujuan ilmiah jaman itu. Diantaranya untuk menentukan pergerakan bulan, matahari dan planet planet karena terlihat dari banyaknya tabel tabel astronomy yang tertempel di dinding. Ada juga garis melintang, membujur menggambarkan coordinate system, horizon-zenith local system, equatorial system, ecliptic system dan entah apa lagi. Saya sudah lupa istilah istilah geografi  yang pernah saya pelajari saat  SMP/SMA dulu.

Namanya Jai Prakash Yantra – Ada Dua Buah
Perlu Tour Guide Untuk Bisa
Membaca Kode Kode Astronomy Rumit Seperti Ini
Nggak perlu saya jelaskan bagaimana cara membaca bayangan sinar matahari di masing masing Yantra yang ada di Jantar Mantar Jaipur melalui blog ini. Saya hanya ingat 5 menit saja saat Tour Guide Jantar Mantar mendampingi dan menjelaskan secara detail saat itu saja. Hari berikutnya sudah lupa, langsung ‘blank’ semua tanpa sisa sedikitpun di kepala. Selamat menikmati photo photo dibawah ini saja.
Ramalan Pergerakan Bumi, Matahari Dan Planet
Kuno Seperti Ini Katanya Masih Dipakai Sampai Sekarang
Catatan : Sebagai orang Jawa sebenarnya saya juga mengagumi warisan leluhur yang bernama Primbon.  Nggak perlu repot repot membangun monumen seperti orang India, tapi cukup baca buku ‘Primbon Betaljemur Adammakna‘, maka siapapun saat ini bisa meramal ‘hari baik’, ‘bulan penuh rejeki’, ‘menentukan kapan tanggal pernikahan’, ‘bulan apa harus panen’, ‘hari naas’ dll. Harusnya Primbon juga termasuk warisan leluhur yang dilindungi oleh UNESCO.
Tour Guide Jantar Mantar Jalannya
Cepat Sekali Huhhhh
Wajan Martabak Besar Ini Juga Untuk Astronomi
Ada Kode Kode Rumus Yang Rumit
Parabola Kuno Ini Juga Banyak Kode Kode
Rumus Yang Sulit Saya Mengerti
Keren, Ada Pahatan Tentang Sudut, Azimuth,
Longitude, Latitude dll.
Nama Nama Bintang Aries, Taurus, Capricorn dll
Ternyata Sudah Terpahat Sejak Jaman Baheula
Saya Kira Astronomi Termasuk Ilmu Baru
Dinding Yang Melingkari Jantar Mantar Jaipur
Sangat Tebal Dan Megah
Nah Gimana Cara Menginterpretasikan
Bingung Kan ?
Ini Namanya Vrihat Samrat Yantra
Bayangan Yang Jatuh Di Dinding Melengkung
Mempunya Arti Yang Saya Nggak Tahu Sama Sekali
Photo Sesuai Nama Bintang Gemini, Leo, Cancer Dll
Lalu Pertanyaan Saya Siapa Yang Pertama Kali
Memberi Nama Bintang Bintang Di Langit

 

Muscat International Airport Selayang Pandang

Duty Free Muscat International Airport
Muscat International Airport adalah bandara utama Kerajaan Oman. Baru beroperasi tahun 1973 dengan nama Seeb International Airport menggantikan bandara lama yang jauh lebih kecil di Bayt Al Falaj. Baru mulai tahun 2008 namanya diubah menjadi Muscat International Airport. Jarak bandara ini ke pusat kota Muscat sekitar 32 Km saja.
Kelihatan Ramai Tapi Sebenarnya Mereka Adalah
Penumpang Yang Nggak Kebagian Tempat Duduk
Kalau bicara tentang Oman, bayangan anda tentang bandara utamanya tentu beranggapan ‘sangat besar sekali, megah dan canggih‘. Oman gitu lho, negara kaya minyak, penduduknya makmur dan maju. Nah, kata kata ‘mbelgedes‘ seperti ini entah siapa yang mengucapkan dan menyebarkannya di tanah air. Setiap saya pulang ke Indonesia, siapapun yang saya jumpai selalu menganggap bandara Muscat, Oman lebih hebat, besar, modern dan tidak ada pesawat yang delay dibanding dengan bandara di tanah air..
Wifi Gratis 1 jam, Tapi Harus Dicatat Dulu
Nomor Passport Dan Bukti Tiket
Malah sering saya mendengar dan membaca berita tentang berbagai macam keluhan tentang bandara bandara di Indonesia. Mulai barang bawaan dikenai pajak, pemeriksaan bagasi tidak profesional, barang didalam koper hilang dan semacamnya.
‘Kapan bandara bandara di Indonesia bisa maju seperti diluar negeri ?’.
‘Luar negeri mana mas ?’,
Pokoknya semua bandara di luar negeri !!!’.
Ngantri WIFI Gratis

