Category Archives: Singapore

Bebek Singapore

Orchard Road Malam Hari
MRT Station Singapore

Pernah melihat rombongan bebek yang sedang jalan ditepi sawah ? Seekor bebek akan berjalan paling depan sendiri dan sekitar seratusan bahkan lebih akan mengikuti dibelakangnya. Kalau sang pemimpin berhenti maka pengikut yang dibelakangnya juga rame rame berhenti dan suaranya cukup gaduh kwek kwek kwek kwek. Tidak ada satu ekor bebekpun yang berani mendahului sang pemimpin sampai sang pemimpin bergerak kembali maju kedepan. Kweeeek, maju jalan……

Universal Studio Singapore

Di Singapore, kejadian yang sama terjadi setiap hari. Ratusan bahkan ribuan orang berjalan cepat sekali dan begitu lampu ‘Bangjo’ tanda larangan menyeberang menyala merah maka seketika mereka menghentikan langkahnya. Dan segera suara kwak kwek ramai sekali sampai tanda lampu menyala hijau kembali. Bedanya, di Singapore si pemimpin yang semula berada didepan bisa saja didahului oleh yang lain saat lampu hijau menyala kembali. Si pemimpin kalah start dari pengikutnya dan kita terpaksa harus mengikuti pemimpin baru menuju tempat penyeberangan berikutnya.

Nyeberang Jalan
Di Singapore

Kalau anda ingin merasakan bagaimana rasanya jadi bebek, datang saja ke Singapore. Hampir semua trotoar dan tempat penyeberangan selalu ramai dan semuanya sangat patuh dengan tanda larangan berhenti. Meskipun jalannya kebut kebutan dan saling salib menyalib, tetapi begitu tanda lampu menyala merah langsung berhenti semuanya dan acara ngobrol kwak kwek kwak kwek dimulai. Ada yang ngomong bahasa Jepang, Jawa, Sunda, Hindi sampai bahasa luar angkasa yang tidak saya ketahui sama sekali. Turis dari berbagai macam negara memang banyak yang transit di Singapore. Kwak…. kwek…. kwak….kwek ….., mirip suara peternakan bebek.

Siapa Mau Naik Bebek Singapore

Lelah berjalan, bisa juga naik Bebek Singapore. Pesan saja tiket Ducktour di Suntec Mall – Tropics Tower 5, Animal Farm Orchard, Visitor Center – Singapore Flyer, atau River Kiosk di Clarke Quay, Esplanade, Marina Bay Sands dan Boat Quay. Kalau anda lapar, cobalah Bebek Panggang Singapore. Kebanyakan food court di Singapore menyediakan menu Bebek Panggang. Dan umumnya food court di Singapore terletak di basement mall atau disudut perempatan jalan. Soal rasa, hmmmm jangan ditanya, saya tidak suka bebek dan lagipula sedang puasa, jadi baunya saja yang mengundang selera.

Singapore Roast Duck
Baunya Bikin Ngiler
Singapore Duck Tour

Baca Juga :

Nonton Gedung Di Merlion Park Singapore

Keluarga Besar Mbah Wiryo
Di Singapore

Singapore adalah sebuah negara yang kecil sekali apabila dibandingkan dengan Indonesia, tetapi promosi pariwisatanya luar biasa besar dan banyak. Hampir semua negara didunia ini menjadi sasaran promosi pariwisata Singapore, termasuk Kuwait. Yang saya ketahui, biaya promosi pariwisata Singapore menjadi tanggung jawab pemerintah. Pengusaha tidak dipungut biaya apapun, tetapi hanya melaporkan ke Singapore Tourism Board (STB) kalau akan mengadakan acara komersial. Tahu tahu iklan pariwisata sudah muncul dikoran koran seluruh dunia. Lihat saja iklan Great Sale Singapore atau semacamnya dikoran koran Indonesia. Semua tumplek bleg diiklankan seolah olah ada acara luar biasa besar di Singapore.  Padahal acara sale biasa seperti yang banyak juga dilakukan mall, toko atau pengusaha Indonesia.



Cucu cucu Mbah Wiryo
Dan Merlion

Saat pertama kali saya ke Singapore sekitar 15 tahun lalu, saya sempat termakan iklan yang saya peroleh di salah satu lobby hotel di Singapore. Brosurnya sangat bagus dan tampak lux sekali. Yang ditawarkan adalah wisata ke Ming Village dengan biaya yang tidak murah. Bayangan saya saat itu, saya akan diajak ke sebuah desa (Village) untuk melihat aktifitas penduduk desa. Yang tertulis di brosur memang semacam itu, tetapi kenyataan yang saya dapatkan ternyata bukan desa (village) yang saya jumpai, tetapi sebuah Gedung Apartment dan Perkantoran. Benar, Ming Village ternyata menempati beberapa lantai dalam sebuah gedung. Isinya selain showroom barang barang keramik juga ada pengrajinnya yang sedang membuat piring, vas bunga dan lain lain. Kita ditunjukkan cara membuat keramik, mencoba melukis dalam piring atau vas bunga dan membakarnya dalam Oven modern.



