Category Archives: Bahrain

Melongok Kuburan Di Bahrain

Jalan Menuju Saar Settlement
Lewat Kampung Dan Rumah
Warga Bahrain Yang Menarik

Saya tidak pernah menyangka sama sekali bahwa Bahrain, sebuah negara pulau kecil di Timur Tengah yang berbatasan dengan Qatar dan Saudi Arabia mempunyai banyak sekali peninggalan arkheologi. Dan saya juga tidak mengira bahwa Bahrain punya sejarah yang panjang mulai dari jaman perunggu, pra Islam, dibawah kekuasaan Portugis, sebelum dan sesudah ditemukannya minyak sehingga seperti saat ini, modern, kaya dan demokratis. Mau demo monggo, shopping silahkan, nonton demonstran juga tidak dilarang. Jejak sejarah ini bisa dilihat baik di tempat ditemukannya maupun di Museum Nasional Bahrain.

Sisa Sisa Temuan Arkheologi
Di Saar

Perjalanan saya ke Bahrain hanya mengandalkan GPS saja dan sedikit pengetahuan yang saya baca dari internet beberapa hari sebelumnya tentang obyek obyek wisata menarik di Bahrain. Apapun yang terlihat menarik di GPS langsung saya pencet dan Go !. Dan ternyata tempat yang saya pencet adalah dari kuburan ke kuburan. Sebenarnya ndableg juga saya mengunjungi tempat semacam ini karena tidak ada orang lain apalagi turis yang datang ketempat ini tanpa didampingi pemandu.

Kuburan Yang Berbentuk
Gundukan Tanah Bulat
Mana Kaki Dan Mana Kepala ?

Penjaga juga tidak ada di kuburan kuburan kuno semacam ini. Jadi saya bisa leluasa kesana kemari, jepret sana jepret sini dan bergaya di Kuburan. Saya bukan pemburu hantu, orang yang percaya takhayul, atau suka sensasi ketakutan kalau ada hantu, demit, setan, gendruwo, kuntilanak, tuyul, uka uka atau semacamnya. Tetapi, setiap saya bepergian kenegara manapun, selalu saja ‘seperti ada yang mengarahkan’ agar mampir ke kuburan. Apa sebabnya saya juga tidak tahu, mungkin orang lain akan takut dan teriak Hiiiiii…. ngeri….., tetapi saya selalu tertawa lebar kalau ada orang yang takut seperti itu.

Dimasukkan Dalam GentongKeramik

Baca saja wisata kuburan di beberapa negara yang pernah saya kunjungi dan saya tulis dalam blog ini juga. Tidak ada satupun yang bisa menakutkan saya.

Kurang Panjang, Maka
Kaki Ditekuk

Kuburan kuburan kuno di Bahrain ini sebagian temuannya ada yang sudah dipindahkan ke Bahrain National Musseum, tetapi masih banyak juga yang sedang direkonstruksi karena banyak yang hancur. Yang menarik, bentuk kuburan kuno di Bahrain ini ternyata sama banyaknya dengan bentuk kuburan di Indonesia. Kalau di Indonesia kuburan ada yang besar sekali seperti kuburan china, ada yang diberi rumah joglo seperti kuburan presiden Suharto dan ada juga yang beratap porselen warna warni. Di Bahrain, kuburan ada yang berbentuk gundukan bulat besar, ada yang seperti bak mandi kecil dan jenasah ditata meringkuk didalamnya, ada yang dibuat sesuai kontur tubuh. Ada yang seperti sumur kecil dan kemungkinan dulunya jenasah dalam posisi berdiri, tetapi ada juga jenasah yang dimasukkan kedalam gentong keramik. Saya tidak tahu kenapa jenasah dimakamkan dengan posisi sulit seperti itu.

Demokrasi Sudah Ada Sejak Dulu
Di Bahrain, Matipun Bisa Bebas
Memilih Posisi Yang Enak

Kalau anda ke Bahrain, silahkan mengunjungi lokasi penggalian arkheologi dibawah ini. Kunjungi saja dan baca sejarahnya di Bahrain National Museum atau di internet kalau ingin tahu lebih detil.