 

Setelah saya telusuri dari berbagai sumber, ternyata jumlah penumpang Muscat International Airport tahun 2016 hanya 12,031,496 saja. Nggak ada apa apanya bila dibanding dengan Bandara Juanda Surabaya yang bisa mencapai 19,483,844 penumpang untuk tahun yang sama. Apalagi dibanding dengan bandara Ngurah Rai atau Soetta, bisa ‘bablas angine’.

 

Tempat Duduk Nunggu Boarding Di Lantai Bawah
Sempit, Berdesak Desakan Dan Bau Keringat Pula

Kalau anda bertanya, gedung terminalnya besar mana dengan bandara Juanda ?, Halaah, mau cari tempat duduk saja susahnya bukan main. Semua penumpang yang menunggu boarding mondar mandir kesana kemari keluar masuk Duty Free dan putar putar cari tiang buat sandaran karena nggak bisa duduk. Dimana mana penuh sesak kayak cendol.

Kalau Kemruyuk Kempel Seperti Ini
Enakan Mana Berdiri Jalan Jalan Atau Duduk

 

Yang paling unik adalah fasilitas WIFI di bandara ini. Untuk bisa mendapatkan fasilitas WIFI gratis harus ngantri panjang dan harus bisa menunjukkan tiket boarding pesawat. Nggak cuma itu saja, passport juga diminta untuk dicatat. Heran saya, untuk apa harus menunjukkan boarding ticket, bukannya semua orang yang sudah masuk di area boarding dan duty free semuanya pasti punya tiket boarding masuk ke pesawat.
Pengumuman
Pesawat Delay 30 Menit Penumpang Harap Sabar

 

Lebih menarik lagi, kalau ada pengumuman pesawat terlambat, semua penumpang secara serentak langsung berdiri, kusak kusuk cari tahu ke sebelah sebelahnya. Ada juga yang langsung bertanya ke petugas yang sedang berdiri mempersiapkan sesuatu didepan pintu boarding. Yang lain juga nggak mau kalah, langsung bertanya ke petugas yang sedang enak enak lenggang kangkung lewat. Heran saya, ini penumpang dari mana kok pada nggak percaya pengumuman yang barusan terdengar.  Atau barangkali nggak tahu artinya, padahal pengumuman diucapkan dengan bahasa Arab, Inggris, Hindi dan entah bahasa apa lagi.
Dimana Mana Orang Berdiri Cari Sandaran
Baca Juga :

 

Nairobi Selayang Pandang

Kota Nairobi Sore Hari
Nggak Ada Bedanya Dengan Jakarta
Dalam bayangan saya, negara negara di Afrika itu miskin, kere dan menakutkan. Tiap hari yang saya baca dan lihat di koran maupun TV di Indonesia selalu saja hal hal yang buruk tentang kelaparan dan kejadian kejadian kriminal. Perkosaan, penyakit menular Ebola, AID, Flu Burung, ledakan bom oleh teroris jaringan Al Qaeda – Al Shabab dan semacamnya. Tapi, bayangan saya tersebut lenyap seketika saat saya menjejakkan kaki pertama kali di Nairobi, Kenya.  Kota ini ternyata kota Metropolitan yang sangat besar seperti Jakarta dengan permasalahan yang hampir sama.
Mobil Mobil Yang Lewat Bagus Bagus
Jadi Yang Bilang Negara Miskin Itu Siapa
Hiburan malam casino, night club, discotheque juga banyak. Tata kotanya mirip London, Edinburg, Portsmouth dan kota kota lain di Inggris. Nama nama wilayah / district juga sangat Inggris sekali. Sangat wajar karena memang sebenarnya Kenya adalah bekas jajahan Inggris. Contohnya adalah Westland, Parkland, Lavington, High Ridge dll. Nama penduduknya juga perpaduan nama Inggris dan lokal. Contohnya Raymond Kibera, Johny Langata, Daniel Arap Moi dll.