Cucu Mbah Wiryo
Di Seberang Esplanade

Karena pengalaman diatas, saya menganjurkan anda tidak memakai jasa Tour Travel kalau ke Singapore. Jalan saja sendiri sesuka anda, untuk masuk Singapore tidak memerlukan Visa bagi pemegang paspport Indonesia. Transportasi darat sangat lancar dan bagus. Anda bisa naik taxi, bus kota atau kereta bawah tanah (MRT) selama di Singapore. Seandainya saja kesasar, anggap saja bagian dari wisata anda. Tapi rasanya jaman sekarang semua orang bisa memiliki GPS yang murah, jadi resiko kesasar rasanya tidak mungkin apalagi di Singapore yang kecil sekali. Anda juga tidak perlu ‘terpaksa’ harus beli barang yang sebenarnya tidak anda perlukan karena hampir semua tour guide di Singapore akan mengajak anda shopping di toko tertentu yang menjadi relasinya.



Gaya Paling Populer Di
Merlion Park – Minum Air

Kalau anda belum percaya bahwa Singapore itu kecil, cobalah datang ke Merlion Park. Tentu bayangan anda adalah sebuah taman kota yang hijau, besar dan luas. Salah besar, taman ini bukan taman seperti yang ada dalam bayangan orang Indonesia. Ukurannya tidak lebih dari 30 x 30 meter dan terletak dibagian belakang hotel Fullerton. Tidak ada pohon besar kecuali tanaman dalam pot. Tidak ada rumput hijau tempat duduk duduk orang yang sedang pacaran kecuali sebuah lantai keras ditepi sungai Singapore (namanya doang sungai, sebenarnya seukuran selokan kalau di Indonesia). Lalu apa yang menarik dan bisa dilihat di Merlion Park ini ?. Jawabnya singkat, yaitu melihat gedung dan bagian pantat hotel Fullerton.



Marina Bay Sands
Dari Merlion Park

Untungnya gratis untuk masuk ke Merlion Park ini, jadi tetap mengasyikkan untuk photo photoan bersama keluarga. Tetapi akan sangat terganggu sekali kalau ada rombongan turis dengan bus yang datang bersamaan ke tempat ini. Disamping penuh sesak dan tidak leluasa berphoto, turis turis yang turun dari bus banyak yang berkeringat karena kelembaban udara di Singapore sama persis dengan di Jakarta. Cukup geser badan beberapa langkah saja maka kita sudah bisa berphoto ria dengan latar belakang :

  • Esplanade Theatre   Gedung ini memiliki arsitektur yang menarik dan merupakan Concert Hall tempat diadakan pertunjukan musik yang sengaja didatangkan dari mana mana. Michael Jackson, Queen, Brian Adams dan lain lain pernah manggung ditempat ini.
  • Marina Bay Sand
    Merlion & Marina Bay Sands
    Esplanade Theater Tidak
    Terlihat Di Depan

     
    Gedung baru dengan arsitektur unik, terdiri dari tiga buah gedung yang disatukan bagian atapnya dengan sebuah kolam renang raksasa. Konon satu satunya kolam renang yang dibangun ditempat ketinggian. Selain Mall, segala macam entertainment ada didalam gedung ini, termsuk musseum dan casino. Grand opening Hotel & resort Marina Bay Sands ini baru dilakukan tanggal 17 February 2011 yang lalu.

  • Patung Merlion   Sebenarnya patung ini bukan lambang Singapore. Tahun 1964, seorang anggota Souvenir Commitee membuat logo untuk Singapore Tourism Board (STB). Tetapi entah kenapa sampai sekarang masih digunakan sebagai souvenir dan trademark Singapore meskipun STB sudah mengubah logonya pada tahun 1997. Patung sejenis yang lebih besar terdapat di Sentosa.
  • Pantat Hotel Fullerton   Jelas dimanapun bagian belakang hotel tidak akan sebagus bagian depan. Tetapi paling tidak kita bisa mengintip tamu tamu hotel yang sedang santai dibagian belakang. Cafe cafe dibagian belakang hotel ini juga menarik untuk diintip. Bokong bokong turis tentu juga ada.

Orchard Road, Ada Apa Di Jalan Ini

Tulisan ini saya persembahkan bagi pembaca blog ini yang akan bepergian ke Singapore atau bagi siapa saja yang belum pernah ke Singapore. Paling tidak anda bisa terlebih dahulu membayangkan seperti apa jalan yang sangat terkenal diseluruh dunia ini. Sebenarnya jalan ini tidak terlalu istimewa, sepanjang jalan penuh dengan Mall modern yang relative sama dengan di Jakarta. Kalau anda sering keluar masuk mall di Senayan Mall, Pondok Indah Mall, Plaza Semanggi, Senayan City atau mall besar lain di Indonesia, rasanya tidak akan ada surprise kalau anda datang ke Singapore. Mall di Indonesia jauh lebih besar dan luas karena daratan Indonesia jauh lebih luas dibanding Singapore. Pemerintah Singapore cukup cerdik, kebanyakan Mall di Singapore termasuk Orchard saling dihubungan satu dengan lainnya sehingga saat berada didalam mall di Orchard rasanya seperti berada di Mega Mall yang luar biasa besar, tahu tahu keluarnya sudah di mall yang lain.

