Category Archives: Indonesia

Mbah Wongso Naik Podium Lagi

‘Mbah Wongso’, VW Kodok Merah Putih kesayangan mas Ardi akhirnya naik podium lagi. Tepatnya tanggal 8-9 Agustus 2009 di Pantai Kartini Rembang pada ajang ‘Merdeka Bersama VeWe’. Dan karena temanya Hari Kemerdekaan maka sudah jelas mbah Wongso yang paling menarik karena warnanya Merah Putih. Acara di Rembang ini sebenarnya adalah Pemecahan Rekor MURI untuk VW Terpanjang dan Terpendek.

Tetapi seandainya MURI mau mencatat, pemilik Mbah Wongso seharusnya juga bisa memecahkan rekor sebagai Peserta Terjauh yaitu dari Kuwait. Nggak apa apa, yang penting Mbah Wongso masuk berita lagi, kali ini tampil di Tabloid Otospeed. Sayang photo mbah Wongso di tabloid tersebut kalah besar dengan VW Kombi Orange pemegang rekor MURI terpanjang dan Terpendek. Yang penting mbah Wongso tambah beken di komunitas Volkswagen di tanah air. November 2009 nanti mbah wongso sudah dipesan agar ikut lomba Drag Race diacara Volks Wonder 2 di Semarang, tepatnya di sirkuit Tanah Mas. Semoga mbah Wongso masih tetap perkasa.

Jalan Panjang Menuju Rembang
Sebelum kumpul kumpul dengan komunitas VeWe di Rembang, mbah Wongso diturunkan dulu mesinnya karena sudah hampir setahun tidak pernah jalan. Setelah itu uji coba dulu perjalanan dari Semarang, Sidoarjo,Surabaya, Bangkalan-Madura, dan balik lagi langsung menuju Rembang. Sengaja ke Madura dulu hanya untuk melihat jembatan baru Suromadu yang menghubungkan kota Surabaya dan Madura. Di Madura langsung disodori pedagang asongan suvenir khas madura, yaitu Clurit. Kita beli beberapa buah sebagai souvenir ada yang berupa gantungan kunci ada juga yang berupa replika clurit dengan ukuran sama dengan aslinya, ada tali penggantungnya untuk dikalungkan di leher.

Perjalanan dari Madura ke Rembang tidak ada masalah sama sekali, si mbah Wongso bersaing cepat dengan cucu cucunya yang lebih muda yaitu Kijang. Begitu istirahat di pinggir jalan, Si sopir kijang ikut berhenti dan terheran heran melihat mobil jompo tetapi berperforma lebih perkasa dari Kijangnya. Celakanya kita berhenti terlalu dekat dengan desa/kampung, akibatnya anak anak langsung berdatangan dan pada teriak teriak kodok kodok kodok …..



Buka Lapak Cari Duit

Sesampai di Rembang langsung buka lapak di Pantai Kartini. Barang yang dijual adalah baju dan kaos dengan gambar gambar kartun mobil VW dan identitas VW. Barang barang semacam ini biasanya laris manis kalau ada acara kumpul kumpul komunitas VW. Hasilnya tidak mengecewakan, dagangan laku cukup banyak meskipun tidak habis. Kebiasaan kalau ada acara Vewe ya…juga cari duit dengan berdagang seperti ini. …


Ini Gaya Ibu-ibu bila sedang bertransaksi dagang , ngobrol juga….duit juga….Lumayan tambah kenalan buanyakk. Biarpun yang demen Vewe Mas Ardi, tapi tidak apalah. Tugas Ibu ikut meramaikan acara dan jualan.

Mbah Wongso Mau Lomba Drag Race Lagi

Ini bukan cerita tentang Kuwait, tetapi aktifitas kita saat liburan musim panas 2009 di Indonesia. Setelah menang dalam Jambore Nasional Volkswagen di Wonosobo pada bulan July 2008 yang lalu, kali ini ‘Mbah Wongso’ dipersiapkan kembali untuk ikut lomba lagi. Tahun lalu ‘Mbah Wongso’ kodok merah putih kita telah menyumbangkan piala untuk kategori Exterior Custom. Disamping itu Mbah Wongso juga menjadi cover di berbagai harian dan tabloid otomotif di tanah air. Sayangnya di Wonosobo tidak ada track untuk balapan, jadi kemampuan mesin si embah tidak dapat diadu saat itu.

Di Bogor tanggal 19 July 09 yang lalu pada acara Jambore Volskwagen Regional Jabar sebenarnya ada track balapan juga, sayangnya SMS undangan baru kita terima pada saat kita baru saja mendarat di Cengkareng, jadi tentu saja si embah masih tertidur pulas di garasinya di Semarang. Nyesel juga ada event besar seperti ini VW Kodok Merah Putih ini tidak tampil sama sekali. Tapi, untungnya rekan rekan VW Club masih bisa mengobati kekecewaan kita, undangan Jambore Nasional Volkswagen Di Rembang kita terima saat itu juga di Bogor dan langsung kita sanggupi tantangan nge’drag’ Geersama Volkswagen di Rembang tanggal 8 dan 9 Agustus 09.

