Category Archives: Singapore

‘Backpacker’an Di Singapura

Changi Airport
Ngantuk Dan Bosen
MRT Dari Changi Ke Orchard
Transit – Bawa Koper

Mau Transit beberapa jam dan ‘Backpacker’an di Singapore ? Bisa dan gampang. Tidak wajib harus cari hotel kalau cuma transit semalam atau beberapa jam saja. Jangan lupa malam hari mengunjungi Mustafa Center kalau pesawat anda terbang keesokan hari. Tidak perlu Visa bagi pemegang passport Indonesia. Ada yang beda jauh antara Indonesia dan Singapore. Kalau di Indonesia, jangan harap anda bisa masuk Mall dengan membawa barang bawaan besar seperti koper. Baru nyampai didepan pintu saja sudah dicurigai, digeledah dan mungkin koper bawaan akan diminta untuk ditinggal di pos security atau tempat penitipan barang. Nasib baik saja kalau petugas Satpam yang memeriksa koper tidak menilpun ke Polisi  karena mencurigai adanya bom didalam koper yang kita bawa.

MRT Station
Stasiun Ini Diatas Tanah

Di Singapore sungguh berbeda, semuanya serba nyaman. Kita bawa koper besar dengan jumlah dan ukuran berapapun dengan bebasnya bisa keluar masuk kedalam Mall tanpa dicurigai sedikitpun oleh petugas keamanan. Jeprat jepret photo photoan didalam Mall juga tidak dilarang. Istirahat di tempat duduk yang ada disepanjang Orchard Road tengah malam juga tidak dilarang. Nongkrong direstaurant dan cafe yang buka semalam suntuk di kawasan Red Light Geylang juga sak karepmu. Tidak perlu minder atau merasa kecil hati sebagai ‘Wong Ndeso Kesasar’ dan tidak perlu juga malu merasa ‘Kere’ yang tidak sanggup sewa kamar hotel semalam saja. Banyak orang lain yang ‘kere’ dan ‘ndeso’  juga, kemana mana menarik kopernya baik didalam Mall maupun disepanjang jalan terkenal Orchard Road, Scott Road maupun Red Light District Geylang dan Balestier Road.

Gelap
Dibawah Tanah

Kenapa bisa senyaman itu di Singapore ? Karena stasiun pemberhentian MRT (Mass Rapid Transportation) dan LRT (Light Rapid Transportation) umumnya berada di basement sebuah Mall atau Pertokoan. Kalau kita ingin kepermukaan melihat udara segar, maka mau tidak mau harus melewati Mall atau pertokoan yang berada diatasnya..Turis turis transit dari Changi Airport banyak yang masuk ke kota dan shopping beberapa jam saja sebelum kembali ke airport untuk terbang kembali ke negara tujuan lain. Pada saat masuk kota inilah tampak sekali kopernya yang besar dan sesekali tampak duduk duduk di bangku bangku atau taman kota dan juga cafe atau restaurant.

Istirahat Di MRT Station
Pegel Deh…

Anda juga tidak perlu kuatir harus ngangkat koper anda yang berat karena jalanan tidak rata. Di Singapore, koper tinggal ditarik saja karena semua jalan rata dan memiliki fasilitas trotoar untuk pejalan kaki yang sangat baik. Mau ke Red Light District di Geylang tengah malam ? Sak karepmu, mau main Casino tengah malam di Marina Bay Sand atau Universal Studio Sentosa juga sak karepmu. Tetapi akan lebih bagus kalau belanja murah meriah di Mustafa Center di Little India. Toko ini buka 24 jam. Tapi awas, kalau weekend Sabtu dan Minggu lebih bagus jangan ke kawasan Little India ini. Semua orang India keluar rumah dan ada dimana mana dikawasan ini. Sopir taxi India  saja sebel kalau harus mengantar ketempat ini saat weekend apalagi saya. Tapi nggak ada salahnya kalau anda ingin melihat orang India joget joget di jalanan sambil mendengarkan lagu terkenal Kuch Kuch Hota Hai dari tape compo yang dibawanya. Monggo kalau mau ‘backpacker’an.