Orchard Road ini semacam ‘Malioboro’nya Singapore dalam arti lebih panjang, lebih lebar, lebih bersih dan tidak terkontaminasi polusi asap kendaraan bermotor. Kereta api bawah tanah (MRT) tersedia dan cukup lancar dan pemberhentian cukup banyak seperti di Dhoby Gaut, Wisma Atria dan lain lain. Bus Kota segala jurusan juga cukup lancar dan juga Taxi. Antrian untuk naik bus dan taxi sangat tertib dan jangan sekali kali nyerobot karena sopir taxi sangat patuh dan tidak mau sama sekali menaikkan calon penumpang yang nyerobot.

Di sepanjang jalan ini penuh dengan hotel, pertokoan atau mall besar dan kecil sampai pedagang kaki lima. Tercatat toko yang tertua adalah Tangs, sudah ada di Orchard sejak 1950 dan sekarang namanya menjadi Tang Plaza. Barang yang diperdagangkan di pertokoan dan mall di sepanjang Orchard umumnya adalah barang ‘branded’ dan mahal. Barang murah juga ada tetapi tetap saja jauh lebih mahal dibandingkan ditempat lain seperti di China Town, Little India atau lainnya. Baca : Belanja Ngirit Di Mustafa Center

Tempat shopping sepanjang Orchard Road ini adalah :

  • Ngee Ann City : Merupakan mall terbesar di Orchard Road. Produk ‘branded’ yang ada disini diantaranya adalah Vacheron Constantin, Louis Vuitton, Hermès, Burberry, Loewe dan Chanel. Ada juga Department Store besar dari Jepang yang bernama Takashimaya dan toko buku Kinokuniya.
  • ION Orchard : Lumayan baru karena dibuka tahun 2009 dan barang ‘branded’ yang buka disini diantaranya adalah Prada, Giorgio Armani, Louis Vuitton, Dior, Dolce & Gabbana, Cartier dan Patek Philippe.
  • The Paragon : Gucci, Miu Miu, Prada, Coach, Burberry dan Metro Department Store dan juga Marks & Spencer semua buka di mall ini. Kalau anda punya anak kecil, bisa mampir ke Toys ‘R’ Us. Kelaparan, restaurant juga banyak di mall ini.
  • Lucky Plaza : Merupakan pertokoan elektronik yang sangat ramai sekali terutama pada saat saat jam makan karena dibagian belakang terdapat food court yang sangat sibuk dan sangat tidak nyaman untuk makan. Kios kios elektronik umumnya kecil kecil dengan karyawan berkebangsaan Philipine
  • Wisma Atria : Namanya sangat Indonesia sekali karena memang dulunya adalah gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Food Court dilantai 4 lumayan nyaman dan enak. Bread Talk ada digedung ini dan MRT Station ada dilantai bawah termasuk jalan tembus ke seberang jalan (nyeberang jalan di Orchard harus lewat bawah tanah).
  • Far East Plaza : Mall ini paling banyak dipenuhi para ABG dan juga banyak terlihat anak anak sekolah yang masih pakai baju seragam. Yang asyik pacaran juga mudah dilihat karena umumnya yang dijual barang fashion anak anak muda. Katanya sih murah dan cocok dengan uang saku anak sekolah, tapi menurut saya tetap saja lebih murah di Indonesia.
  • Plaza Singapore : Letaknya paling ujung dan dekat dengan Istana (tempat tinggal Presiden Singapore). Careffour, Cineplex, Yamaha Music, Bose dan lain lain ada disini.
  • Orchard Central, Orchard Towers, The Centerpoint, The Hereen Shop, Forums The Shopping Mall, Shaw House And Centre, Palais Renaissance, Wheelock Place, Liat Towers dan lain lain.

Meskipun umumnya barang barang ‘branded’ yang dijual di Orchard harganya sangat mahal, ada saat tertentu harganya turun sampai lebih dari 50 %, terutama pada saat Singapore Great Sale. Biasanya sekitar bulan July – Agustus dan Desember. Mencari orang Indonesia di jalan ini juga tidak terlalu sulit, hampir setiap 10 meter kita bisa mendegar orang berbicara dalam bahasa Jawa, Sunda  atau bahasa Indonesia. Tetapi kalau kesulitan mencari orang Indonesia, cobalah datang ke toko Sex Shop di lantai dasar Lucky Plaza, kalau nggak salah salah bernama House Of Condom. Turis bule tidak tertarik masuk ke toko seperti ini karena dinegaranya sangat banyak, tetapi bagi turis Indonesia menjadi daya tarik tersendiri. Saya perhatikan, turis Indonesia yang mengunjungi toko ini selalu berombongan antara 2 sampai 4 orang, baik rombongan bapak bapak atau ibu ibu semuanya cekikikan. Suasana didalam benar benar penuh canda tawa, kadang terdengar bisik bisik lalu diikuti tawa cekikikan dan terkadang nyeletuk sekenanya membuat semua orang tertawa. “Hwalah hwalah…. gebuk maling saja kok dijual di Orchard Road……”.