Category Archives: Lebanon

Salju Di Timur Tengah Yang Bikin Saya Ngakak

Ski Resort Tua Berdiri Tahun 1950an Kok Dikatakan
Salah Satu Tanda Tanda Kiamat Dan Gejala Pemanasan Global
Musim Dingin Tertutup Salju
Musim Panas Jadi Gurun Kembali

Kali ini saya ajak anda jalan jalan ke Laqlouq. Salah satu dari puluhan Ski Resort di Timur Tengah dimana sebagian besar Ustad, Wartawan, Blogger, Facebooker tidak mengetahui kalau di Timur Tengah bagian utara juga rutin turun salju saat musim dingin. Laglouq adalah salah satu ski resort di Lebanon yang sudah ada sejak 1958. Sangat tua sekali dan hanya Dinosaurus saja yang lebih tua dari Laqlouq. Ini bukan satu satunya ski resort di Middle East, ski resort lain di Lebanon cukup banyak dan pernah saya tulis dalam blog ini juga, misalnya  Faraya Mzaar Kfardebian The Cedars, Fakra, Qanat Bakich dan Zarour. Di Israel / Palestina ada juga ski resort besar bernama Mt Hermon. Di Syria juga ada seperti di Jebel Makdous dan Bludan. Ras Dashen di Ethiopia dan St Catherine di Sinai – Mesir. Paling Banyak adalah di Turki, ada 20 ski resort atau bahkan lebih.

 
Salju Yang Bikin Saya Ngakak
Dilihat Dari Kamar Hotel

Dari Beirut, jaraknya hanya sekitar 1jam 15 menit perjalanan dengan menggunakan mobil. Hampir sama jaraknya dengan ski resort Faraya Mzaar. Kalau anda dari Beirut kearah Byblos (Jbail) melalui Coastal Highway, maka anda akan menemui persimpangan kearah Faraya. Terus saja beberapa kilometer kearah Byblos (Jbail) maka akan terlihat persimpangan kearah Laqlouq. Lokasi tepatnya adalah antara Faraya Mzaar Ski Resort dan The Cedar Ski Resort. Ikuti saja  Anaya Street (Charbel Monestary), kalau terlihat Army checkpoint langsung belok kanan kearah Ihmij Village. Saya menggunakan GPS untuk menuju ketempat ski resort ini, sehingga kurang memperhatikan petunjuk arah di jalan, rasanya ada petunjuk jalan dengan tulisan besar menuju Laqlouq.

 
Nampang Dulu Di Gurun
Yang Tertutup Salju

Ketinggian Ski Resort Laqlouk antara 1750 – 2000 Meter dari permukaan air laut. Puncak tertinggi bernama Saidat Al Qarn peak dengan ketinggian 2300 meter. Silahkan naik keatas kalau anda penggemar Extreme Sport. Dibandingkan dengan Faraya Mzaar, ski resort ini lebih tenang dibanding Faraya Mzaar. Hotel juga cukup bagus dan yang dekat sekali dengan slope adalah Hotel Shangri-La dan Hotel Nirvana. Hotel Lavalade sekitar 3 menit menuju Slope dan Hotel Hafroun sekitar 10 menit. Tidak jauh sebenarnya, tetapi kalau jalan kaki rasanya bisa kepleset 7 kali menuju slope dan kalau ditengah jalan tiba tiba terjadi badai salju, kemungkinan besar anda akan mengkerut jadi patung salju ‘Snowman’. Hotel hotel kecil disebut chalets dan juga ada cukup banyak, sangat cocok untuk backpacker.

 
Salju Tebal
Kiamat Sudh Dekat

Saya hitung, ada 9 Ski Lift menuju puncak gunung. Ski lift untuk pemula sebanyak 4 lift dinamakan Baby Ski Lift padahal yang naik tidak ada sama sekali bayi malah lebih banyak jompo. Ski Lift untuk yang sudah mahir ada 5 termasuk lift menuju ke puncak dengan ketinggian 1950 meter dan terus terang saya lebih suka nonton extreme ski dari bawah daripada ikutan naik keatas. Obyek wisata disekitar ski resort ini cukup banyak juga, jauh lebih banyak dibanding restaurant. Saya sempat kelaparan berjam jam ditempat ini karena kebingungan cari restaurant nggak ketemu ketemu. Obyek wisata terdekat yang banyak dikunjungi turis diantaranya adalah Cave Of Afqa, The Abyss At Balou dan Annaya Village.

Keindahan Salju
Di Timur Tengah

Lain kali melalui blog ini juga akan saya ceritakan tempat tempat ski atau tempat bersalju lain di Timur Tengah dimana anda bisa bermain salju dengan sepuasnya. Akan saya ajak anda untuk menyaksikan salju di Jabal Katherina / St Catherine Sinai – Mesir, Ras Dashen – Ethiopia, Amman – Jordan,   Algeria, Libya dan negara lain di kawasan Mediterania. Silahkan baca tulisan dibawah ini sebagai hiburan dan menambah wawasan anda. Ternyata pak Ustad dan wartawan di tanah airpun bisa lucu menyikapi turunnya salju di Timur Tengah. Interpretasi dan keterbatasan pengtahuan ternyata bisa membuat kita tersenyum lebar.