Baca Juga :

Bebek Singapore

Orchard Road Malam Hari
MRT Station Singapore

Pernah melihat rombongan bebek yang sedang jalan ditepi sawah ? Seekor bebek akan berjalan paling depan sendiri dan sekitar seratusan bahkan lebih akan mengikuti dibelakangnya. Kalau sang pemimpin berhenti maka pengikut yang dibelakangnya juga rame rame berhenti dan suaranya cukup gaduh kwek kwek kwek kwek. Tidak ada satu ekor bebekpun yang berani mendahului sang pemimpin sampai sang pemimpin bergerak kembali maju kedepan. Kweeeek, maju jalan……

Universal Studio Singapore

Di Singapore, kejadian yang sama terjadi setiap hari. Ratusan bahkan ribuan orang berjalan cepat sekali dan begitu lampu ‘Bangjo’ tanda larangan menyeberang menyala merah maka seketika mereka menghentikan langkahnya. Dan segera suara kwak kwek ramai sekali sampai tanda lampu menyala hijau kembali. Bedanya, di Singapore si pemimpin yang semula berada didepan bisa saja didahului oleh yang lain saat lampu hijau menyala kembali. Si pemimpin kalah start dari pengikutnya dan kita terpaksa harus mengikuti pemimpin baru menuju tempat penyeberangan berikutnya.

Nyeberang Jalan
Di Singapore

Kalau anda ingin merasakan bagaimana rasanya jadi bebek, datang saja ke Singapore. Hampir semua trotoar dan tempat penyeberangan selalu ramai dan semuanya sangat patuh dengan tanda larangan berhenti. Meskipun jalannya kebut kebutan dan saling salib menyalib, tetapi begitu tanda lampu menyala merah langsung berhenti semuanya dan acara ngobrol kwak kwek kwak kwek dimulai. Ada yang ngomong bahasa Jepang, Jawa, Sunda, Hindi sampai bahasa luar angkasa yang tidak saya ketahui sama sekali. Turis dari berbagai macam negara memang banyak yang transit di Singapore. Kwak…. kwek…. kwak….kwek ….., mirip suara peternakan bebek.

Siapa Mau Naik Bebek Singapore

Lelah berjalan, bisa juga naik Bebek Singapore. Pesan saja tiket Ducktour di Suntec Mall – Tropics Tower 5, Animal Farm Orchard, Visitor Center – Singapore Flyer, atau River Kiosk di Clarke Quay, Esplanade, Marina Bay Sands dan Boat Quay. Kalau anda lapar, cobalah Bebek Panggang Singapore. Kebanyakan food court di Singapore menyediakan menu Bebek Panggang. Dan umumnya food court di Singapore terletak di basement mall atau disudut perempatan jalan. Soal rasa, hmmmm jangan ditanya, saya tidak suka bebek dan lagipula sedang puasa, jadi baunya saja yang mengundang selera.

Singapore Roast Duck
Baunya Bikin Ngiler
Singapore Duck Tour

Baca Juga :

Nonton Gedung Di Merlion Park Singapore

Keluarga Besar Mbah Wiryo
Di Singapore

Singapore adalah sebuah negara yang kecil sekali apabila dibandingkan dengan Indonesia, tetapi promosi pariwisatanya luar biasa besar dan banyak. Hampir semua negara didunia ini menjadi sasaran promosi pariwisata Singapore, termasuk Kuwait. Yang saya ketahui, biaya promosi pariwisata Singapore menjadi tanggung jawab pemerintah. Pengusaha tidak dipungut biaya apapun, tetapi hanya melaporkan ke Singapore Tourism Board (STB) kalau akan mengadakan acara komersial. Tahu tahu iklan pariwisata sudah muncul dikoran koran seluruh dunia. Lihat saja iklan Great Sale Singapore atau semacamnya dikoran koran Indonesia. Semua tumplek bleg diiklankan seolah olah ada acara luar biasa besar di Singapore.  Padahal acara sale biasa seperti yang banyak juga dilakukan mall, toko atau pengusaha Indonesia.



Cucu cucu Mbah Wiryo
Dan Merlion

Saat pertama kali saya ke Singapore sekitar 15 tahun lalu, saya sempat termakan iklan yang saya peroleh di salah satu lobby hotel di Singapore. Brosurnya sangat bagus dan tampak lux sekali. Yang ditawarkan adalah wisata ke Ming Village dengan biaya yang tidak murah. Bayangan saya saat itu, saya akan diajak ke sebuah desa (Village) untuk melihat aktifitas penduduk desa. Yang tertulis di brosur memang semacam itu, tetapi kenyataan yang saya dapatkan ternyata bukan desa (village) yang saya jumpai, tetapi sebuah Gedung Apartment dan Perkantoran. Benar, Ming Village ternyata menempati beberapa lantai dalam sebuah gedung. Isinya selain showroom barang barang keramik juga ada pengrajinnya yang sedang membuat piring, vas bunga dan lain lain. Kita ditunjukkan cara membuat keramik, mencoba melukis dalam piring atau vas bunga dan membakarnya dalam Oven modern.