Macetnya Jauh Lebih Parah Dari Jakarta
Tapi Sopirnya Nggak Ada Yang Berani Lewat Jalur Pedestrian

Soal kemacetan di jalan raya bisa saya katakan Nairobi jauh lebih parah dibanding Jakarta. Sangat macet sekali karena saat ini Nairobi belum memiliki jalan layang, bus way dan jalur KRL. Jam jam sibuk dan macet juga sama dengan Jakarta, yaitu pagi dan sore. Mobil pribadi dan bus angkutan umum semua berjubel di jalanan kota. Naik mobil pribadi dengan jarak beberapa km saja bisa ditempuh dalam waktu 3 jam atau lebih saat jam sibuk. Tapi jangan dilihat macetnya saja, perhatikan juga mobil mobil yang terjebak kemacetan. Semua mobil bagus bagus keluaran tahun terakhir.  Jadi siapa yang bilang Kenya negeri Kere ???

Pemandangan Kota Nairobi

Namanya saja kota besar Metropolitan dan ibukota negara, penduduk dari daerah juga banyak yang datang mengadu nasib ke ibukota negara Nairobi. Akibatnya, benar benar mirip dengan Jakarta. Ada pendatang yang kurang beruntung dan tinggal di bedeng bedeng kumuh dipinggiran kota dan ada juga yang bikin bedeng di bantaran sungai (Athi River). Tetapi ada juga yang sukses tinggalnya di perumahan mewah, Apartment mewah dll. Hotel hotel bintang 5 juga banyak di Nairobi termasuk Hotel Kempinski, Bank international semacam Citibank juga ada dan ini menandakan aktifitas ekonomi dan bisnis di Nairobi sangat positif.

Ojek Motor Di Kenya Namanya Boda Boda

 

Pedagang asongan yang menjual air mineral di perempatan jalan juga ada. Apalagi kalau jalanan sedang macet. banyak pedagang asongan terlihat berjajar jajar ditengah kemacetan menjajakan berbagai macam dagangan, mulai jual mainan anak, sampai makanan. Tidak ada bedanya dengan pedagang asongan di jalan jalan kota Jakarta. Bedanya, pedagang asongan di Kenya kulitnya berwarna hitam sejak lahir sedangkan di Jakarta karena tiap hari kepanasan.
Kota Nairobi Cukup Hijau Dan Bersih
Kalau anda membuka wikipedia, secara umum nggak ada bedanya antara Nairobi dan Jakarta. Baik dari luas areanya, kepadatan penduduknya maupun tingkat kriminalitasnya. Cuma, entah kenapa kalau kita membaca berita dan melihat TV di Indonesia sepertinya Kenya dan negara Afrika lain itu lebih menyeramkan. Padahal tidak sama sekali, semua sama saja dengan kota Jakarta.
Pusat Kotanya Macet Parah
Pagi Hari Dan Sore Hari Macetnya Jauh Lebih Parah Dari Jakarta
Sore Hari Pulang Kerja Macet Semua Jalan Menuju
Perumahan Di Pinggiran Kota
Sepeda Motor Tidak Sebanyak Jakarta
Jalan Menuju Pusat Perbelanjaan

 