 

Menelusuri Asal Kata Bible, Bibliotheque Dan Bibliography

 
Pelabuhan Nelayan Byblos
Nama Sekarang Jbail, Pantas Banyak Yang
Tidak Tahu Kalau Kita Tanya Arah Ke Byblos
 
Hati Hati Kesasar Tidak Ada
Satupun Petunjuk Arah Ke
Byblos, Yang Ada Jbail
Setiap hari kita sering mendengar atau membaca kata “Bible” ,”Bibliotheque” atau “Bibliography”, tetapi sebagian besar diantara kita banyak yang tidak tahu darimana sebenarnya asal usul kedua kata yang sangat terkenal tersebut. Malah ada yang menjawab sekenanya berasal dari Jerusalem dengan alasan agama Kristen berasal dari kota di Palestina / Israel tersebut dan Bible adalah kitab sucinya. Jawaban yang tepat sebenarnya diambil dari nama sebuah kota yang bernama Byblos. Kota tua ini sudah ada sejak 6000 tahun SM (Sebelum Masehi) dan  sekarang bernama Jbail dan terletak di Negara Lebanon. Hanya 37 Km saja dari ibukota Lebanon, Beirut dan terletak dipinggir pantai Laut Mediterania. Konon pada jaman dulu kala kota Byblos ini sangat maju dan menjadi kota dagang yang ramai. Berdasarkan peninggalan archeology yang ditemukan ditempat ini, dulunya dikota ini terdapat percetakan tua dimana Bible untuk pertama kali dicetak dan juga dipercetakan inilah pertama kali diperkenalkan ilmu penyusunan kata kata dalam buku yang saat ini dikenal sebagai Bibliography atau Bibliotheque..
 
 
 
Jalan Kampung Kota
Tua Byblos
Saat ini kota ini adalah satu dari lima UNESCO World Heritage Site di Lebanon (Byblos, Anjar, Baalbek, Tyre dan Holy Valley Ouadi Qadisha & The Forest Of Cedars Of God (Horsh Arz El-Rab) . Kalau anda jalan jalan ditempat ini suasana yang bisa anda rasakan adalah perasaan campur aduk antara religious, romantic, dan hura hura. Kenapa ?, karena ditempat ini semuanya ada mulai café café yang romantis, gereja kuno, kota tua dengan dinding batu kuno, dermaga batu dengan perahu perahu nelayan kuno, kebiasaan penduduk yang suka mancing dan juga museum berisi peninggalan archeology sampai tokoh politik modern. Untuk datang ketempat ini juga tidak terlalu sulit, cukup naik taxi, bus atau sewa mobil sendiri dari Beirut dan penduduknya sangat ‘welcome’ sekali terhadap turis atau orang asing.
 
 
Anakku Sudah Besar, Malu Kalau Dipeluk
Bapaknya Yang Masih Muda
Pusat Kota Jbail
Ruwet, Banyak Wisatawan
Parkir Sembarangan
Kalau anda tanya, ada tidak hotel disini, maka saya jawab ada. Yang tampak bagus dan tidak lebih dari 5 menit jalan kaki menuju dinding batu kota kuno ini adalah Hotel Canary De Byblos.
 
 
 
Lalu apa yang bisa dilihat dan menarik :
  • St John The Baptist Church
  • Byblos Wax Musseum
  • Byblos Fossil Musseum
  • Kuburan Kuno (King Tomb) kalau anda mau nyekar.
  • Byblos Castle
  • Phoenecian Temple
  • City Wall
  • Old Souk, tempat belanja souvenir dan barang barang antic
 
Tempat Mancing
Byblos
Kalau lapar bagaimana ? Cari saja restaurant atau warung makanan yang banyak tersebar disekitar pasar (Old Souk). Mulai Chinese Restaurant, Arabic Restaurant, Lebanese Restaurant, Pizza Hut atau Mc Donald semuanya ada. Kalau anda ingin menikmati suasana romantic dengan lampu remang remang malam hari, café café atau pub & bars beratap langit dengan ditemani pria dan wanita Lebanon yang cantik dan tampan juga ada. Saya perhatikan, semua café, pubs & bars menawarkan Lebanese Wines. Sebuah Wines khas Lebanon yang dibuat di Lembah Bekaa dan katanya baik Lebanese Wines, Lebanese Girl maupun Lebanese Gentlemen semuanya memabukkan dan sekali anda mencoba maka langsung sempoyongan  kepincut dan nggak mau pulang. Restaurant yang saya perhatikan sangat baik adalah Flobby Dinner dan Locanda A La Grande.
 