Cucu Mbah Wiryo
Di Seberang Esplanade

Karena pengalaman diatas, saya menganjurkan anda tidak memakai jasa Tour Travel kalau ke Singapore. Jalan saja sendiri sesuka anda, untuk masuk Singapore tidak memerlukan Visa bagi pemegang paspport Indonesia. Transportasi darat sangat lancar dan bagus. Anda bisa naik taxi, bus kota atau kereta bawah tanah (MRT) selama di Singapore. Seandainya saja kesasar, anggap saja bagian dari wisata anda. Tapi rasanya jaman sekarang semua orang bisa memiliki GPS yang murah, jadi resiko kesasar rasanya tidak mungkin apalagi di Singapore yang kecil sekali. Anda juga tidak perlu ‘terpaksa’ harus beli barang yang sebenarnya tidak anda perlukan karena hampir semua tour guide di Singapore akan mengajak anda shopping di toko tertentu yang menjadi relasinya.



Gaya Paling Populer Di
Merlion Park – Minum Air

Kalau anda belum percaya bahwa Singapore itu kecil, cobalah datang ke Merlion Park. Tentu bayangan anda adalah sebuah taman kota yang hijau, besar dan luas. Salah besar, taman ini bukan taman seperti yang ada dalam bayangan orang Indonesia. Ukurannya tidak lebih dari 30 x 30 meter dan terletak dibagian belakang hotel Fullerton. Tidak ada pohon besar kecuali tanaman dalam pot. Tidak ada rumput hijau tempat duduk duduk orang yang sedang pacaran kecuali sebuah lantai keras ditepi sungai Singapore (namanya doang sungai, sebenarnya seukuran selokan kalau di Indonesia). Lalu apa yang menarik dan bisa dilihat di Merlion Park ini ?. Jawabnya singkat, yaitu melihat gedung dan bagian pantat hotel Fullerton.



Marina Bay Sands
Dari Merlion Park

Untungnya gratis untuk masuk ke Merlion Park ini, jadi tetap mengasyikkan untuk photo photoan bersama keluarga. Tetapi akan sangat terganggu sekali kalau ada rombongan turis dengan bus yang datang bersamaan ke tempat ini. Disamping penuh sesak dan tidak leluasa berphoto, turis turis yang turun dari bus banyak yang berkeringat karena kelembaban udara di Singapore sama persis dengan di Jakarta. Cukup geser badan beberapa langkah saja maka kita sudah bisa berphoto ria dengan latar belakang :

  • Esplanade Theatre   Gedung ini memiliki arsitektur yang menarik dan merupakan Concert Hall tempat diadakan pertunjukan musik yang sengaja didatangkan dari mana mana. Michael Jackson, Queen, Brian Adams dan lain lain pernah manggung ditempat ini.
  • Marina Bay Sand
    Merlion & Marina Bay Sands
    Esplanade Theater Tidak
    Terlihat Di Depan

     
    Gedung baru dengan arsitektur unik, terdiri dari tiga buah gedung yang disatukan bagian atapnya dengan sebuah kolam renang raksasa. Konon satu satunya kolam renang yang dibangun ditempat ketinggian. Selain Mall, segala macam entertainment ada didalam gedung ini, termsuk musseum dan casino. Grand opening Hotel & resort Marina Bay Sands ini baru dilakukan tanggal 17 February 2011 yang lalu.

  • Patung Merlion   Sebenarnya patung ini bukan lambang Singapore. Tahun 1964, seorang anggota Souvenir Commitee membuat logo untuk Singapore Tourism Board (STB). Tetapi entah kenapa sampai sekarang masih digunakan sebagai souvenir dan trademark Singapore meskipun STB sudah mengubah logonya pada tahun 1997. Patung sejenis yang lebih besar terdapat di Sentosa.
  • Pantat Hotel Fullerton   Jelas dimanapun bagian belakang hotel tidak akan sebagus bagian depan. Tetapi paling tidak kita bisa mengintip tamu tamu hotel yang sedang santai dibagian belakang. Cafe cafe dibagian belakang hotel ini juga menarik untuk diintip. Bokong bokong turis tentu juga ada.