Persiapan langsung dimulai begitu kita sampai di Semarang. Dukungan tehnisi dari PVS langsung turun dan mesin mulai dibongkar tanggal 22 July 09. Pak Min, mekanik jempolan dari PVS turun langsung ngecek jerohan mesin, tentu saja aksi gerak cepat mempersiapkan mbah Wongso untuk nge’drag’ ini atas dukungan Pak Mus komandan PVS. Dan hasilnya, mbah Wongso jadi binal lagi. Oh ya, selamat buat Pak Mus dan Pak Min atas kemenangannya dalam lomba Drag Race di Bogor.

Untuk Lomba di Rembang tanggal 8 dan 9 Agustus nanti, jelas tidak ada target untuk menang dalam kategori Drag Race. Terus terang, kalau ngelawan Juara I Bogor apalagi satu klub jelas nggak elok apalagi yang dilawan ketua PVS sendiri. Nggak lah yaw,  sebagai ganti mbah Wongso akan kita daftarkan untuk masuk MURI sebagai kodok berpenumpang terbanyak. Rekor yang pernah dicapai jumlah penumpang terbanyak kodok ini adalah 71 orang (2 didepan dan ’69′ di belakang). Tahu kan apa yang dimaksud ’69′, tidak perlu saya jelaskan detil agar blog ini tidak dituduh sebagai blog XXX.

Baca Juga :

Mudik Ke Kampung Dulu Ah ……

Musim panas sudah mendekati puncaknya bulan July 09 ini, temperatur udara juga sudah mencapai 46 Derajat Celcius. Disamping itu badai gurun sudah semakin sering terjadi menyebabkan debu beterbangan kemana mana. Kuwait yang biasanya indah sudah tidak terlihat lagi keindahannya, debu dimana mana dan pandangan mata hanya beberapa ratus meter saja. Tidak banyak pilihan lagi kalau sudah begini, harus secepatnya mudik ke Indonesia atau tetap bertahan di Kuwait dengan kemungkinan jadi ‘telor setengah mateng’.

Kalau hujan debu sudah mulai sering seperti sekarang ini, maka aktifitas ngepel bisa tiap dua jam sekali. Debu sedemikian halusnya hingga bisa nyelusup dari celah celah jendela, pintu atau lubang blower. Saking kuatnya angin yang bertiup diluar rumah maka suara angin tidak lagi lembut mendayu dayu seperti biasanya, tetapi sudah gedubrak gedubruk karena begitu kuatnya menggoyang atap garasi dan menerbangkan seng atau kaleng kaleng yang terdapat di bangunan belum jadi didepan rumah kami. Untuk proteksi diri, masker sudah mulai saya bawa kemana mana. Malu kalau ngaku terus terang masker tersebut untuk menghindari debu karena kebanyakan orang lokal sini tidak pernah memakai masker meskipun debunya tebal bukan main. Biar agak canggih dan ngikuti trend masa kini, kalau ada yang heran melihat masker saya, maka saya tinggal jawab ‘Swine Flu’.

Arus mudik bukan lewat udara saja, yang lewat darat juga banyaknya bukan main terutama para expatriate dari negara tetangga. Berita di harian Arab Times tanggal  5 July 09 yang lalu menyebutkan jumlah pelintas batas di Al Salmi Border sudah mencapai 10.500 pada hari Kamis dan meningkat kembali menjadi 13.147 pada hari Jumat. Jumlah yang tidak bisa dianggap kecil untuk negeri sekecil Kuwait. Nah kita yang berasal dari Indonesia sudah tentu tidak bisa jalan darat, karena perjalanan sangat jauh dan hanya beberapa kali saja dalam setahun bisa pulang maka barang barang yang dibawa pulang juga banyaknya luar biasa. Mau tahu barang bawaan kita ?

  • Air Zam Zam Satu Jerigen untuk bukti bahwa kita sudah nyampai ke Makkah
  • Kurma setengah koper untuk bukti bahwa kita memang expatriate middle east
  • Parfum Arab seharga 1 KD per botol kecil untuk nunjukin ‘ini lho bau Kaabah’ dan yang ini bau Emir.
  • Dan berbagai macam mainan onta untuk keponakan dan tetangga.

Tas dan koper sengaja bawa yang besar dan nanti kalau kembali ke Kuwait akan kita isi penuh segala macam barang yang tidak ada di Kuwait, seperti sambel pecel, bumbu rawon (kluwek) dan tentu saja buah nasional Indonesia Pete dan Jengkol.