Kuburan Kuno :

    • Saar Burrial Complex
    • Al Ali Burial Mound
    • Al Hajar Burial Mound
    • Buri Burial Mound
    • Janoosan Burial Mound
    • Hamad Town Burial Mound
    • Tylos Burial Mound
    • Shakoora Burial Mound
 
Ada Gentong Diatas
Kepala, Siapa Tahu
Ada Isinya Emas
Candi Dan Sisa Sisa Kota Kuno :
  • Saar Temple
  • Saar City Archeological Site
  • Barbar Temple
  • Diraz Temple
  • Al Qadam Site
  • Ain Umm Al Sujour Site
  • Qanats Underground Waterways
 
 
 
 
 
Tanah Kosong Diantara Rumah
Penduduk Bahrain Ini Katanya
Perah Berdiri Barbar Temple

Lelah sehari penuh cuma lihat kuburan tua, acara jalan jalan nyasar di Bahrain saya akhiri dengan mengunjungi Barbar Temple. Bayangan saya yang namanya Temple (Candi) bentuknya seperti candi di Indonesia, kalaupun kecil paling tidak seperti candi Mendut. Tetapi ternyata saya kecele besar, Barbar Temple ternyata terletak di areal perumahan dan benar benar seperti kapling kosong yang diapit dua rumah penduduk. Selain tumpukan batu berserakan di kejauhan, hanya tulisan lokasi Barbar Temple saja yang bisa saya gunakan sebagai penanda bahwa ditempat inilah dulu berdiri sebuah candi kebanggaan Bahrain. Saya ceritakan ke anak saya, ‘Nak… Disini Dulu Ada Candi..’, Eh jawabnya…..’Nggakk Percaya ….., Kalau Dulu Ada Lapangan Bola Baru Saya Bisa Percaya ….’

Antara Suramadu Dan Bahrain Causeway

Bahrain Causeway
(King Fahd Causeway)

Tahun 2009 yang lalu Indonesia baru saja memiliki jembatan terpanjang yang bernama Suramadu. Panjang jembatan ini 5.438 meter dan menghubungkan kota Surabaya di pulau Jawa dengan pulau Madura. Jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan pulau Jawa dengan Sumatera juga akan segera dibangun dan menurut rencana panjangnya sekitar 29 Km. Hiruk pikuk rencana pembangunan ini sangat santer di media Indonesia beberapa bulan terakhir ini, semoga saja bisa segera terealisasi secepatnya karena untuk pembangunannya diperkirakan memerlukan waktu sekitar 10 tahun.

 
Pemandangan Indah
Diatas Jembatan Bahrain – Saudi

Tetapi tahukan anda di Bahrain saat ini sudah berdiri megah jembatan yang panjangnya 5 kali lipat panjang jembatan Suramadu ? Jembatan di Bahrain ini bernama Bahrain Causeway yang menghubungkan Bahrain dengan Saudi Arabia. Orang Saudi menyebut jembatan ini dengan nama King Fahd Causeway dan panjangnya 25 Km. Bahrain Causeway ini diresmikan tahun 1986 dengan masa pembangunan sekitar 5 tahun saja (1981 – 1986). Biaya pembangunan yang luar biasa besar diantaranya berasal dari World Bank dan pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor Belanda (Ballast Nedam) yang sudah terkenal ahli dalam pembangunan dam dan jembatan.

 
 