Jamo Kenyata Airport Selayang Pandang

Gerbang Masuk Jamo Kenyatta Airport
Percayalah, Semua Kota Ada Bedanya‘. Nah, kali ini tentang kota Nairobi Kenya, khususnya Bandara International Jamo Kenyatta. Jangan sekali kali punya pikiran bahwa Kenya adalah negara miskin. Pemikiran seperti itu salah besar kalau anda menyaksikan bandara kota Nairobi.  Bandaranya besar sekali, setara dengan Bandara Soetta Cengkareng. Nama bandara juga diambil dari nama presiden pertama Kenya. Penamaan terminalnya juga sama misal Terminal 1A, 1B, 1C, 1D dan seterusnya. Suasana memasuki area terminal, bentuk terminal, pemandangannya juga mirip dengan Bandara Soetta Cengkareng.
Semua Penumpang Harus Turun Dulu Pemeriksaan
Yang menarik, pemeriksaan keamanannya sangat ketat sekali. Bukan pemeriksaan didalam bandara saat check in, tetapi pemeriksaan di pintu gerbang memasuki area bandara. Bayangkan, pintu gerbang pemeriksaanya kira kira jaraknya masih 5 – 10 Km dari gedung terminal. Kalau di bandara Soekarno Hatta Cengkareng, kira kira lokasi pintu gerbang tempat pemeriksaan di sekitar Hotel Sheraton Bandara atau malah lebih jauh lagi. Teroris pasti akan berpikir 1000 Kali kalau ingin meledakkan bandara International Jamo Kenyatta ini. Harus bawa bom nuklir, karena hanya bom nuklir segeda ‘Gaban’ saja yang radius ledakannya bisa lebih dari 5 Km.
Contoh Radius Bom Nuklir Cuma 5.6 Km
Teroris Pasti Kesulitan Bawa Bom Ke Terminal

 

Awalnya saya sangat terkejut ketika disuruh turun oleh sopir Taxi dari Hotel yang mengantar saya ke airport. Ngapain harus turun, terminal bandara saja belum kelihatan ?. Untungnya si sopir ngerti bahwa kita orang asing yang baru pertama kali masuk ke bandara internasional Jamo Kenyatta ini. Di jelasin cukup detail, nanti jangan photo photoan di gate, banyak tentara bersenjata yang akan memeriksa penumpang satu persatu. Masuk saja ke dalam gedung untuk diperiksa.
Tertawa Ngakak, Baru Kali Ini Pemeriksaan Bandara
Dilakukan Di Luar Kota

 

Susah sekali saya merubah ekspresi wajah seketika saat itu. Ngakak tiada henti saat baru turun dari Taxi tetapi seketika harus pura pura serius didepan tentara bersenjata yang mengawasi pemeriksaan dengan wajah sangar. Lumayan pegel tapi cukup menggembirakan dan menghibur. Saya harus berjalan kaki kira kira 100 meter dari tempat diturunkan menuju gedung pemeriksaan. Dan masih harus jalan kaki lagi sekitar 100 meter menuju tempat parkir dimana Taxi menunggu. Baru kali ini saya menyaksikan bandara internasional dengan pemeriksaan ketat jauh di luar kota.
Tentara Masih Belum Kelihatan
Jadi Masih Bisa Tertawa
Masuk Gedung Pemeriksaan Satu Per Satu
Wajah Harus Serius Didepan Tentara

 

Masih 5 Km Menuju Terminal Keberangkatan

 

Pemandangan Selepas Gerbang Pemeriksaan
Gedung Tempat Parkir Dan Perkantoran
Perkantoran Cargo Menjelang Terminal
Keberangkatan Dan Kedatangan
Pemandangan Perkantoran Menjelang Terminal
Nah, Akhirnya Masuk Ke Terminal Keberangkatan
Suasananya Mirip Dengan Bandara Soetta Cengkareng
Terminalnya Melingkar Seperti Bandara Soetta

Toko Baru Afkary Store Kuwait

Batu Kali Dijual Per Bungkus Isi 10 Biji
Dari China
Ada toko baru di daerah Al Rai, Kuwait, namanya Afkary Store. Tokonya sangat besar sekali dan sangat megah. Punya acount facebook dan instagram juga dengan nama @Afkaryexpo. Masuk ke toko ini, saya merasa sedemikian bangga sebagai bangsa Indonesia tapi juga merasa sedih. Saya bangga karena menyadari kekayaan alam Indonesia sedemikian besar.  Tapi saya juga sedih, rakyatnya tidak punya kemampuan memanfaatkan kekayaan alam tersebut seperti bangsa China.
Mereknya Tertulis Yantse Stone
Original Awas Produk Palsu
Orang orang China, datang jauh jauh dari negaranya untuk mempelajari barang apa saja yang tidak ada di Arab tetapi melimpah di China. Lalu berdagang, dijual semua kekayaan alamnya ke Arab. Orang Indonesia, sibuk demo berjilid jilid, datang ke Arab berkali kali tapi hanya fokus Umroh dan Haji saja. Tidak ada sedikitpu naluri untuk berdagang seperti orang China. Jangan kaget, produk China yang dijual di toko baru dan besar Afkary adalah :
Batu Kali
Dikantongi Kiloan