 

 

Old Souq

 

Jalan Di Kota Kuno Byblos
Ijo Royo Royo
 
 

 

Didepan Cafe Pubs & Bar

 

Baca Juga :
 
 
 
 

Dimana Paris Of Middle East

Raoche Rock Atau Pigeon Rock Beirut, Lebanon
Sayang Tidak Punya Cerita Legenda Seperti Di Indonesia
Salah Satu Sudut Kota Beirut
Jalan Sempit Mirip Paris
Banyak sekali kota yang mengaku mirip dengan Paris, tetapi beberapa kota yang saya kunjungi ternyata tidak ada kemiripan sama sekali. Tidak salah kalau saya selalu mengatakan ‘Semua Kota Ada Bedanya’. Sebut saja kota Bandung, kota ini pada jaman Belanda dulu sering disebut Paris Of Java. Tetapi sejak saya masih balita puluhan tahun lalu sampai saya dewasa sekarang dan sering membandingkan dengan Paris, rasanya tidak ada sama sekali kemiripannya. Bangunan gedung di Bandung hampir semuanya berarsitektur Belanda, sangat berbeda sekali dengan bangunan atau gedung di Paris yang umumnya bergaya gothic dengan jalan jalan kecil dan sempit. Udara kota Bandung yang dulu terkenal sejuk juga tidak bisa disamakan dengan kota Paris yang lebih sering panas dan pengap daripada sejuk. Kota Paris jauh dari gunung dan sama sekali berbeda dengan Bandung yang dikelilingi bukit dan gunung.
Kota Beirut
Tata Kota Peninggalan Perancis

Perhatikan kota kota yang sering dianggap mirip dengan Paris dibawah ini, menurut anda kota mana yang benar benar mirip Paris.

  • Paris Of The Orient – Shanghai & Saigon
  • Paris Of South America – Buenos Aires
  • Paris Of The Oceania – Melbourne
  • Paris Of Eastern Europe – Praque
  • Litle Paris – Bucharest
  • Paris Of The West – San Fransisco
  • Paris Of Java – Bandung
  • Paris Of Middle East – Beirut
  • Paris Of Kuwait – Fahaheel
Avenue Des Francais Beirut
Tempat Makan Sepanjang Jalan
Tetapi menurut saya, yang benar benar sangat mirip Paris adalah Beirut, ibukota Lebanon. Tingkat kemiripan kira kira hampir 80 %, sangat tinggi memang untuk sebuah kota yang jaraknya terpisah ribuan km. Di Kota Beirut ini jalan jalan sama sempitnya seperti jalan jalan dikota Paris. Papan nama toko, nama sekolah, nama jalan, nama bus, nama restaurant, Koran dan TV banyak yang berbahasa Perancis. Penduduknya sangat menguasai bahasa Perancis dengan baik sekali selain bahasa Arab. Gedung gedung pertokoan dan apartment juga memiliki design arsitektur yang relative sama dengan gedung di Paris. Kalau anda berphoto photoan di Beirut dengan latar belakang papan nama toko lalu anda upload ke facebook, saya jamin ‘Friend’ anda di facebook akan mengira anda di Paris. Apalagi, penduduk Lebanon umumnya sangat modis sekali dengan warna kulit dan rambut agak agak bule sedikit, sudah pasti photo yang anda upload di facebook akan kebanjiran ‘cap jempol’ JJJ

Corniche Beirut
Dari Kamar Raoche Arjaan Hotel

Kopi Hangat Baba Ali
Corniche Beirut
 Mari kita jalan jalan menyusuri Saint George Bay, Avenue Des Francais, Raoche Rock dan Avenue General De Gaule. Jalan jalan ini memanjang sepanjang pantai Laut Mediterania di kota Beirut. Trotoar disepanjang pantai ini merupakan tempat penduduk Beirut berkumpul setiap hari baik untuk sekedar olah raga, jogging, bersepeda atau sekedar jalan jalan melihat pemandangan laut yang indah. Sarana kota ini disebut juga Corniche Beirut dan panjangnya sekitar 5 Km. Disepanjang jalan ini banyak terdapat restaurant. Sama halnya dengan di Paris, hampir semua restaurant mempunyai meja dan kursi diluar gedung dangan payung atau tenda warna warni yang cantik. Yang menarik adalah pedagang kaki lima, penjual roti menggantungkan rotinya disepeda dan penjual kopi hangat menjajakan sambil membawa termos. Pagi hari yang cukup dingin terasa begitu hangat dengan secangkir capucino dari Baba Ali.
Paris Indian RestaurantDi Fahaheel Market
- Paris Of Kuwait -
Kalau Kuwait kira kira mirip tidak dengan Paris ? Tentu saja dengan bangga akan saya saya jawab “Ya”. Terutama Fahaheel, di daerah yang terkenal padat dan selalu ramai India karena adanya pasar Fahaheel ini anda anda akan dengan mudah menemui segala sesuatu yang berbau Paris, Contohnya Saloon Paris, Paris Cellular, Paris Computer Shop, Paris Aero Travel dan yang paling ngetop adalah Paris Indian Restaurant. Sayang, sebagian besar pengunjung dipasar ini tidak mirip sama sekali dengan penduduk Paris, memang kebanyakan tenaga kerja dan pedagang dari India. Inilah Paris Of Kuwait hee rasa India hee…..
Baca Juga :