Coast Guard Tower
Ada Restaurant Diatas

Ide awal pembuatan jembatan sudah dimulai tahun 1965, saat Indonesia masih sibuk dengan urusan pemberontakan PKI dan perebutan kekuasaan dari presiden Soekarno ke Soeharto. Saat itu raja Bahrain Shaikh Khalifah Ibn Sulman Al Khalifah datang khusus ke Saudi untuk bertemu raja Faisal untuk membicarakan rencana besar peningkatan ekonomi kedua negara. Jembatan ini terdiri dari 3 bagian, yaitu menghubungkan bagian barat kota Manama Bahrain dengan pulau Nashan Bahrain, pulau Nashan Bahrain dengan Border Station dan terakhir antara Border Station ke Al Aziziyyah Saudi (selatan kota Al Khobar Saudi Arabia). Untuk melintasi jembatan ini dikenai biaya BHD 2 (sekitar Rp 50.000 per mobil). Dibandingkan dengan jembatan Suramadu, rasanya tingkat pengembalian modal jembatan Suramadu lebih baik. Penduduk Indonesia sangat banyak sekali sehingga yang melintasi jembatan Suramadu juga sangat banyak sekali. Di Bahrain Causeway ini mobil yang melintas sangat sedikit sekali dan untuk bayar biaya toll saja harus membangunkan petugasnya yang ngantuk nunggu mobil lewat.

 
Gaya Dengan Latar Belakang
Saudi Arabia

Nggak usah kuatir kelaparan di border station ini, meskipun banyak truk besar yang ngantri pemeriksaan perbatasan tetapi udara sangat segar dan banyak mobil kecil yang berhenti untuk menikmati pemandangan laut yang indah. Angin kencang dari laut dan udara musim dingin cukup membuat masuk angin kalau terlalu lama ditempat ini. Jadi cepat cepat saja masuk ke restaurant Mc Donald, coffee shop atau toko yang terdapat ditempat ini.  Baik yang di wilayah Saudi maupun Bahrain semuanya menyediakan sarana makan, minum, leyeh leyeh, santai menikmati pemandangan dan juga kios atau toko. Tukang pijat saja yang tidak saya jumpai ditempat ini. Saya tidak tahu pasti, tempat ini memang bersih atau semua kotoran dan sampah terbang tertiup angin. Saya perhatikan tidak ada petugas kebersihan yang mondar mandir ditempat ini.

 
Photo Doang Didepan Restaurant
Ngirit Habis

Sebagai tambahan informasi, saat ini juga sedang dibangun Bahrain Qatar Causeway dengan panjang 40 Km dan diperkirakan akan selesai dan resmi beroperasi tahun 2013.  Jadi bagaimana dengan rencana Jembatan Selat Sunda di negeri kita tercinta ?, moga moga segera dibangun dan tidak cuma berpolemik di koran dan TV saja. China pada tahun 2010-2011 saja sudah mengeoperasikan beberapa jembatan baru dengan status terpanjang didunia, misalnya Danyang Kunshan Grand Bridge 164 Km (masuk Guiness Book World Record 2011), Tianjin Grand Bridge 113 Km, Weinan Weihe Grand Bridge 79 Km dan rekor dunia terpanjang nomor 4 ternyata dari tetangga kita Thailand dengan Bang Na Expressway – 54 Km. Masak negara kepulauan hanya punya satu jembatan Suramadu saja. Ihik ihik ihik…….

Baca Juga :

Dari mBedagan Ke mBahrain

Menuju Hotel Dituntun GPS
Bahrain Malam Hari Begitu
Indah, Bersih Dan Aman

Saya lahir dan besar disalah satu kampung bernama mBedagan di daerah mBojong (sekarang Jalan Pemuda), pusat kota Semarang. Saya sudah tidak tahu lagi dimana rumah saya dulu karena sekarang sudah berubah menjadi gedung megah sebuah Bank dan Mall. Saat itu, saya juga tidak pernah berfikir bahwa bermula dari rumah kampung kecil ini masa depan dan cita cita saya terukir dengan indah. Sebuah cita cita anak kecil ketika ditanya oleh Bude Warti selalu saya jawab ‘Cita citaku numpak montor mabur’. Bude Warti tidak pernah tahu, anak kecil yang selalu ditanya tersebut sekarang sedang naik ‘montor mabur’ ke mBahrain. Tulisan ini untuk Bude Warti almarhum untuk membayar hutang saya yang belum sempat saya bayar ketika Bude selalu bertanya ‘Numpak montor mabur arep lungo nang ngendi nduk, bude mengko dicritani yo ?’ (Naik pesawat terbang kemana Nduk, Bude diceritain nanti ya ?)