 

  • Batu Kali
    Di Arab tidak ada sungai sama sekali, jadi batu kali itu termasuk barang langka yang sulit ditemukan. Di Arab adanya cuma pasir melulu. Batu batu kali bulat ini dijual perkilo dengan kemasan cantik dan transparan. Di Indonesia, batu kali bulat seperti ini jualnya per gerobak atau per truk, bukan kiloan. Bisa kebayang kan, betapa mahalnya kalau seandainya saya ingin nguruk halaman rumah dengan batu kali satu truk.
Batu Gunung Dipecah Pecah Kecil
Jadinya Batu Geragal Untuk Bahan Bangunan
  • Batu Geragal
    Batu geragal itu sama saja dengan batu gunung yang diremuk jadi pecahan kecil kecil. Di Arab, bisa dikatakan tidak ada gunung berapi yang mengeluarkan bongkahan batu untuk dijadikan batu geragal. Di Indonesia batu geragal ini banyak dijual di toko bahan bangunan dan dijual per gerobak atau per truk juga. tetapi di Kuwait jualnya per kilogram. Capek deh, mau mbangun rumah tapi batu geragalnya harus diangkut satu per satu per kilogram.
Potongan Batang Pohon
Hanya Dipotong Tipis Tipis Tapi membuat Orang Arab
Terkagum Kagum

 

  • Potongan Ranting Pohon
    Di Indonesia, potongan ranting pohon dibuang dan dibakar. Di Arab, jenis pohon kebanyakan tidak punya ranting, contohnya pohon kurma, palem dan kaktus. Jadi, begitu orang Arab melihat ada toko menjual potongan ranting pohon per ikat, langsung diserbu dan larisnya bukan main.
Sampah Kayu
Hanya Diikat Dan Ditata Saja Sudah Jadi Karya Artistik
  • Gedek Bambu
    Orang Arab nggak pernah melihat Bambu.  Ketika bepergian ke China melihat ada orang jual Gedek Bambu, langsung diimport masuk ke Kuwait. Di Kuwait, gedek bambu tersebut naik pangkatnya dijual di toko Afkary.
Kayu Bekas Bongkaran Rumah
Dipotong Kecil Kecil Dan Laku Dijual di Arab

 

Sedih memang melihat kenyataan seperti ini. Kenapa orang Indonesia kok tidak ada yang mampu menganalisa pasar Arab dan tidak punya keberanian mengekspor batu kali dan sampah kayu seperti diatas. Indonesia punya banyak sekali sampah kayu, tapi cuma dibuang ke kali atau bahkan dibakar saja. Tapi nggak apa apa, meskipun saat ini bisanya cuman buang sampah ke sungai dan membakar kayu kayu di hutan, kenyataannya masih ada beberapa gelintir pengusaha Indonesia yang berani ekspor ‘Arang‘ bekas kebakaran hutan seperti terlihat pada photo paling bawah.
Potongan Sampah Pohon
Daripada Dibuang Lebih Baik Dijadikan Tempat Lilin
Ranting Kayu Dijual per Ikat
Tali Ikatannya Sangat Bagus Dan Menarik
Pohon Tumbang, Batangnya Dipotong Potong
Dan Jadi Telenan Kayu
Contoh Pemanfaatan Sampah Kayu
Dijadikan Hasil Karya Yang Berguna
Sampah Potongan Kayu, Plastik Bekas
Semua Dijual Untuk Bahan Prakarya
Gedek Bambu Dan Krei Bambu
Naik Pangkat Dijual Di Toko Besar

 

Nah Ini Dia Jualan Orang Indonesia Di Arab
Arang Sisa Pembakaran Hutan

Baca Juga :