Mobil Sewaan
Lebih Murah Dibanding
Harga Sewa Mobil Di Indonesia
Bude, saya berangkat dari Kuwait ke mBahrain jam 7 malam naik Al Jazeera Airways, ‘montor mabur’ paling murah yang saya pilih karena ongkosnya cuma KD 19. Saat liburan panjang Idul Adha seperti sekarang ini, semua ’montor mabur’ tarifnya bisa naik sampai berlipat lipat. Sayang baru 45 menit terbang, ‘montor mabur’ yang saya naiki telah mendarat di mBahrain International Airport. Dari Kuwait sebenarnya jaraknya dekat sekali, cuma 432 Km saja dan bisa ditempuh dengan mobil sekitar 4 jam, tetapi saya tidak bisa menggunakan jalan darat karena harus melalui Saudi Arabia. Visa melintasi Saudi Arabia akan ditolak karena saat ini sedang ada Haji di Saudi. Biasanya sebulan sebelum / sesudah hari raya Haji/Idul Adha, semua pengajuan visa Saudi selalu ditutup.
 
 
Tidak Terlalu Padat Dan Ramai
Mungkin Turis Masih Takut
Ke Bahrain Sejak Ada Demo Mar 11

Di mBahrain saya sewa mobil karena mau ngirit. Bude tahu kan kalau saya sejak masih kecil selalu pelit ?. Saya cuma mengandalkan GPS untuk mengunjungi tempat tempat wisata di mBahrain. Terlalu mahal bagi saya kalau harus menggunakan tour guide atau naik taksi berkali kali. Sewa mobil di Bahrain cuma sekitar Rp 225.000 (KD 7) per hari sudah termasuk asuransi kecelakaan minor. Alasan lain kenapa saya selalu menggunakan mobil sewa dan GPS kalau saya jalan jalan ke negara manapun adalah agar saya bisa bergerak kemanapun saya menginginkan. Saya ingin melihat suatu negara bukan hanya yang terlihat bagus saja, tetapi saya juga ingin blusukan kekampung kampung atau tempat unik yang saya ketahui dari internet. Selama GPS maih menyala, saya tidak takut pergi kemanapun. Biar saja kalau ada orang yang menganggap saya sinting.

Jayyid Dan Mumtaz

Jayyid Dan Mumtaz
Seandainya Saja Saya
Membaca, Tentu Bisa
Hemat
Pagi sekali setelah sarapan pagi di Hotel, saya memulai perjalanan keliling Bahrain. Sudah tentu, acara dimulai dari mengisi bensin disebuah pompa bensin terdekat dari Hotel. Petugas pompa bensin hanya bisa bahasa Arab saja, Begitu mobil berhenti, sambutan yang diucapkan bukan ‘Good Morning’ atau ‘Assalamualaikum’ tetapi ‘Jayyid … Mumtaz ….. !!!!’. Saya tidak tahu maksudnya, tetapi karena Jaim (Jaga Image) maka secara yakin dan mantap langsung saya jawab ‘Full…., Full Tank …!’. Tampaknya komunikasi dengan petugas pompa bensin tidak nyambung, si petugas menyapa lagi dengan lebih keras dan garang ‘Mumtaz …!’. Karena nggak tahu maksudnya langsung saya jawab ‘Yes….!’. 
Ternyata saya salah jawab, begitu saya jawab ‘Yes !’, yang diisikan ke mobil sewaan saya adalah bensin yang termahal bernama Mumtaz 95. Sial, hari pertama ini, si turis ngirit ternyata gagal mengirit gara gara tidak tahu arti Jayyid (Premium) dan Mumtaz (Super).
 

Ikuti Cerita Berikutnya tentang perjalanan ke Bahrain Causeway, Bab Al Bahrain, Manama Souq, Bahrain National Musseum, Saar Settlement, Barbar Temple, Bahrain Ford, Arad Fort, Qal’at Al Bahrain dan tentu saja shopping di Seef Mall, Dana Mall, Marina Mall, City Center dan lain lain.

Baca Juga :